people.com

Gulalives.co – Setiap orang pasti punya permasalahan hidup masing-masing, melewati banyak perjuangan dan kembali berhasil bertahan adalah kebahagiaan tersendiri. Namun, sebagaimana manusia biasa, kita pasti pernah lupa diri, mengeluh, bahkan menyalahkan Tuhan atas apa yang kita alami dalam hidup.

Related image
kisstartup.com

Kita kerap marah dan kecewa karena jalan hidup tak sesuai harapan, tanpa sadar kita pun tak selalu mengingat Tuhan sebagaimana Ia mengharapkan seorang umat mencintai-Nya. Sebelum keluhan membuat kita semakin jauh dari Tuhan, coba baca kisa inspiratif dari mereka yang sempurna dalam ketidaksempurnaan berikut ini:

Shang Wuyi, Penyapu Jalan yang Bisu dengan Satu Kaki

Related image
scoopnest.com

Shang Wuyi adalah seorang penyapu jalanan yang sudah bekerja selama 12 tahun, di mana pria berusia 46 tahun ini setiap paginya harus bangun jam empat pagi untuk mulai bekerja. Ia juga tak pernah libur satu hari pun sejak ia mulai bekerja.

Namun, ia tetap mengaku bahagia bisa bekerja, apalagi setiap harinya ia ditemani sang istri tercinta. Istrinya mengungkapkan jika Shang maupun saudara perempuannya terlahir tuli dan memiliki cacat keturunan yang mereka dapatkan dari ibunya.

“Meski dia tidak bisa bicara, saya tahu dia sangat menghargai pekerjaannya. Dia tahu tubuhnya cacat, jadi dia harus bekerja lebih keras daripada yang lain untuk mempertahankan pekerjaannya,” kata Wang, istri yang telah menikah dengan Shang selama 21 tahun.

Viktoria Modesta, Penyanyi Bionik

Related image
wikipedia.org

Hidup dan tak bisa menggunakan satu kakinya karena trauma yang ia alami di usia dini, membuat Viktoria memutuskan untuk meminta bantuan dokter agar mengamputasi kakinya di usia 20 tahun. Ia mengaku tertantang dan mendapatkan inspirasi untuk tetap bertahan hidup meski fisiknya tak lagi utuh.

Dengan penampilan bionik atau alat bantu gerak di kakinya yang terdiri dari komponen elektronik atau mekanik, Viktoria mulai meniti karier di industri pemodelan dan menjadi sukses di industri musik juga. Ia membuktikan jika fisik yang tak sempurna di mata bisa tetap memiliki kesempurnaan jika kita mampu mensyukuri pemberian Tuhan.

John Bramblitt, Pelukis yang Buta

Related image
brightside.me

Pada usia 30 tahun, John kehilangan penglihatannya karena komplikasi epilepsi yang ia alami. Setelah mengatasi depresi yang ia rasakan, John kembali menemukan pencerahan dalam bidang seni. Saat ini, John adalah salah satu pelukis Amerika yang paling terkenal. John mengembangkan tekhnik khusus untuk menciptakan lukisan dengan rasa dalam tiap sentuhannya.

Ia membuat sketsa dengan cat matte dan meninggalkan bekas yang nyata di atas kanvas. Kemudian ia juga menciptakan area yang dibutuhkan pada kontur yang menonjol dengan mengisinya menggunakan cat. Tak hanya itu, John juga memilih cat dan menciptakan nuansa melalui penggunaan sentuhan juga. Untuk mendapatkan warna yang tepat, ia mengaku cukup mencampur warna hingga mendapatkan konsistensi yang diinginkan. Salut!

Tony Melendez, Pemain Gitar Tanpa Tangan

Related image
anniekarto.com

Komposer, penyanyi, dan penulis lagu ini telah memimpikan jika ia bisa memainkan gitar di sepanjang hidupnya, meskipun tidak ada lengan sejak lahir, tidak membuat Tony merasa memiliki hambatan yang berarti untuk memenuhi keinginannya tersebut.

Tony belajar memainkan alat musik gitar dengan kakinya dan seketika ia pun menjadi populer di seluruh dunia. Sejak tahun 80 -an, Tony sudah sukses mengadakan konser. Ia merupakan penulis buku juga motivator yang menginspirasi banyak orang.

Hugh Herr, Seorang Pendaki yang Kehilangan Kaki

Image result for Hugh Herr pendaki
beritahotnew21.blogspot.co.id

Ketika Hugh berusia delapan tahun, ia berhasil mendaki puncak pertamanya, Gunung Temp dengan ketinggian 11.627 kaki. Ia pun dianggap sebagai salah satu pendaki yang paling menjanjikan. Namun, di usianya yang ke-17 tahun, sebuah tragedi mengerikan terjadi. Karena badai salju yang parah, Hugh dan temannya terjebak di pegunungan yang dingin selama 3 hari.

Kejadian ini mengakibatkan mereka mengalami frostbite atau radang dingin parah. Kedua kaki Hugh pun harus diamputasi untuk menyelamatkan nyawanya. Setelah operasi, Hugh berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia pasti akan kembali ke pegunungan. Begitulah kariernya dalam prostetik atau pembuatan alat bantu gerak dimulai.

Awalnya, ia membuat prostesis untuk dirinya sendiri dari bahan improvisasi, tapi ia merasakan ketidaknyamanan, dan membuatnya memutuskan untuk memilih jalur sains dan berhasil lulus dari tiga universitas. Kini, Hugh Herr adalah kepala kelompok penelitian di laboratorium MIT Media Lab, di mana ia terus mengembangkan prostesis kaki bionik.

Nyle DiMarco, Model dan Aktor yang Tuli

Related image
intouchweekly.com

Pria karismatik dan tampan ini memiliki beberapa masalah kesehatan. Keluarga Nyle memang mengalami masalah pendengaran, dan ia pun terlahir tuli. Nyle tidak bisa mendengar, sekalipun ia sudah menggunakan alat bantu dengar. Namun, dia mampu membaca bibir dengan sangat baik, dan menganggap bahasa aslinya sebagai ASL – American Sign Language.

Meskipun hidup dalam keterbatasan fisik, Nyle berhasil menjadi seorang model, aktor, dan juga pemenang American Top Model and Dancing with the Stars. Nyle pun mendedikasikan kemenangannya itu untuk 70 juta tuna rungu yang ada di bumi. Keren, Nyle!

Kalau kamu sendiri bagaimana, adakah sosok yang begitu menginspirasi hidupmu? Share ke kita di kolom komentar, ya!

LEAVE A REPLY