Deretan Makanan yang Boleh dan Tidak untuk Dikonsumsi Penderita Wasir

everydayhealth.com

Gulalives.co – Pembengkakan pembuluh darah di dalam lubang anus yang mengakibatkan rasa sakit saat melakukan buang air besar adalah kondisi wasir secara umum, dan biasa terjadi karena adanya faktor genetis, pun jika seseorang memiliki pola hidup tidak sehat, salah satunya yakni memakan makanan yang sebenarnya dilarang untuk penderita wasir. Seperti beberapa jenis makanan berikut ini:

Related image
pksgunungsindur.web.id
  • Makanan bersantan,
  • Makanan pedas,
  • Minuman bersoda,
  • Daging-dagingan, dan
  • Makanan olahan

Jenis-jenis makanan tersebut adalah makanan yang dilarang untuk dikonsumsi penderita wasir. Karena, jenis makanan tersebut sulit dicerna, hingga dapat memperparah kondisi wasir.

Daging-dagingan membutuhkan tenaga ekstra bagi usus untuk mencernanya, padahal pengidap wasir mengalami penurunan gerakan peristaltik yang membuat sistem pencernaannya mengalami kesulitan untuk mengolah makanan.

Ketika sistem pencernaan tidak maksimal mengolah makanan, maka kotoran yang keluar pun akan mengeras, hingga sulit untuk dikeluarkan melalui saluran pembuangan. Kondisi inilah yang akhirnya memperparah wasir.

Wasir yang parah tidak hanya memberikan rasa sakit saat buang air besar (BAB) pun mengeluarkan darah, tapi juga bisa kehilangan kekuatan otot untuk menahan BAB. Karena itu, desakan untuk BAB tidak terkontrol lagi, hingga tinja bisa langsung keluar begitu saja.

Baca Juga: 10 Jus Buah ini Ampuh untuk Mengatasi Sembelit

Pada kondisi tertentu, wasir yang parah harus mendapatkan penanganan berupa operasi. Setelah dilakukan tindakan operasi sekalipun, pengidap wasir harus melakukan perubahan gaya hidup melalui pola makan sehat, dan menghindari jenis-jenis makanan yang dilarang tadi. Dan, dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang memang disarankan, seperti:

  • Buah-buahan,
  • Sayur-sayuran tidak bersantan,
  • Air putih,
  • Jus, dan
  • Kacang-kacangan.

Jenis makanan yang disebutkan di atas adalah makanan yang mudah dicerna karena mengandung serat, sehingga membantu kerja peristaltik dari usus. Kerja peristaltik usus yang baik akan membuat kotoran menjadi lebih lembut, sehingga mudah dikeluarkan.

Sebenarnya, tidak hanya jenis makanan tertentu saja yang wajib diperhatikan, tapi juga konsumsinya yang perlu menjadi catatan. Contoh, setiap pagi konsumsi buah-buahan, sementara saat siang hari, perbanyaklah konsumsi sayuran.

Kalau kamu mengonsumsi makanan yang kurang serat, seperti protein hewani, ada baiknya diimbangi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung serat, seperti sayuran.

Saat malam, ada baiknya menghindari konsumsi makanan yang pedas, utamakan untuk konsumsi protein nabati saja, karena lebih mudah dicerna. Karena usus bekerja tidak maksimal di malam hari.

Jadi, jangan membuat usus bekerja lebih keras dengan mengonsumsi makanan berat. Jangan lupa untuk minum air putih hangat guna mengimbangi konsumsi makanan yang kamu makan.

Pengaturan pola hidup yang tepat untuk pengidap wasir tidak hanya ditentukan oleh jenis makanan dan pengaturan jam makannya saja, tapi juga waktu dan kebiasaan BAB yang perlu diperhatikan.

Jangan terlalu sering mengejan pun menahan BAB. Karena, kebiasaan menahan BAB akan membuat kotoran mengeras, sehingga menciptakan pergesekan antara kulit dalam anus dengan kotoran. Situasi inilah yang akhirnya bisa memicu wasir kambuh.

Related image
infrared-sauna.com.au

BAB yang paling baik adalah dalam kondisi jongkok, tapi jangan terlalu lama. Maka, saat sudah ada dorongan untuk BAB, segera dibuang, jangan pernah menahannya, ya. Sebab, kebiasaan menahan BAB akan merusak metabolisme, sehingga membuatmu kehilangan waktu rutin untuk BAB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here