7 Makanan Kekinian yang bisa Memicu Diabetes

kompas.com

Gulalives.co – Tahukah kamu jika nyatanya tidak semua makanan kekinian itu sehat? Meskipun rasa dan tampilannya sangat menggoda, sebagian besar makanan tersebut justru mengandung pemanis buatan dengan kadar yang cukup tinggi. Maka, mengkonsumsinya sama saja dengan meningkatkan risikomu terkena diabetes.

Related image
mentalfloss.com

Menurut ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Ali Khomsan, setiap orang dianjurkan mengonsumsi gula hanya 50 gram per hari. Lantas, bagaimana jika kebutuhan gula harian kita melampaui batas? Dan, apa saja makanan kekinian yang dimaksud? Berikut 7 di antaranya versi Gulalives:

Ayam Geprek

Related image
ismaya.com

Sepanjang tahun ini, berbagai varian ayam geprek cukup populer, ya? Karena, sepintas memang tidak ada masalah, rasanya pun enak dan membuat ketagihan. Namun, tahukah kamu jika nasi menjadi salah satu makanan yang paling banyak menyebabkan orang Indonesia mengalami diabetes?

Maka, memakan nasi putih setiap hari dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 11 persen. Belum lagi kalau kamu menambah porsi nasi saat menyantap ayam geprek, lengkap dengan kerupuk yang terbuat dari tepung terigu. Duh, kedua makanan ini jelas bisa membuat gula darahmu melonjak cepat, karena mereka sangat mudah dicerna.

Donat Indomie

Related image
snacks.indimu.com

Dalam porsi yang sama, jumlah kalori pada mie akan lebih besar dibandingkan nasi. Dalam sebungkus Indomie goreng, mengandung sekitar 420 kalori. Maka, dengan membuatnya menjadi donat Indomie, sama saja kamu mengkonsumsi 1,000-an kalori per porsinya.

Padahal, kebutuhan kalori normal untuk pria hanyalah 2,500, dan sekitar 2,000 -an untuk wanita, per harinya. Maka, kalau kamu sering mengonsumsi menu satu ini, bisa dibayangkan dong secepat apa kamu akan mengalami kenaikan berat badan dan peningkatan risiko diabetes?

Es Kepal Milo

Related image
liputan6.com

Milo sendiri sudah mengalami proses pengolahan susu yang diberi pemanis buatan. Kemudian, minuman ini diubah menjadi olahan lebih kekinian dengan menambahkan susu kental manis, kacang, cokelat, dan bahan lainnya. Jelas, semakin banyak pula kandungan gula yang akan kamu telan, saat mengkonsumsi satu porsi minuman ini.

Baca Juga: 4 Resep Rahasia Es Krim ala McDonald’s dan KFC

Jus Mangga Kekinian

Related image
nadipos.com

Jus mangga menjadi penyebab diabetes? Jelas, jika jus mangga tersebut ditambahkan pemanis, whipped cream, susu, aneka topping, dan sebagainya, seperti menu kekinian satu ini. Kenyangnya double, di perut, dan begitupun dengan rasa bersalah; penuh!

Mango Sticky Rice

Related image
food.ndtv.com

Olahan mangga satu ini juga masuk ke dalam daftar makanan kekinian yang menyebabkan diabetes, yakni mango sticky rice. Makanan ini biasanya diolah dengan bahan utama, seperti ketan putih, garam, daun pandan, mangga, santan kental, dan gula pasir. Meski terkesan baik, nyatanya seporsi menu ini mengandung 54 persen karbohidrat, 34 persen lemak, dan 12 persen protein.

Thai Tea

Related image
thespruceeats.com

Thai tea masih menjadi salah satu pilihan favorit untuk banyak orang menghilangkan dahaganya. Sayangnya, dalam satu porsi Thai tea, akan meningkatkan asupan gulamu secara drastis, yang diperoleh dari susu kental manis dan gula pasir.

Minuman ini mengandung rata-rata 66 persen karbohidrat dan 24 persen lemak. Penelitian bahkan menunjukkan, jika setiap kelebihan 40 gram lemak dalam sehari, memiliki risiko diabetes meningkat hingga tiga kalilipat.

Teh Keju

Image result for cheese tea
chicago.eater.com

Teakhir adalah teh keju atau cheese tea yang cukup menarik perhatian, kalangan Millennials. Namun, tahukah kamu jika kandungan gula pada milktea saja sudah cukup banyak, sekitar 31 gram.

Bagaimana jadinya jika teh tersebut ditambahkan keju? Menurut Health Committee Nutrifood, gula pada minuman kekinian ini dikategorikan consist of loaded sugar and fat from cheese cream. Sehingga, semakin banyak lagi asupan gula yang kamu dapatkan saat meminumnya.

Sebenarnya, tidak salah jika kamu suka dengan menu-menu makanan kekinian di atas, tapi semua akan menjadi masalah, saat kamu mengkonsumsinya secara berlebihan. Apalagi kalau kamu tidak rajin olahraga. Ikut tren boleh-boleh saja, tapi kesehatan tubuh tetap menjadi fokus utama, ya!

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY