tsaqofah.id

Gulalives.co – Menjadi suri tauladan bagi umat islam, segala perilaku Nabi Muhammad SAW menjadi pedoman hidup kita. Tidak hanya akhlak yang mulia dan tuntunannya dalam beribadah, Rasul juga mencontohkan pada umatnya bagaimana cara melakukan sesuatu dengan baik dan benar, seperti halnya bagaimana makan dan minum sesuai sunnah Rasul. Dan, berikut ini adalah beberapa anjuran, cara makan dan minum rasulullah berdasarkan hadits.

Makan Secukupnya (Tidak Berlebihan)

Related image
okezone.com

Rasul selalu menganjurkan umatnya untuk makan secukupnya dan menghindari perilaku boros atau berlebih. Selain itu Rasul juga menyebutkan bahwa perut atau lambung terbagi menjadi tiga bagian, yakni sepertiga untuk udara, sepertiga untuk makanan, dan sepertiga untuk minuman. Sebagaimana makan dan minum sesuai sunnah Rasul yang disebutkan dalam hadits berikut ini:

“Hendaklah kamu makan, minum, berpakaian, dan bersedekah dengan tidak berlebihan dan sombong,” (HR Ahmad dan Abu Daud)
“Sesungguhnya termasuk pemborosan bila kamu makan apa saja yang kamu bernafsu memakannya,” (HR Ibnu Maajah)

Lagipula, kekenyangan juga bisa mengeraskan hati, memberatkan tubuh, mengurangi kecerdasan, menyebabkan kantuk, tidur lebih banyak, dan melemahkan seseorang hingga malas beribadah

Berwudhu Sebelum dan Sesudah Makan

Related image
blogspot.co.id

Tidak hanya sebelum melakukan shalat wajib pun sunnah, Rasul juga berwudhu sebelum makan untuk menghindari gangguan setan, dan menghilangkan kefakiran sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini:

“Berwudhu sebelum makan menghilangkan kefakiran, dan berwudhu setelah makan menghilangkan gangguan setan,”

Makan dengan Tangan Kanan

Image result for Adab Makan dan Minum Sesuai Sunnah Rasul
islamkafah.com

Seorang muslim hendaknya mengikuti sunnah Rasul untuk senantiasa makan menggunakan tangan kanan, dan menurut para ilmuwan pun, hal ini bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk melatih saraf sensorik pada tangan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

“Hendaklah kamu sekalian makan dengan tangan kanan. Sebab setan makan dan minum dengan tangan kirinya,” (HR Muslim)

Membaca Basmalah

Related image
flickr.com

Mengawali segala sesuatu dengan basmalah sangat dianjurkan untuk umat Islam, karena dengan membaca basmalah, seseorang dapat menghindari gangguan setan yang dapat melemahkan iman dan ibadah seseorang. Adapun jika lupa membaca basmalah sebelum makan, maka bacalah kalimat “Bismillahi Awwa-lahu wa Akhirahu” seperti makan dan minum sesuai sunnah Rasul yang disebutkan dalam hadits:

“Jika lupa membaca Bismillah, bacalah “Bismillahi Awwa-lahu wa Akhirahu” (dengan nama Allah dari mula hingga akhir),” (HR Abu Dawud dan Attirmidzi)

Duduk dan Tidak Bersandar pun Berdiri

Related image
flickriver.com

Seorang muslim Hendaknya tidak makan atau minum sambil berdiri pun bersandar, dan makan maupun minum sambil duduk lebih utama, dan sebaiknya makanan yang dimakan diletakkan di atas tanah, untuk menjaga kerendahan diri. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Aku tidak makan sambil bersandar. Aku adalah seorang hamba, maka aku minum seperti minumnya hamba dan makan pun seperti makannya seorang hamba,”
“Janganlah seorang di antara kalian minum sambil berdiri,” (HR Muslim)

Tidak Mencela Makanan

Related image
blogspot.co.id

Seperti apa pun makanan yang didapat dan diperoleh, jika kita tidak menyukainya, sebaiknya jangan mencela makanan. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW:

“Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan; Jika ia suka dimakannya, jika tidak suka ditinggalkannya,” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Dianjurkan untuk Makan Bersama

Related image
blogspot.com

Rasulullah jarang makan sendirian, beliau selalu mengajak orang lain untuk makan bersamanya, oleh karena itu seorang muslim hendaknya mengajak orang lain untuk makan bersama. Makanan yang baik dalam islam adalah makanan yang banyak orang memakannya, sebagaimana makan dan minum sesuai sunnah Rasul yang disebutkan dalam hadits berikut:

“Rasulullah SAW tidak pernah makan sendirian,” (HR Anas RA)
“Makanan dua orang cukup untuk tiga orang, makanan untuk tiga orang cukup untuk empat orang,” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Bersabar

Related image
wordpress.com

Jika makan bersama dengan banyak orang, maka Rasul menganjurkan untuk bersabar hingga orang tua atau pemimpin mengambil makanannya terlebih dahulu, dan orang yang menyajikan makanan, akan makan setelah orang lain makan. Rasulullah SAW bersabda:

“Yang melayani minuman suatu kaum, hendaknya dialah yang terakhir minum,” (HR Attirmidzi)

Baca Juga: 10 Amal Ibadah pada Bulan Puasa Sesuai Sunnah Rasul

Tidak Meniup Makanan

Related image
masjidku.id

Kadang, kita masih suka lupa dan meniup makanan saat masih panas, padahal sebenarnya ini harus dihindari, karena Rasul melarang kita untuk meniup makanan tatkala masih panas. Para ahli kesehatan juga membenarkan bahwa meniup makanan tidaklah baik untuk kesehatan. Sebagaimana hadits berikut ini:

“Rasulullah SAW melarang orang untuk meniup-niup minuman/makanan,” (HR Abu Dawud)

Makan dari Tepian Piring

Related image
dream.co.id

Jika memakan makanan, maka makanlah dari tepian piring, makan hingga ke tengahnya. Seperti yang senantiasa dicontohkan oleh Rasulullah SAW,

“Berkat itu turun di tengah-tengah makanan, maka makanlah dari tepi-tepinya, dan jangan makan dari tengah-tengahnya,” (HR Abu Dawud, Attirmidzi)

Mengunyah Perlahan dan Mengecilkan Suapan

Related image
adis.web.id

Rasulullah selalu menyantap makanan dengan mengecilkan suapannya, dan mengunyahnya hinga berkali-kali. Rasul juga tidak menyuapkan makanan sebelum suapan yang sebelumnya selesai ditelan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Kecilkan suapan dan baguskan mengunyahnya,”
“Janganlah mengulurkan tangan pada suapan yang lain sebelum menelan suapan pertama,”

Tidak Menggunakan Alat Makan yang Terbuat dari Emas dan Perak

Related image
media.ihram.asia

Makan dengan alat yang terbuat dari emas dan perak adalah kebiasaan kaum kafir, oleh karena itu Rasul melarang umatnya untuk tidak menggunakan alat yang terbuat dari logam tersebut. Sebagai mana makan dan minum sesuai sunnah Rasul berikut ini:

“Rasulullah SAW melarang kami minum dan makan dengan perkakas makan dan minum dari emas dan perak,” (Mutafaq ‘alaih)

Minum dari Gelas dan Tidak Sekali Teguk

Related image
islamituindah.com.my

Selain makan dengan perlahan, Rasul pun menganjurkan untuk minum dengan benar, yakni tidak meminum air dalam gelas dengan sekali teguk dan juga tidak meminumnya langsung dari teko, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:

“Jangan minum sekaligus, ambillah jeda (ambil napas) dua sampai tiga kali. Rasulullah jika minum bernapas sampai tiga kali,” (HR Al Bukhari dan Muslim)
“Rasulullah SAW melarang orang yang minum dengan membalik mulut kendi langsung ke mulutnya,” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Menghabiskan Makanan yang Diambil

Related image
fikriarista.net

Rasul menganjurkan kita untuk makan secukupnya, dan menghabiskan makanan yang diambil, untuk menghindari perilaku boros dan mubazir, serta untuk mendapatkan berkat dari makanan secara utuh. Rasulullah SAW bersabda:

“Kamu tidak mengetahui di bagian yang manakah makananmu yang berkat,” (HR Muslim)

Membaca Hamdalah Usai Makan

Related image
mozaik.inilah.com

Makanan yang kita dapat dan makan setiap hari adalah pemberian rezeki dari Allah SWT. Maka itu, setelah makan, Rasul senantiasa mengucapkan syukur dengan membaca hamdalah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:

Rasulullah SAW jika selesai makan dan mengangkat hidangannya membaca: “Alhamdulillahi hamdan katsiran thoyyiban mubaarokan fihi, ghoiro makfiyin wala mustaghnan ‘anhu rabbana (segala puji bagi Allah, pujian yang sebaik-baiknya, yang baik dan berkat. Tiada terbalas, dan tidak dapat tidak, tentu kami membutuhkan kepadanya, wahai Tuhan kami,” (HR Al Bukhari)

Tidak Memberikan Makanan yang Tidak Disukai pada Orang Lain

Related image
alodokter.com

Rasul senang berbagi makanan dengan orang lain, tapi beliau tidak pernah memberikan suatu makanan yang tidak disukai olehnya, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:

“Janganlah kamu memberi makanan yang kamu sendiri tidak suka memakannya,” (HR Ahmad)

Itulah cara makan Rasulullah yang semestinya dapat ditiru oleh umat Islam, karena apa pun yang dicontohkan oleh Rasul, pastilah memiliki sisi positif, dan manfaat yang besar untuk kita. Selain itu, hendaknya kita menghindari makanan dan minuman haram yang berdampak buruk bagi tubuh, ya.

LEAVE A REPLY