Manor Racing, Tim Rio Haryanto di Arena Balap F1

Gulalives, Jakarta – Manor Racing, yang sebelumnya bernama Virgin Racing kemudian berubah menjadi Marussia, merupakan satu dari tiga tim baru yang meramaikan ajang balap jet darat Formula Satu pada musim 2010. Seperti diwartakan laman F1.com, tim yang berbasis di Inggris ini mempunyai tekad berbeda dalam segala hal, termasuk pendekatan desain mobilnya yang digital. Walaupun akhirnya mengadopsi metode konvensional, semangat Manor Racing membantunya meraih reputasi sebagai salah satu tim yang paling disukai.

Semangat itu juga yang membuat mereka mampu melewati masa-masa sulit, yakni saat pebalapnya, Jules Bianchi, mengalami kecelakaan fatal dan meninggal beberapa bulan kemudian tanpa pernah terbangun dari koma serta masalah finansial dan perubahan manajemen di tim tersebut. Di musim 2016, untuk pertama kalinya Manor Racing menggunakan tenaga Mercedes, yang memberikan harapan baru bagi skuad mudanya.

Perjalanan Tim Manor Racing

Tim Manor Racing awalnya bernama Virgin Racing. Sumber: F1.com
Tim Manor Racing awalnya bernama Virgin Racing. Sumber: F1.com

Virgin Racing adalah tim balap di bawah manajemen Manor Motorsport, Wirth Research, dan Richard Branson’s Virgin Group yang beradu cepat di arena Formula Satu tahun 2010 dan 2011. Mobil pertamanya, Virgin VR-01, dikemudikan oleh Timo Glock dan Lucas di Grassi. Selama dua musim itu, tidak ada satu pun poin yang didapatkan dan berada di urutan buncit untuk kejuaraan konstruktor. Setelah dilakukan beberapa percobaan, ditemukan bahwa ukuran tangki bensinnya terlalu kecil sehingga tim ini tidak pernah bisa mencapai finish kecuali dengan memperlambat lajunya.

Pada akhir musim, Marussia Motors menjadi sponsor utama tim ini. Nama tim ini kemudian menjadi Marussia Virgin Racing dan membalap di bawah lisensi Rusia. Kerja sama dengan Wirth pun berakhir pada pertengahan 2011. Marussia Virgin Racing kemudian berubah nama menjadi Marussia F1 Team pada akhir 2011. Pada Juli 2012, untuk pertama kalinya Marussia masuk finish dan berada di posisi ke-12. Hasil itu menempatkan tim Marussia di posisi ke-10 kejuaraan konstruktor. Saat itu, hanya 10 pebalap yang berhasil masuk finish di tengah kondisi hujan deras.

Sebelum menjadi Manor Racing, tim ini selalu menempati urutan dua dari belakang. Sumber: F1.com
Sebelum menjadi Manor Racing, tim ini selalu menempati urutan dua dari belakang. Sumber: F1.com

Pada musim 2013, tim Marussia mengumumkan pebalap barunya, Max Chilton, setelah mengamankan tempat kedua di tim. Max menggantikan Timo Glock yang berhenti dengan alasan komersial. Pada musim ini juga masuk Jules Bianchi yang menjalani debutnya di Formula Satu. Sepanjang musim ini, tim Marussia dan pesaing terdekatnya, Caterham, selalu berada di posisi dua dari belakang dan gagal memperoleh poin. Namun di akhir musim, Marussia berada di posisi kesepuluh dalam kejuaraan konstruktor, di atas Caterham. Max yang asal Inggris menjadi pebalap rookie pertama yang selalu mencapai finish di setiap balapan.

Pada GP Monako tahun 2014, Bianchi berhasil finish di posisi kesembilan. Itu pertama kalinya Marussia memperoleh poin sejak 2010 mengikuti balap jet darat. Pada bulan Juli tahun yang sama, pebalap rookie asal Amerika Serikat, Alexander Rossi, bergabung dengan tim dan menggantikan Max di GP Belgia. Malang, pada GP Jepang di Suzuka pada 5 Oktober, Bianchi mengalami kecelakaan parah. Ia dilaporkan tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Ia tidak pernah bangun dari komanya akibat cedera otak parah hingga dinyatakan meninggal pada Juli 2015.

Setelah tragedi itu, Marussia gagal mengikuti tiga balapan sisa musim karena masalah finansial. Andrey Cheglakov menyatakan bahwa tragedi Suzuka menjadi penyebab keputusannya berhenti menjadi penyandang dana tim.

Tahun 2014, untuk pertama kalinya Manor Racing mendapat poin. Sumber: F1.com
Tahun 2014, untuk pertama kalinya Manor Racing mendapat poin. Sumber: F1.com

Pada musim 2016, nama tim ini berubah menjadi Manor Racing setelah batal melelang mobil serta aset-asetnya dan mendapat penyandang dana yang baru, yakni mantan CEO Sainsbury, Justin King. Dua pebalap barunya, yakni Pascal Wehrlein dan Rio Haryanto, menjalani debut mereka di Formula Satu.

Tim Manor Racing mengumumkan MRT05 sebagai tunggangan dua pebalapnya musim 2016 ini. Mesin Mercedes dipilih menjadi pengganti Ferrari untuk mentenagai MRT05. Direktur Teknik Manor Racing, John McQuilliam, mengatakan percaya dengan langkah maju timnya pada musim 2016 ini. “Bahkan pada tahap awal permainan, kami bisa dengan mudah mengatakan inilah mobil terbaik yang pernah kami luncurkan,” katanya.

Dua Pebalap Manor Racing

Manor Racing, tim nonpabrikan. Sumber: F1.com
Manor Racing, tim nonpabrikan. Sumber: F1.com

Manor Racing merupakan satu dari sedikit tim nonpabrikan. Di bawah kepemilikan baru, tim ini mengubah cara kerjanya dan bermitra dengan Mercedez-Benz untuk tenaga mesinnya dan Williams Advanced Engineering untuk gearbox-nya. Dengan bergabungnya Pascal Wehrlein – yang sebelumnya membela tim Mercedes – dan Rio Haryanto, Manor Racing siap menghadapi musim yang kompetitif ini. Keduanya akan turun di Grand Prix Australia di Melbourne bulan Maret.

Pascal Wehrlein, Pebalap Pertama Manor Racing

Pascal Wehrlein, pebalap pertama tim Manor Racing. Sumber: F1.com
Pascal Wehrlein, pebalap pertama tim Manor Racing. Sumber: F1.com

Pria kelahiran Sigmaringen, Jerman, 18 Oktober 1994, ini memulai karier juniornya di dunia balap pada 2003, saat mengikuti kejuaraan karting. Prestasinya terus menanjak seiring dengan bertambahnya usia Wehrlein. Ia lolos ke kejuaraan Formula Tiga Eropa pada 2013 dengan rekor satu kali menang dan enam kali naik podium. Musim 2013 diawali dengan kemenangannya di sirkuit Monza. Kemenangan pertamanya pada 2014 membawanya menjadi juara termuda dalam sejarah kompetisi Formula Tiga. Uji cobanya di Formula Satu dilakukannya termasuk dengan tim Mercedes dan Force India. Tetapi akhirnya tim Manor Racing-lah yang memberinya kesempatan berlaga di arena Formula Satu.

Rio Haryanto, Pebalap Kedua Manor Racing

Rio Haryanto, pebalap kedua tim Manor Racing. Sumber: F1.com
Rio Haryanto, pebalap kedua tim Manor Racing. Sumber: F1.com

Pebalap Formula Satu asli Surakarta ini memulai kiprah balapannya pada usia enam tahun, mengikuti kedua kakaknya dan didukung ayahnya yang merupakan mantan pebalap juga. Pada 2010, Rio memulai hubungan panjangnya dengan tim Manor Racing, memenangi balap GP3 dan menjalani debutnya di uji coba Formula Satu dengan tim Virgin Racing. Terus mengasah keterampilannya di GP2, kegigihannya dibayar dengan kemenangan pertamanya di Campos Racing. “Manor Racing merupakan tim dengan visi luar biasa dan rencana yang ambisius. Saya tidak sabar berpacu di dalam mobilnya. Tahun 2016 adalah kesempatan saya membalas kepercayaan masyarakat Indonesia, pendukung, dan penggemar saya serta mewakili Asia di Formula Satu,” ucap Rio. (YPH)

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY