Gulalives.com, Jakarta- Bohong jika si murai batu juara di ajang manapun tak kenal dengan yang namanya “Kroto”. Telur semut dari jenis rangrang hutan ini sangat tinggi dengan protein dan jadi favorit makanan dari burung murai batu sebelum bertanding.

Harga yang fantastis bagi kroto hutan hasil buruan para pencari kroto yang saat ini dibandrol 200.000 rupiah per kg tidak menurunkan minat para pemelihara burung murai batu untuk membelinya demi burung kesayangan dapat berkicau mengalahkan burung pesaing lainnya.

Saat ini dibeberapa daerah diketahui banyak tersedia penangkaran semut rangrang yang menyediakan kroto hasil budidaya para penangkar. Namun tidak tahu mengapa, kualitas kroto yang dihasilkan masih kalah jauh dari kualitas kroto hutan yang didapat oleh para pemburu. Bahkan bagi yang sudah pernah mencoba memberikan keduanya pada burung kesayanganya akan menemukan kenyataan bahwa  burung jenis murai batu ini seakan mengetahui mana krota alam bebas dan mana kroto hasil penangkaran. Biasanya murai akan lebih giat mengkonsumsi kroto liar hasil buruan di hutan.

kroto_www.bebeja.com
kroto_www.bebeja.com

Walaupun manfaat kroto sebagai suplemen sudah diakui dapat menambah kualitas kicau burung murai batu, namun harus diingat pemberian kroto tinggi protein secara berlebihan akan membuat burung terlalu bersemangat dan heboh didalam kandang. Ini biasanya yang menyebabkan pada saat perlombaan dimulai ada beberapa burung yang hanya sibuk melompat didalam kandang tanpa mengeluarkan kicau indahnya karena kebanyakan asupan kroto sebelumnya.

Takaran dan waktu yang tepat sebelum perlombaan merupakan kunci dari keberhasilan dalam pemberian suplemen kroto ini, pemberian kroto secara berkala dengan menggunakan jeda sudah terbukti dapat memberikan hasil yang lebih optimal.

Ini kunci rahasia pemberian suplemen kroto dari para juara kontes murai yang berhasil gulalives rangkum dan sajikan untuk para pembaca:

  1. Pemberian kroto diberikan sepanjang pemeliharaan namun dengan jeda yang teratur, tidak hanya saat burung murai batu akan menghadapi lomba saja.
  2. Lakukan takaran yang tepat, berikan takaran ganda pada saat 1 bulan sebelum murai akan terjun ke lapangan.
  3. Selang seling hari pemberian terutama saat pemeliharaan yaitu cukup seminggu sekali tersedia kroto didalam kandang dan seminggu tiga kali saat 1 bulan murai akan bertanding.
  4. Cari kroto hutan atau kroto liar yang berkualitas, memang agak lebih sulit mencarinya jika dibandingkan dengan kroto hasil tangkaran yang banyak beredar. Namun dengan kroto hutan kicauan burung dan stamina akan jauh lebih optimal.
  5. Beli kroto dalam jumlah terbatas, cukup untuk dihabiskan dalam waktu 2 minggu pemberian takaran untuk mencegah kroto basi, kemudian jika habis maka beli kembali sebanyak takaran tersebut. Hal ini agar menjaga kualitas kroto yang diberikan pada murai calon juara.

Oke para kicau mania, selamat mencoba rahasia pemberian suplemen kroto untuk murai batu ini dan tampil percaya diri saat lomba nanti. (Hz)

LEAVE A REPLY