Malaysia: Kami Tidak Akan Tunduk pada Israel

0
85 views
thesundaily.my

Gulalives.co – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, mengatakan jika mereka tidak akan memberi tempat bagi atlet asal Israel berlaga di negaranya. Mereka menolak memberi izin visa bagi tim renang paralimpik dari Israel. Alasannya?

Related image
time.com

Pernyataan Mahathir itu dikeluarkan pada Kamis, 10 Januari 2019. Kejuaraan Renang Paralimpik Dunia akan digelar 29 Juli hingga 4 Agustus 2019 mendatang. Dan saat disinggung tentang penyelenggara mengancam membatalkan kejuarannya, Mahathir tidak ambil pusing.

“Silakan saja,” ujarnya.

Komite Olimpiade Israel telah menekan Malaysia untuk mengeluarkan visa bagi tim renangnya. Israel juga telah meminta panitia penyelenggara untuk mendapatkan visa, tapi upaya itu tidak berhasil.

Isu pelarangan masuk bagi atlet Israel itu muncul dari Wakil Menteri Olahraga Malaysia, Sim Hee Kyung. Dia menyebut, Malaysia memang tidak mengizinkan warga Israel memasuki negaranya.

“Pemerintah Malaysia akan bertahan dengan posisi ini sebagai bagian dari protes penindasan Israel terhadap rakyat Palestina,” Sim menjabarkan alasannya.

Karena selama lebih dari 50 tahun, Malaysia telah menolak normalisasi hubungan dengan Israel. Penolakan ini karena banyak di antara penduduk Malaysia yang mendukung kemerdekaan penuh Palestina.

Kini, Malaysia dicoret sebagai tuan rumah laga kualifikasi Paralimpiade tersebut. Dan terkait pencoretan itu, Mahathir Mohamad mengatakan, “Mereka ingin membatalkan, biarkan saja. Saya lihat bahwa dunia harus tunduk pada apa yang Israel katakan. Saya tidak mengerti, padahal dunia memiliki kekuatan, tapi masih harus tunduk pada Israel, sedangkan kami tidak akan (tunduk pada Israel),”

Baca Juga: Razan Najjar, Perawat Palestina yang Ditembak Mati Pasukan Kejam Israel!

Related image
yahoo.com

Di sisi lain, pada menit ke 20 dalam wawancara bersama BBC di acara Hardtalk, Menteri Pemuda dan Olahraga, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman menyampaikan, “Jika menjadi tuan rumah sebuah event internasional lebih penting daripada menjaga kepentingan saudara-saudari Palestina kami yang dizalimi berulang kali. Jika itu lebih penting, maka kami telah kehilangan kesadaran moral dan juga kompas moral,” ujarnya.

Baca Juga: Usai Tulis Soal Muslim, Akun Facebook Anak PM Israel Diblokir

“Jadi negara lain yang mengizinkan Israel untuk berpartisipasi di event olahraga internasional telah kehilangan kesadaran moralnya? Seperti Inggris, AS, Australia, bagaimana dengan negara ini?” tanya pembawa acara, Shaun Ley.

“Malaysia tidak seperti negara lainnya. Kami akan melindungi, kami akan melindungi. Ketika negara lain mengkritisi Israel dan memberi sanksi pada mereka di PBB, Amerika Serikat akan mem-veto itu lebih dari 47 kali. Lebih dari itu, ketika (negara) kami memberi sanksi pada Israel, AS dan negara-negara Barat akan menghukum negara-negara bermoral yang berdiri (untuk Palestina). Maksud saya seperti saat Donald Trump memotong 200 juta dolar bantuan pembangunan untuk lima juta rakyat Palestina, hanya karena komunitas internasional tidak berdiri bersama mereka (AS). Anda harus fair, Anda harus fair!” tegas Syed Saddiq.

LEAVE A REPLY