Main Film Jepang, Chelsea Islan Ingin Belajar Disiplin

Gulalives.com, JAKARTA – Aktris muda Chelsea Islan berkesempatan tampil dalam siaran FTV bersama Fuji TV Jepang sebagai perwakilan dari Indonesia. Ia akan dipasangkan dengan bintang film Attack on Titan Shu Watanabe sebagai pasangan kekasih yang menjalin hubungan jarak jauh dalam drama-romantis berjudul When You Wish Upon A Sakura.

Sebagai peran utama wanita dan perwakilan dari Indonesia membuat dara berusia 20 tahun ini bersyukur. Chelsea juga memiliki misi untuk bisa mengharumkan nama bangsa pada debut internasional perdananya ini.

chelsea islan“Saya sangat bersyukur dan sangat senang di tawarkan proyek ini oleh DNA Production dan Fuji TV. Saya sangat senang karena ini pertama kali saya berkolaborasi dengan luar negeri, dengan produksi internasional. Mudah-mudahan saya bisa membawa nama baik Indonesia,” katanya, baru-baru ini, dilansir dari Antaranews.com.

Terpilihnya Chelsea Islan dalam proyek kolaborasi Jepang dan Indonesia ini menjadi dasar pertimbangan produser kedua negara yang mencari karakter anak muda populer dalam negeri. Produser dari DNA Production Rina Novita mengatakan,

Chelsea Islan Kompas/Lucky Pransiska (UKI) 08-08-2015
Chelsea Islan
Kompas/Lucky Pransiska (UKI)
08-08-2015

“Permikiran bintang didasari dengan ceritanya yaitu tentang anak-anak muda dan populer, baik di Indonesia dan Jepang. Dan film ini harus jadi ambassador kedua negara. Waktu itu dari Fuji TV nanya ‘kalau Chelsea Islan bagaiamana?’.”

Produser asal Jepang Satoshi Kubota menungkapkan dengan singkat alasanya memilih Chelsea Islan dan Shu Watanabe, “Karena Chelsea cantik, dan Shu ganteng,” ujarnya singkat sambil tertawa.

chelChelsea pun mengaku belajar berbagai hal saat terlibat dalam film kolaborasi antara Indonesia dan Jepang, salah satunya soal disiplin. “Saya belajar menjadi aktor yang profesional, belajar disiplin, menjadi orang yang lebih menghargai waktu. Selesai (syuting film) on time, mulai on time,” katanya.

Pemeran utama film “Di Balik 98” itu juga mengaku belajar memanfaatkan waktu istirahat saat syuting, salah satunya dari aktor Jepang yang menjadi lawan mainnya di “When You Wish Upon a Sakura”, Shu Watanabe.

“Saya belajar tentang akting, harus bisa menyesuaikan diri dengan setiap adegan. Saya belajar kalau break syuting, mereka (aktor di Jepang) justru membaca skript (naskah). Di mindset harus saya belajar membaca (naskah saat istirahat), fokus dan commit,” tutur Chelsea.

Chelsea Islan Siap Perang Melawan Penyakit IniDia mengaku terkesan dengan pengalaman pertamanya bermain di film hasil produksi luar negeri (Jepang). Chelsea juga memuji lawan mainnya, Shu karena mampu berperan secara profesional. “Saya senang ini pengalaman pertama berkolaborasi dengan film produksi internasional. Menyenangkan bekerjasama dengan Shu,” kata dia.

Chelsea Islan Siap Perang Melawan Penyakit Ini 1Dalam kesempatan itu, Shu berharap kolaborasi pertamanya, sebagai wakil Jepang dengan Chelsea (wakil Indonesia) bisa mempererat hubungan persahabatan antara Jepang dan Indonesia.  “Harapan saya, semoga hubungan persahabatan Jepang dan Indonesia semakin erat, karena saat ini memang ini cukup dekat, sekalipun ada jarak dari segi bahasa dan budaya, misalnya,” tutur Shu.

When You Wish Upon A Sakura akan tayang selama 90 menit dalam dua episode pada 25-26 April 2016. FTV tersebut akan disiarkan di saluran televisi jaringan Waku Waku Japan. (DP)

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY