Gulalives.com, JAKARTA – Kota Tua Jakarta yang dahulu dikenal sebagai Batavia, mengukir sejarah panjang sebagai sentra produksi seni dan budaya. Tahun 2015 ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan PT Pembangunan Kota Tua Jakarta (JOTRC) berencana membangun fasilitas pendidikan dan komunitas untuk film, musik, dan teater di Kota Tua ini.

Pembaruan Kota Tua menjadi restorasi kebudayaan yang berlokasi di Jalan Malaka nomor 7-9, Jakarta Barat ini merupakan perintah langsung dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Lin Che Wei, CEO JOTRC mengatakan awalnya Ahok berinisiatif membuat tempat untuk screening film. Kemudian Ahok berpandangan DKI Jakarta akan menyewa gedung bersejarah milik perusahaan BUMN selama 20 tahun. Sementara JOTRC diminta mengurus perizinan.

“Gedung ini nantinya akan menjadi pusat pendidikan eksternal dan pembentukan komunitas film, musik, serta teater,” tutur Lin Che Wei kepada wartawan di Gedung Roa, Jalan Malaka, Rabu (29/4).

Pemprov DKI menyewa gedung bersejarah tersebut dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) selama 20 tahun dan sewa gedung dihibahkan kepada yayasan yang menaungi Institut Kesenian Jakarta. Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah memberi izin PT Pembangunan Kota Tua Jakarta untuk menggunakan lokasi PT PPI.

“Kami beruntung bersama-sama JOTRC membangun kawasan Kota Tua. Masuk kembalinya institusi pendidikan dan seni akan cepat mendorong pertumbuhan Kota Tua,” ujar Prasetyo Indrohartono, perwakilan PT PPI.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Purba Hutapea menyatakan dukungan penuhnya untuk program ini. “Kami berencana memberi pendekatan intensif guna mendorong seniman, pemusik, insan film, dan pelajar, untuk hidup, bekerja, dan berkiprah di Kota Tua sesuai dengan slogannya, ‘to Work, to Live, to Play’,” kata Purba.

Kota Tua sebagai bagian wilayah dari Ibu Kota memiliki nilai historis yang panjang. Pada masa lampau, bangunan di Kota Tua menjadi sentra produksi seni dan budaya. Dalam catatan sejarah, tahun 1743 hingga 1755, bangunan yang dikenal dengan Toko Merah ini berfungsi sebagai Dutch Academic de Mareni, lembaga pelatihan bagi para pelaut. Tahun 1778 berdiri Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen atau dikenal sebagai Batavia Society for Arts and Science.(WI/MK)

LEAVE A REPLY