5 Manfaat Bawang yang Luar Biasa

onions-usa.org

Gulalives.co – Bawang adalah salah satu bumbu dapur yang senantiasa ada di dalam hampir setiap resep masakan, terutama makanan lokal yang kerap memasukkan bawang sebagai penyedap rasa.

Related image
rador.ro

Namun, nyatanya masih banyak dari kita yang tidak mengetahui manfaat yang terkandung pada bawang. Bukan hanya bawang tertentu, tapi untuk semua jenis bawang, memang mempunyai manfaatnya masing-masing untuk kesehatan, seperti:

Kaya Akan Antioksidan

Bawang memang tidak banyak mengandung vitamin dan mineral, tapi bawang kaya akan antioksidan. Jenis quercetin, yakni senyawa antiinflamasi yang kuat. Di mana lapisan terluar dari bawang merupakan antioksidan terbesarnya.

Mencegah Kanker

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition, para peneliti mengungkapkan bahwa, seberapa sering orang di Italia dan Swiss memakan bawang, membuat mereka semakin rendah terkena risiko kanker.

Meningkatkan Kepadatan Tulang

Penelitian yang mengamati wanita Kaukasia perimenopause dan pascamenopause berusia 50 dan yang lebih tua juga menemukan bahwa adanya hubungan antara konsumsi bawang dengan kesehatan tulang seseorang.

Baca Juga: 11 Resep Jajanan Zaman SD ini Selalu Sukses Bikin Kangen

Wanita yang mengonsumsi bawang merah lebih sering, memiliki kepadatan tulang yang lebih baik, dan jauh dari risiko patah tulang pinggul, 20% lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi bawang.

Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Kandungan pada bawang yang sejenis dengan serat, bertindak sebagai prebiotik. Singkatnya, prebiotik ini berfungsi sebagai makanan untuk probiotik, dan membantu mikroba baik.

Inulin juga membantu mencegah sembelit, memperbaiki regulasi gula darah, meningkatkan penyerapan nutrisi, dan mendukung kepadatan tulang yang sehat. Kemungkinan inulin juga dapat mendukung penurunan berat badan dengan membatasi nafsu makan pemiliknya.

Menurunkan Kolesterol

Penelitian terhadap wanita yang kelebihan berat badan (obesitas) dengan sindrom ovarium polikistik, yakni dalam uji klinis terkontrol acak, di mana pasien ditugaskan untuk diet tinggi bawang (terdiri dari bawang merah mentah) atau diet bawang rendah.

Dan, setelah delapan minggu, para peneliti menemukan penurunan kadar kolesterol pada kedua kelompok, tetapi penurunan lebih besar (termasuk penurunan kolesterol jahat (LDL)) terjadi pada orang yang makan bawang lebih banyak.

Related image
food.ndtv.com

Penelitian lain juga melacak 24 wanita dengan kolesterol ringan, dan menemukan bahwa mereka yang minum jus bawang setiap hari selama delapan minggu, mengalami penurunan kadar kolesterol total, LDL, hingga lingkar pinggang, dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here