Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Cara Menangani Kista Ovarium

0
111 views
youtube.com

Gulalives.co – Tak sedikit wanita yang memiliki kista ovarium. Sebagai salah satu penyakit yang sering menyerang wanita, kista ovarium bisa berkembang menjadi tumor bahkan kanker ovarium. Kista ovarium terjadi karena pertumbuhan sel yang tidak normal, yakni kantong berisi cairan yang terbentuk di dalam ovarium (indung telur). Kamu bisa mengenalinya lewat gejala yang ditimbulkan.

Related image
survivingwinter.org.uk

Karena, tiap wanita memiliki dua indung telur, bagian dari sistem reproduksi wanita. Organ ini berfungsi untuk menghasilkan sel telur setiap bulan (mulai dari masa pubertas hingga menapouse), juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Namun, kadang ovarium mengalami gangguan, salah satunya yang disebabkan oleh kista.

Gejala

Related image
onhealth.com

Biasanya, kista tidak menyebabkan gejala dan bisa hilang dengan sendirinya dalam hitungan bulan. Namun, pada beberapa kasus, kista bisa jadi semakin besar dan berisiko pecah hingga mengakibatkan gejala serius, dan harus segera dioperasi.

Jika kista ovarium sudah menyebabkan gejala, kamu perlu segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Bicarakan dengan dokter ahli tentang keluhan yang kamu rasakan secara menyeluruh. Karena keberadaan kista cenderung tidak menyebabkan gejala, tapi jika sel kista tersebut pecah, berukuran besar, atau menyumbat aliran darah ke ovarium, maka akan muncul beberapa gejala. Di antaranya:

  • Perdarahan yang lebih banyak dari biasanya pada saat menstruasi,
  • Sulit hamil,
  • Rasa nyeri pada tulang panggul,
  • Rasa nyeri saat berhubungan seksual,
  • Menstruasi yang tidak teratur atau berubah,
  • Nyeri pada tulang panggul beberapa saat sebelum atau setelah menstruasi,
  • Nyeri pada tulang panggul saat berhubungan seks,
  • Sering buang air kecil,
  • Muntah, mual, dan payudara menjadi sensitif seperti saat hamil,
  • Sulit buang air besar,
  • Proses pencernaan yang tidak lancar,
  • Perut terasa kembung,
  • Lebih cepat merasa kenyang dibanding biasanya,
  • Limbung atau pusing, dan
  • Komplikasi.

Meskipun beberapa wanita tidak akan merasakan gejala apa pun, beberapa jenis kista ini bisa jadi bersifat ganas. Hal ini mungkin terjadi, terutama jika kista baru tumbuh setelah wanita melewati masa menopause. Maka itu, pemeriksaan rahim rutin perlu dilakukan meskipun kamu tidak merasakan gejala apa pun untuk menghindari beberapa komplikasi seperti:

  • Torsi ovarium adalah kista yang semakin membesar dapat menyebabkan ovarium bergeser dari posisi yang seharusnya, sehingga risiko ovarium terpelintir akan semakin meningkat. Kondisi terpelintirnya ovarium ini disebut dengan torsi ovarium.
  • Pecahnya kista, yang akan menimbulkan rasa nyeri dan perdarahan hebat dalam perut.

Jenis Kista

Kista Fungsional

Kista fungsional muncul sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kista yang paling umum terjadi ini cepat hilang dan tidak berbahaya. Kista fungsional bisa terbagi menjadi dua jenis yaitu kista korpus luteum dan kista folikel.

Korpus Korpus Luteum

Korpus Korpus Luteum adalah sel yang memproduksi hormon estrogen dan progesteron setelah pelepasan sel telur. Ketika lubang keluarnya sel telur pada korpus luteum tersumbat, penumpukan cairan pun terjadi. Inilah yang menyebabkan korpus luteum berkembang menjadi kista. Kista jenis ini umumnya akan hilang dalam beberapa bulan, tapi memiliki risiko untuk pecah. Jika terjadi, kista ini dapat menyebabkan perdarahan dan sakit yang datang secara tiba-tiba.

Kista Folikel

Kista Folikel adalah kista yang ada di dalam ovarium, sel telur berkembang dalam struktur yang dikenal sebagai folikel. Kista folikel terbentuk ketika folikel mengalami gangguan sehingga tidak bisa melepaskan sel telur. Folikel pun membengkak karena penuh cairan dan menjadi sebuah kista. Kista folikel bisa hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Kista Patologis

Kategori kista ini tidak berhubungan dengan siklus menstruasi dan muncul akibat adanya pertumbuhan sel yang tidak normal. Sebagian kecil dari jenis kista ini bisa bersifat kanker.

Kista Dermoid

Kista dermoid adalah jenis kista dengan sel abnormal yang paling biasa terjadi pada wanita berusia di bawah 40 tahun. Kista ini dapat mengandung semua jenis jaringan manusia, misalnya rambut, darah, lemak, tulang, kulit, hingga gigi.

Baca Juga: Hati-hati, 8 Penyakit Kelamin ini Sering Menyerang Wanita!

Hal ini dapat terjadi karena kista ini berasal dari sel yang belum berkembang menjadi sel telur. Sel ini mempunyai kemampuan untuk berubah menjadi sel jaringan tubuh apa pun. Meski tidak ganas, kista ini tetap dapat berkembang dan membesar hingga berdiameter 20 cm, maka harus diangkat dengan proses operasi.

Kista Adenoma

Kista jenis ini biasanya ditemukan pada wanita di atas 40 tahun dan terbentuk dari sel-sel jaringan luar ovarium. Kista adenoma dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni:

  • Kista adenoma serosa yang biasanya berukuran kecil, tapi tetap dapat mengakibatkan gejala jika pecah, sedangkan
  • Kista adenoma mukosa dapat berkembang hingga berdiamater 35 cm. Kista ini jarang yang bersifat ganas, tapi tetap dapat menyebabkan ovarium terpelintir sehingga aliran darah ke ovarium pun tersumbat.

Cara Menangani Kista

Related image
healthline.com

Meski kista biasanya akan hilang sendiri dalam beberapa bulan. Namun, untuk memastikannya, kamu dapat menjalani pemeriksaan USG. Karena ada beberapa faktor yang menentukan perlu atau tidaknya pengangkatan kista tersebut:

  • Ada atau tidak adanya gejala. Sekitar empat persen kasus kista akan menyebabkan gejala. Jika gejala terjadi, operasi pengangkatan akan dianjurkan.
  • Ukuran dan kandungan kista. Kista yang berukuran besar dan yang diperkirakan mengandung sel abnormal perlu diangkat melalui operasi.
  • Kista terjadi dalam masa menopause. Wanita yang telah mengalami menopause memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker ovarium yang berkembang dari kista.
  • Penderita kista yang telah mengalami menopause dianjurkan untuk menjalani tes darah dan USG secara teratur untuk memastikan hilangnya kista dalam waktu dekat. Jika tidak, kista perlu diangkat melalui operasi karena berpotensi berkembang menjadi kanker ovarium.

Dampak Kista pada Kesuburan

Kista sering dinilai dapat mengganggu kesuburan seorang wanita. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar, karena pada umumnya kista dapat diangkat dengan mudah tanpa mengganggu ovarium. Tapi untuk jenis kista ovarium yang kompleks, penanganan melalui operasi dapat memengaruhi tingkat kesuburan penderitanya.

LEAVE A REPLY