Manfaat dari 7 Makanan Fermentasi untuk Sistem Pencernaan Tubuh

tasteforlife.com

Gulalives.co – Tempe, tahu, tauco, kecap, tape, dan lain sebagainya adalah beberapa dari makanan fermentasi yang mungkin sering secara tidak sadar kamu konsumsi sehari-hari. Jenis makanan yang satu ini diyakini baik untuk kesehatan, karena mengandung probiotik alias bakteri baik di dalamnya. Namun, tidak semua makanan fermentasi itu baik dan aman untuk pencernaan. Maka, kamu perlu tahu 7 di antaranya yang bisa memberikan manfaat bagi sistem pencernaanmu, yakni:

Acar

Related image
veroathome.com

Siapa yang suka menyantap makanan fermentasi satu ini saat makan nasi goreng? Makanan yang terbuat dari campuran timun, wortel, bawang yang dipotong-potong, dan cabai yang kemudian difermentasi dengan gula, garam, dan cuka ini rasanya sangat segar, ya?

Nah, saat sayuran tersebut difermentasi, bakteri baik di dalam cuka pun dapat membantu memecah gula dan selulosa yang sulit dicerna di dalam makanan. Bakteri inilah yang membantu menjaga makanan tetap awet, sekaligus menambah jumlah bakteri baik dalam ususmu.

Kefir

Related image
bbcgoodfood.com

Terbuat dari susu yang diolah dengan biji kefir, kemudian difermentasikan dengan ragi dan bakteri. Membuat proses fermentasi ini menghasilkan kefir dengan tekstur yang lebih cair, tapi rasanya pun menjadi lebih tajam daripada yogurt.

Jika dibandingkan dengan yogurt, kefir justru mengandung tiga kali lebih banyak probiotik yang dapat membantu memecah laktosa. Hal ini membuat kandungan gula dalam kefir lebih mudah dicerna oleh tubuh, terutama pada orang-orang dengan intoleransi laktosa.

Bahkan, sebuah penelitian kecil membuktikan bahwa sebanyak 15 orang dengan intoleransi laktosa cenderung mampu mencerna lebih baik, setelah mengonsumsi makanan fermentasi ini. Padahal sebelumnya, kandungan laktosa pada produk susu dapat membuat peserta mengalami kram, kembung, hingga diare.

Kimchi

Related image
mygutmatters.com

Kalau kamu salah satu pencinta makanan Korea, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan kimchi dong? Nyatanya, selain rasa segar dari makanan fermentasi ini, kubis atau lobak yang difermentasi pun tanpa disadari bisa melancarkan pencernaanmu.

Bahkan, sebuah penelitian dari Journal of Medicinal Food tahun 2013 membuktikan bahwa rutin mengonsumsi kimchi dapat membantu mengurangi resistensi insulin dan kolesterol darah.

Jadi, kalau kamu memiliki masalah diabetes dan kolesterol, tidak ada salahnya untuk menambahkan kimchi sebagai pelengkap menu makanan, ya. Namun, tetap hati-hati dengan kandungan asam dan pedas dalam kimchi. Kalau tidak kuat dengan rasa asam dan pedasnya, batasi porsi kimchi agar kesehatan asam lambungmu terjaga.

Baca Juga: Resep Kimchi Enak dan Halal ala Korea

Sup Miso Jepang

Related image
epicurious.com

Sup miso adalah makanan yang terbuat dari olahan gandum, beras atau kacang kedelai, dan barley. Makanan tradisional asal Jepang ini kemudian difermentasi dengan garam dan sejenis jamur yang disebut koji.

Sup miso bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dikonsumsi saat kamu mengalami masalah pencernaan. Karena, selain mengandung probiotik tinggi, nyatanya sup miso juga mengandung antioksidan dan vitamin B yang baik untuk kesehatan tubuh.

Teh Kombucha

Image result for kombucha tea
healthline.com

Kombucha adalah sejenis teh yang sering disebut dengan teh jamur, karena terbuat dari teh hitam atau teh hijau yang difermentasi dengan beberapa ragi dan bakteri. Inilah sebabnya teh kombucha mengandung berbagai zat seperti asam asetat, folat, asam amino esensial, vitamin B, vitamin C, dan alkohol.

Kandungan bakteri dalam teh kombucha membuat teh ini cenderung beraroma tajam. Namun, hal ini justru menjadi pertanda baik, karena bakteri tersebut mampu meningkatkan kesehatan usus kita.

Tempe

Related image
fullofplants.com

Makanan fermentasi murah meriah satu ini termasuk salah satu sumber protein nabati yang mudah didapatkan, dan tentunya padat gizi. Karena, tempe mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan untuk metabolisme dan kesehatan tubuh.

Makanan yang terbuat dari fermentasi kedelai ini juga kaya akan probiotik, yakni bakteri baik yang bisa menambah jumlah bakteri alami dalam usus. Maka, semakin banyak probiotik, akan semakin baik pula sistem pencernaanmu, dan terhindar dari sembelit.

Yogurt

Related image
thespruceeats.com

Terakhir adalah yogurt, yakni makanan fermentasi yang terbuat dari susu yang difermentasi dengan mikroorganisme tertentu untuk menambah kandungan gizinya. Yogurt mengandung banyak nutrisi penting yang baik untuk tubuh, seperti kalsium, kalium, fosfor, vitamin B2, dan vitamin B12.

Selain itu, setiap satu cangkir yogurt mengandung miliaran probiotik yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan. Bahkan, orang dengan intoleransi laktosa pun boleh mengkonsumsi yogurt. Karena kandungan probiotik dalam yogurt dapat membantu mencerna kandungan gula dalam susu (laktosa).

Dengan begitu, kamu tidak akan mengalami reaksi alergi apa pun saat dan setelah makan yogurt. Apalagi, sekarang sudah banyak perusahaan makanan yang memproduksi yogurt bebas susu, sehingga cocok dikonsumsi para vegan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here