Pernah Coba 7 Kuliner Khas Indonesia yang Terbuat dari Serangga?

0
28 views
parmapress24.it

Gulalives.co – Bukan Indonesia namanya kalau tidak terkenal dengan makanannya yang super unik dan beragam. Tumbuh bersama suku dan budaya yang berbeda-beda, membuat negara kita memiliki keunikan yang seolah tiada habisnya. Salah satunya adalah kuliner yang terbuat dari serangga. Ini 7 di antaranya, versi Gulalives! Kamu pernah coba?

Belalang Goreng

Image result for belalang goreng
google.co.id

Kamu harus coba olahan serangga khas Indonesia yang satu ini. Belalang yang akan diolah menjadi camilan ini sebelumnya sudah dibersihkan. Baru setelah itu dibumbui, kemudian digoreng.

Rasa belalang goreng ini sangat gurih dan juga renyah, terutama pada bagian kakinya. Makanan satu ini juga kaya akan protein, kalsium, magnesium, zat besi, mangan dan beberapa vitamin lainnya. Meskipun tampak tidak menggiurkan, nyatanya kuliner unik ini membawa banyak manfaat untuk kita, jika diolah dengan cara yang tepat.

Botok Lebah

Related image
youthnesia.blogspot.com

Tawon atau lebah biasa kita nikmati madunya, ya? Namun, di tangan ibu-ibu Indonesia, serangga ini bisa diolah menjadi botok, lho. Olahan khas dengan tambahan kelapa parut sebagai bahan utamanya ini terkenal pada beberapa wilayah di Pulau Jawa.

Tawon yang masih menjadi larva, dimasak begitu saja dengan bumbu-bumbu seperti lombok dan tomat. Kemudian ia dibungkus menggunakan daun pisang. Rasanya? Gurih dan lezat!

Jangkrik Goreng

Related image
poskotanews.com

Selain Belalang, ternyata Jangkrik juga bisa dikonsumsi, melalui proses masak sederhana, yakni digoreng. Bahkan, menurut penelitian Litbang ASTRIK (Asosiasi Peternak Jangkrik Indonesia), Jangkrik memiliki sejumlah kandungan yang bermanfaat, lho. Salah satunya adalah protein tinggi! Rasanya sebelas duabelas dengan Belalang goreng tadi.

Baca Juga: 100 Makanan Tradisional Khas Indonesia

Jubel Manis

Related image
okezone.com

Jubel merupakan sebutan larva capung yang biasanya hidup di danau. Makanan ini bisa kamu temukan di Pulau Dewata. Masyarakat Bali biasanya mengolah jubel dengan beragam bumbu, seperti menggunakan jeruk limau, minyak kelapa, dan kelapa bakar parut.

Sayangnya, jubel manis sudah langka dan semakin sulit ditemukan. Karena, jubel atau larva capung yang menjadi bahan utamanya pun, populasinya semakin sedikit.

Karena pola pertanian modern yang mengandalkan pestisida, sehingga membuat mereka perlahan menghilang ditelan zaman. Kamu harus segera coba, sebelum makanan ini benar-benar menjadi kenangan.

Kepompong Bumbu Pedas

Related image
malangtoday.net

Masyarakat Jawa Timur yang tinggal di daerah dengan banyak pohon jati, biasanya akan memanfaatkan kepompong sebagai bahan makanan. Kepompong yang digunakan yakni mereka yang hidup di bawah daun-daun jati yang sudah mengering.

Kepompong pohon jati ini biasanya digoreng langsung atau dimasak bumbu pedas. Rasanya sangat gurih dan tidak kalah lezat dengan udang. Namun, beberapa orang mengatakan kepompong bisa menyebabkan gatal-gatal. Jadi, cek dulu apakah kamu memiliki alergi?

Peyek Laron

Related image
cookpad.com

Laron adalah rayap jantan dan betina yang sudah siap membentuk koloni baru. Serangga bersayap ini biasanya akan banyak muncul saat musim hujan tiba. Karena mereka bergerombol dalam jumlah banyak, maka biasanya akan dinilai mengganggu, dan membuat lingkungan rumah menjadi kotor.

Jadi, agar laron tidak mati sia-sia, beberapa masyarakat Indonesia mengolahnya menjadi peyek atau rempeyek. Rasa peyek laron ini gurih, lho. Apalagi adonan untuk membuat peyeknya terbuat dari santan. Penasaran mencobanya?

Sate Ulat Sagu

Related image
ksmtour.com

Terakhir adalah olahan serangga khas Indonesia yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Papua. Suku asli yang tinggal di sana, biasa mencari ulat sagu di pohon-pohon sagu yang sudah tua.

Setelah itu, ulat kemudian ditusuk-tusuk, dijadikan sate, lalu dibakar. Kalau kamu tertarik untuk merasakan sensasi ulat yang pecah di dalam mulut, kamu harus membuang bagian kepalanya terlebih dulu ya, sebelum dimakan. Karena, kamu hanya boleh mengonsumsi bagian tubuhnya yang kenyal dan berwarna putih.

Dari ketujuh makanan khas Indonesia yang terbuat dari serangga tadi, mana yang sudah pernah kamu coba, dan mana yang paling membuatmu takut untuk mencobanya?

LEAVE A REPLY