Kisah Mengharukan Anak-anak Nurul Fikri yang Selamat dari Tsunami

0
885 views

Gulalives.co – Dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususnya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan, dan Serang, memang tidak sedikit. Terhitung 62 orang meninggal dunia, 584 mengalami luka, dan 20 lainnya hilang, masih dalam pencarian. Duka pasti terasa. Namun, izinkan kami berbagi cerita dari anak-anak Nurul Fikri yang begitu mengharukan.

Related image

Malam itu, anak-anak sedang mengikuti Quran Camp. Mereka ada di sekitar lokasi terjadinya tsunami. Tepatnya di salah satu resort di Anyer, yakni Resort Umbul Tanjung. Syukurnya, mereka terselamatkan dari gelombang pasang yang tingginya jelas mampu menggulung, jika tanpa kuasa Allah yang mala itu melindungi mereka.

Baca Juga: Kronologi Tsunami yang Terjadi di Anyer

Tsunami yang terjadi akibat erupsi anak Gunung Krakatau ini, hanya menyentuh pagar pembatas. Air tidak masuk ke dalam resort yang sedang di tempati anak-anak penghafal Al-Qur’an tersebut.

Baca Juga: Band Seventeen juga Menjadi Korban Tsunami di Anyer

Saat suara gelombang dan tsunami mulai terdengar pun, mereka terus berdzikir dan melanjutkan tilawahnya di mushola. Sembari melakukan koordinasi dengan pengelola resort, untuk menjalankan rangkaian evakuasi ke daerah yang lebih tinggi.

Baca Juga: Kabar dari Komedian Ade Jigo Setelah Selamat dari Tsunami

Ketika evakuasi sedang berlangsung, terlihat jelas air meluap ke jalanan, beberapa ratus meter dari resort. Menghancurkan bangunan yang ada di sekitar. Dan berikut kisah lengkapnya:

“Cerita evakuasi santri, ustadz, dan ustadzah pembimbing program IEP (International Education Program) NFBS (Nurul Fikri Boarding School), Serang, yang sedang dikarantina (sebelum berangkat ke Turki), di Resort Umbul Tanjung yang posisinya di pinggir pantai.

Ingin Sedikit Berbagi
(Ustadzah Ai Nur’aeni, Lc.)

Pada sore hari kemarin, Thalibah (Murid perempuan) sempat menyaksikan dari lantai 2 vila bagaimana anak Gunung Krakatau mengeluarkan api dan laharnya. Thalibah sempat khawatir, tapi kemudian kita melaksanakan aktivitas seperti biasa.

Thalib dan Thalibah terus menyetorkan hafalannya, diiringi dengan suara dan getaran yang cukup terasa dari anak Gunung Krakatau.

Sekitar pukul 21.30 WIB, setelah anak-anak selesai aktivitas tahfizh, tiba-tiba kami mendengar suara gemuruh yang sangat besar dan diikuti anak-anak Thalib yang berhamburan berlari dari arah vila belakang, karena melihat ombak yang besar sudah sampai ke tembok pembatas resort.

Saat itu, Thalibah cukup panik. Dan kami semua berkumpul di Mushola resort untuk terus berdzikir dan tetap bertilawah sambil berkoordinasi.

Sampai kemudian pengelola resort menyampaikan, mereka siap untuk membantu evakuasi ke daerah yang lebih tinggi dengan menggunakan mobil-mobil yang ada. Termasuk mobil tamu yang berniat bermalam di vila.

Saat itu kami baru tahu bahwa beberapa ratus meter sebelum (daerah) Umbul Tanjung dan setelah Umbul Tanjung, air meluap ke jalanan, menghancurkan bangunan yang ada, dan ajaibnya air hanya menyentuh pagar batas belakang Vila Umbul Tanjung, dan tentunya ini atas Kehendak Allah. Allah telah menyelamatkan kami 😭😭😭

Dan kami pun bisa melalui jalur evakuasi sampai perumahan penduduk dengan aman. Padahal beberapa meter dari jalur evakuasi, jalanan sudah tidak bisa dilalui kendaraan. Dan qadarullah, alhamdulillah jalur evakuasi itu ternyata berakhir di NF. Walaupun harus melalui jalan terjal, licin, karena hujan dan hutan.

Masya Allah, Allah menjaga kami, mungkin karena saat itu kami menjaga Kalam-Nya 😭😭😭 ini baru di dunia, di akhirat kelak semoga Allah juga akan menjaga siapa saja yang menjaga interaksinya dengan Al-Qur’an, dari api neraka.

Aamiin yaa Robb 😭😭😭
Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran..🙏”

Tak ada suatu apa pun yang terjadi tanpa kehendak Allah. Peristiwa tsunami, korban selamat pun tidak, dan kisah mengharukan dari anak-anak Nurul Fikri yang sedang mengikuti Quran Camp ini, semua terjadi atas izin Allah. Semoga kisah ini senantiasa menjadi pengingat untuk kita semua. Aamiin.

LEAVE A REPLY