5 Manfaat Kacang Mete untuk Kesehatan

balconygardenweb.com

Gulalives.co – Kacang mete, atau yang bisa kita sebut kacang mede, adalah camilan lezat yang memiliki cita rasa tersendiri. Rasanya yang gurih, asin, sedikit manis, dan renyah ini, menjadikan kacang mete banyak disukai orang. Namun, nyatanya selain enak dikunyah, kacang satu ini juga memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan, yang sayang untuk dilewatkan.

Related image
livestrong.com

Kacang mete sebenarnya bukanlah jenis kacang, melainkan biji dari pohon jambu mete atau dikenal juga jambu monyet. Tanaman satu ini bukan anggota jambu-jambuan pun kacang-kacangan, melainkan kerabat dekat dengan buah mangga.

Buah jambu monyet terlihat seperti lonceng, dan berwarna keabu-abuan. Buah ini memiliki panjang sekitar 5 cm, dan ujung buahnya berbentuk kacang yang runcing melengkung. Ujung buah inilah yang disebut biji dan sering diolah menjadi kacang mete.

Kalau sudah matang, biji akan dipisahkan dari buah, kemudian dikeringkan. Setelah itu, kamu bisa memanggang atau menggoreng kacang mete untuk dijadikan berbagai macam penganan. Kacang mete sering dimakan begitu saja atau dijadikan bahan campuran cokelat, kue, sambal, dan juga bahan makanan lainnya.

Camilan ini adalah salah satu kacang yang rendah serat, mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang baik bagi tubuh. Kandungan vitamin E, K, dan B6, dan mineral lainnya, seperti tembaga, fosfor, seng, magnesium, besi, serta selenium, berperan penting untuk menjaga fungsi tubuh. Lantas, apa saja manfaat kacang mete untuk kesehatan? Berikut 5 di antaranya versi Gulalives:

Jantung

Related image
zevia.com

Kacang ini mengandung asam lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Di mana kandungan keduanya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL), dan trigliserida dalam darah.

Kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang relatif rendah dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskuler, stroke, hingga serangan jantung. Selain itu, vitamin dan mineral lain yang terkandung dalam kacang mede, seperti kalium, vitamin E, dan B6, serta asam folat, juga dapat membantu tubuh dalam melawan penyakit jantung.

Hal ini semakin didukung oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition yang menyatakan bahwa, orang yang makan kacang (termasuk kacang mede) lebih dari empat kali seminggu, dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner sebanyak 37 persen, dibandingkan mereka yang tidak pernah atau jarang mengonsumsi kacang-kacangan.

Kepadatan Tulang

Image result for healthy bones
zeenews.india.com

Kacang mete adalah salah satu dari beberapa sumber makanan yang kaya akan zat tembaga. Terkandung 622 mikrogram tembaga pada setiap satu ons kacang mete. Bagi orang dewasa yang berusia di atas 19 tahun, kebutuhan tembaga yang disarankan per harinya adalah sebanyak 900 mikrogram.

Artinya, satu ons kacang ini sudah mampu memenuhi lebih dari setengah kebutuhan tembaga setiap hari. Tembaga sendiri memiliki peranan penting untuk menggantikan jaringan ikat dan kolagen yang rusak.

Tanpa asupan tembaga yang cukup, jaringan tubuh akan mudah mengalami kerusakan, dan kamu akan lebih rentan terserang penyakit disfungsi sendi. Kekurangan tembaga juga dapat mengurangi kepadatan tulang, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis.

Selain kaya akan tembaga, kacang satu ini juga mengandung magnesium yang berperan penting dalam pembentukan tulang. Karena, magnesium membantu penyerapan kalsium ke dalam tulang, sehingga tulang menjadi lebih kuat.

Baca Juga: Mau Ngemil tapi Tetap Sehat? Kunyah 5 Jenis Kacang Ini

Mencegah Kerusakan Mata

Image result for healthy eyes
youtube.com

Tahukah kamu jika ternyata kacang mede baik untuk kesehatan mata? Karena, kacang ini mengandung senyawa lutein dan zeaxanthin yang tinggi. Kedua senyawa ini berperan sebagai antioksidan ketika dikonsumsi secara teratur.

Selain itu, senyawa-senyawa tersebut juga membantu melindungi mata dari kerusakan ringan (yang dapat berubah menjadi kebutaan pada orang tua). Bahkan, dapat membantu menurunkan risiko katarak!

Menghindari Operasi Kolesistektomi

Related image
pie.med.utoronto.ca

Dilansir dari American Journal of Clinical Nutrition, rutin makan kacang-kacangan dikaitkan dengan penurunan risiko operasi kolesistektomi untuk mengangkat kantung empedu pada wanita-wanita yang mengalami masalah kantung empedu.

Penelitian ini melibatkan lebih dari satu juta orang dalam rentang waktu 20 tahun. Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa kemungkinan seorang wanita menjalani prosedur kolesistektomi cenderung lebih kecil, jika rutin mengkonsumsi kacang-kacangan setidaknya 5 ons setiap minggu.

Menurunkan Berat Badan

Related image
pritikin.com

Manfaat yang terakhir pasti paling disukai para wanita. Dilansir dari American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2004, menemukan bahwa kacang mede juga bermanfaat dalam menurunkan berat badan.

Penelitian tersebut menjelaskan bahwa rutin makan kacang lebih dari dua kali dalam seminggu, dapat membantu menjaga berat badan tetap stabil. Para peneliti pun berpendapat jika makan kacang-kacangan (termasuk kacang mede) tidak menyebabkan kenaikan berat badan.

Sebaliknya, rutin makan kacang-kacangan justru dapat membantu menjaga berat badan tetap ideal. Bahkan, penelitian terbaru pada tahun 2017 pun menemukan hal yang serupa. Hal ini dapat terjadi karena kandungan lemak tak jenuh tunggal dalam kacang mede dapat membantu mengurangi penumpukkan lemak.

Di sisi lain, kandungan protein dalam kacang mede juga membantu meningkatkan rasa kenyang, sehingga mencegah kamu untuk makan lebih banyak. Itulah sebabnya kacang-kacangan sering dijadikan menu diet untuk menurunkan berat badan.

Namun, meskipun bermanfaat dalam penurunan berat badan, jangan terfokus pada konsumsi kacang-kacangan saja, ya. Imbangi juga dengan nutrisi lain dari jenis makanan yang berbeda untuk membantu menurunkan dan menjaga berat badan. Jangan lupa, tetap olahraga teratur agar manfaat kacang mede ini bisa kamu dapatkan secara optimal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here