9 Makanan Sederhana ini Menjadi Bekal Pahlawan Indonesia saat Perang

hobbymiliter.com

Gulalives.co – Pada zaman penjajahan dulu, penduduk Indonesia harus bertahan hidup di tengah minimnya pasokan makanan, termasuk para pahlawan kita yang terus berjuang dalam perang. Semua hasil bumi dari bercocok tanam sudah dikuasai oleh para penjajah. Hal inilah yang akhirnya membuat masyarakat kita harus memutar otak untuk penuhi kebutuhan harian. Salah satunya dengan memanfaatkan makanan sederhana, untuk dijadikan bekal pahlawan Indonesia, saat mereka berangkat perang. Dan, berikut 9 di antaranya:

Janeng

Related image
google.co.id

Kamu merasa asing dengan penganan satu ini? Wajar kok, karena janeng hanya tumbuh di tanah Aceh. Janeng adalah sejenis umbi-umbian yang tumbuh liar di hutan. Saat masa perang, buah janeng ini kerap dijadikan makanan alternatif yang mengenyangkan. Biasanya, janeng akan ditumbuk dan dikukus, lalu disajikan dengan taburan kelapa gurih.

Leughok

Related image
steemit.com

Leughok menjadi bekal pahlawan dari Aceh yang tidak pernah dilewatkan. Makanan yang terbuat dari pisang kepok dan sagu ini efektif menghilangkan rasa lapar. Dibungkus daun pisang, makanan ini sangat praktis untuk dibawa ke manapun.

Makanan ini juga memiliki nutrisi tinggi. Sama halnya dengan singkong, komposisi pisang kepok pada leughok, mengandung vitamin B yang dapat memperbaiki metabolisme tubuh. Kandungan potasium pada pisang juga dapat mengurangi ketegangan dan penyempitan pembuluh darah dan arteri.

Sementara vitamin C yang tingggi mampu memenuhi 40% kebutuhan harian kita, dan melindungi sistem kekebalan tubuh. Hingga saat ini, leughok masih dapat dijumpai di rumah makan khas Aceh. Kelapa parut menjadi pendamping santapan satu ini.

Baca Juga: Anthonius Gunawan Agung, Pahlawan yang Taruhkan Nyawa Demi 155 Kepala

Nasi Jagung

Related image
detik.com

Nasi yang terbuat dari jagung ini kerap menjadi bekal pahlawan saat perang, dan cukup bermanfaat. Karena mengandung 345 kalori per 100 gram, yang dapat berfungsi sebagai penghasil energi. Selain itu, kandungan vitamin A-nya juga dapat meningkatkan kesehatan kulit dan imunitas tubuh para pejuang.

Pusing karena anemia pun dapat diatasi dengan mengonsumsi nasi jagung. Kandungan zat besi dalam olahan jagung mampu memproduksi sel-sel darah merah dalam tubuh. Selain itu, serat tinggi di dalamnya, membuat para pejuang tidak mengalami gangguan pencernaan.

Di Indonesia, nasi jagung tidak hanya dijadikan bekal perang, tapi juga menjadi makanan pokok pengganti beras yang harganya cukup tinggi saat masa penjajahan.

Nasi yang kerap disebut nasi empong ini banyak dikonsumsi di pulau Jawa. Nasi jagung banyak disajikan dengan sayuran hijau dan ikan teri. Sementara saat ini, nasi jagung dianjurkan untuk para pengidap diabetes, karena nasi putih mengandung gula yang tinggi.

Nasi Oyek

Related image
satelitpost.com

Nasi yang terbuat dari singkong ini punya kisah sejarah yang tidak diketahui banyak orang. Pada Agresi Militer Belanda II 1948, pasukan Jenderal Soedirman sedang dalam misi gerilya untuk menyerang tentara Belanda.

Namun, dalam perjalanan, mereka kehabisan logistik di tengah hutan wilayah Kediri. Karena terdesak, Soepardjo Rustam masuk ke area pertahanan musuh, dan menyelinap ke pemukiman warga. Dan, nasi oyek adalah bahan pangan yang ia bawa untuk pasukannya tersebut. Merinding?

Baca Juga: Syachrul Anto, Pahlawan yang Gugur saat Evakuasi Lion Air

Pisang Rebus

Related image
cookpad.com

Tanaman pisang banyak tumbuh secara liar di pedesaan. Maka, tidak heran jika pisang rebus menjadi salah satu bekal pahlawan yang praktis saat berperang. Selain itu, pisang rebus juga bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, menambah energi secara cepat, serta menjaga fungsi jantung.

Singkong Rebus

Related image
google.co.id

Sampai hari ini, rasanya singkong bukan pangan yang asing, ya? Jenis umbi-umbian satu ini cukup mudah ditanam, yakni hanya dengan menancapkan batangnya, dan menunggu kurang lebih tiga bulan untuk memanen hasil.

Tentu, ini menjadi pangan yang murah meriah, dan pas untuk menjadi bekal pahlawan saat perang. Kandungan kalorinya pun baik, yakni sekitar 160 kalori per 100 gram. Singkong menjadi jenis umbi yang mengandung kalori lebih tinggi, daripada kentang yang hanya 70 kalori.

Selain efektif menjadi sumber energi, umbi yang juga disebut ketela pohon ini merupakan umbi yang tidak mengandung gluten, lho. Jadi aman untuk dikonsumsi, karena gluten yang dikenal dapat mengganggu kerja lambung dan usus, tidak terdapat pada makanan ini.

Mengonsumsi singkong rebus juga dapat memenuhi kebutuhan vitamin B-kompleks yang sangat berguna bagi tubuh, seperti folat, thiamin, piridoksin (vitamin B-6), riboflavin, dan asam pantotenat.

Sementara kandungan kalium di dalamnya mampu membantu mengatur denyut jantung dan tekanan darah. Namun, kamu harus pastikan mengonsumsi singkong yang telah diolah, ya. Karena, memakan singkong mentah memiliki risiko keracunan sianida. Racun tersebut muncul dari kandungan senyawa pada akar singkong dan kulitnya.

Telur Asin

Related image
womantalk.com

Telur bebek mengandung nilai gizi dua kalilipat lebih besar dari telur ayam. Maka, untuk meningkatkan metabolisme tubuh dalam medan perang, para pejuang cukup mengonsumsi telur bebek rebus ini.

Karena, telur bebek rebus mengandung 0,9 mg vitamin E yang mengisi 3% kebutuhan vitamin E pada tubuh, yang berfungsi untuk metabolisme. Kandungan omega 3 di dalamnya pun baik untuk kesehatan kulit dan otak.

Selain memenuhi kebutuhan tubuh sehat, telur asin juga lebih tahan lama, karena cangkangnya lebih tebal daripada telur ayam. Jadi para pejuang tidak perlu khawatir bekalnya menjadi cepat basi.

Baca Juga: Roel Mustafa, Lelaki 1.000 Janda, “Menafkahi Tidak Harus Menikahi”

Tiwul

Related image
detik.com

Selain jagung, makanan pokok pengganti nasi pada masa penjajahan Jepang adalah Tiwul. Bukan hanya makanan sehari-hari, tiwul juga menjadi bekal pahlawan saat berperang. Makanan ini terbuat dari gaplek, yakni bahan makanan yang dibuat dari olahan ketela pohon (singkong).

Kandungan kalorinya memang lebih rendah dari beras, tapi tiwul sangat efektif untuk mengobati sakit maag. Hingga saat ini, masih banyak orang yang masih bingung soal perbedaan tiwul dan nasi oyek.

Tiwul diolah dari tepung singkong, biasanya diberi gula merah sehingga rasanya manis. Sedangkan, nasi oyek tidak memakai campuran apa-apa, dan biasanya disajikan bersama lauk pauk pun sayuran, seperti nasi jagung.

Ubi Kukus

Related image
google.co.id

Terakhir adalah ubi yang merupakan makanan pengganti karbohidrat sangat baik. Ubi jalar mengandung vitamin C, B kompleks, serta fosfor. Kandungan tersebut bagus untuk daya tahan tubuh. Jadi, sangat pantas jika para pejuang zaman dulu tetap prima, meski makanannya sederhana, ya.

Terima kasih untuk segala perjuanganmu para pahlawan. Rasanya, kalau sekarang bisa membuatkan makanan terenak yang ingin mereka santap, kita rela, ya?

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY