Alpukat Bikin Gemuk? Baca Ini Dulu

Gulalives.com, DEPOK – Banyak orang menganggap buah alpukat yang mengandung banyak lemak menyebabkan kegemukan. Konsumsi buah ini juga sering kali dituding memperparah penyakit jantung dan darah tinggi. Mungkin ada benarnya pendapat itu. Tetapi, tentu, jika Anda memakannya bersama susu dan gula.

Memang benar kandungan lemak dalam buah alpukat sangat besar, mencapai 75 persen. Namun, lemak yang terdapat di buah berkulit hijau licin ini adalah lemak baik, yakni lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Lemak baik tersebut justru dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah dan mengurangi risiko stroke dan serangan jantung.

 

source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

 

Lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fat) adalah lemak tak jenuh dengan satu ikatan rangkap antarmolekul lemak. Lemak yang berbentuk cair pada suhu kamar ini dapat mengurangi LDL atau kolesterol jahat. Adapun lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fat) adalah lemak tak jenuh dengan dua ikatan rangkap antarmolekul lemak. Berbentuk cair pada suhu kamar, lemak ini dapat mengurangi LDL dan HDL (kolesterol baik). Alpukat bisa menjadi pengganti yang baik untuk lemak trans atau lemak jenuh dalam makanan favorit Anda.

Buah berbiji tunggal ini juga mengandung asam oleat (asam lemak omega-9), yakni asam lemak tak jenuh tunggal yang ditemukan secara alami dan dianggap salah satu sumber lemak sehat dalam makanan. Sebagai pengganti lemak jenuh lain, asam oleat dapat menurunkan jumlah kolesterol, juga meningkatkan kadar HDL dan menurunkan LDL. Senyawa ini diketahui mampu memperlambat perkembangan penyakit jantung dan meningkatkan produksi antioksidan.

source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

 

Berdasarkan penelitian, asam lemak tak jenuh tunggal sangat baik untuk pembakaran energi dan tidak disimpan sebagai lemak dalam tubuh. Perasaan kenyang setelah memakan buah alpukat cocok untuk menahan nafsu makan bagi Anda yang sedang diet. Selain itu, serat yang terkandung di dalamnya akan memperlancar pencernaan. Dalam satu buah alpukat terdapat 11 gram serat, hampir setengah dari serat harian yang dibutuhkan. Demi lancarnya program diet Anda, konsumsilah alpukat sebelum makan secara rutin pagi, siang, dan malam. Jangan campur alpukat dengan susu dan gula. Memakannya tanpa dijus akan lebih baik.

Risiko sindrom metabolik, dengan gejala masalah pada tingkat lemak darah dan meningkatnya tekanan darah, terbukti berkurang dengan mengonsumsi alpukat. Konsumsi buah ini juga dapat mengurangi risiko penyakit diabetes hingga kanker. Alpukat kaya akan fitokimia yang terbukti membantu mencegah perkembangan kanker tertentu. Menjaga asupan kolesterol, yang dapat terjadi dengan berkurangnya LDL dan meningkatnya HDL, akan sangat membantu dalam mengurangi risiko diabetes.

source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

 

Vitamin C, vitamin E, dan karotenoid yang terdapat dalam alpukat juga mampu membantu mencerahkan dan menghaluskan kulit, melindungi kulit dari keriput dan tanda-tanda penuaan lainnya, seperti noda cokelat, menjaga kulit dari paparan sinar matahari, dan menjaga elastisitas kulit.

source : www.shutterstock.com
source : www.shutterstock.com

Penyakit-penyakit yang menyerang tulang, seperti osteoartritis dan artritis, juga bisa dicegah jika Anda rutin memakan buah ini. Zat anti-inflamasi yang terdapat dalam buah ini dapat mengurangi rasa sakit akibat peradangan. Senyawa lutein karotenoidnya juga berkhasiat menjaga kesehatan mata dari penyakit yang disebabkan bertambahnya usia, seperti katarak dan degenerasi makula.

Untuk memilih buah yang baik, cobalah menekan alpukat. Jika masih keras, berarti buah itu baik. Buah yang lembek, meskipun tampak mulus, sudah tidak baik dikonsumsi. Pilih warna kulit yang hijau tua, terutama di dekat batang. Buah yang sudah berwarna cokelat sudah pasti hampir busuk. Pilih buah yang terasa berat. Buah yang ringan berarti dagingnya tipis dan kemungkinan besar masih mentah. Bila Anda mendapati buah yang masih mentah, simpan di tempat gelap dengan dibungkus koran. (YP)

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY