Dewi Hughes Sukses Turunkan 80 Kg Berat Badannya

Gulalives.co – Berawal dari rasa sakit, Dewi Hughes memulai perjalanan hidup sehatnya yang ternyata membawa bonus turunnya berat badan hingga ia seperti sekarang. Menjalani sekitar lebih dari setahun, bobot tubuhnya yang dulu mencapai 150 kg, perlahan berkurang hingga sekitar 80 kg, dan penyakit yang sering dikeluhkan pun tidak datang lagi. Hal ini jelas membuat banyak orang penasaran. Hingga akhirnya ia menulis buku dan berbagi cerita lewat video, di akun YouTube-nya tentang Diet Kenyang yang ia lakukan.

Related image

“Diet Kenyang bukan masalah ukuran berat badan. Makannya makanan yang datang dari alam semesta dan disinari matahari. Saat kita makan makanan alami, tidak mengandung zat kimiawi atau diproses secara berlebihan, maka tubuh dan pikiran pun segar,” kata Dewi Hughes dalam salah satu videonya.

Siapapun yang mengalami masalah kelebihan berat badan, kata Hughes, harus memulai dengan mengakui jika dirinya gemuk. Jika ada sakit pun penyakit yang hinggap pada tubuh, jangan diabaikan. Akui juga kalau dirimu mengalami kecanduan, seperti Dewi Hughes yang mengakui jika dirinya kecanduan makanan manis dan gula.

Hingga kemudian ia membulatkan tekad diri. Bagi Hughes, dia membulatkan tekad karena tidak ingin sakit, tidak ingin membebani siapapun di usia senjanya, kalau dia terus sakit. Ia juga ingin menikmati hidup di masa sekarang.

Sebagai hipnoterapis, Dewi Hughes memahami kalau manusia mempunyai dua cara berpikir, yakni pikiran sadar dan bawah sadar. Pikiran sadar terkait logika dan pemikiran seperti biasa. Sementara pikiran bawah sadar terkait budaya, kepercayaan, dan lain sebagainya.

Ada beberapa hal di bawah sadar yang tidak terlalu disadari manusia, menjadi alasan seseorang melakukan sesuatu. Termasuk kebiasaan ngemil, mengonsumsi sesuatu kurang sehat, dan hal lainnya.

Baca Juga: Mau Diet tapi Tetap Makan Enak? Cobain 5 Resep Ini!

Contoh, mereka selalu makan makanan manis saat stres, karena di masa kecil orangtua terbiasa memberi makanan manis saat anaknya menangis. Maka, ubahlah pemikiran ini. Hal ini memang tidak mudah, sebab pemikiran sudah lama tertanam di bawah sadar. Tapi mengubah hal ini bisa dibantu lewat hipnoterapi.

Diet Kenyang Hughes bersandar pada pemilihan makanan alami, yakni sayuran dan buah-buahan. Terlebih yang organik dan lokal (bukan impor). Ia juga masih makan telur, daging sapi, ikan, dan kawan-kawannya kok, tapi persentasenya, 80 persen adalah sayuran dan buah.

Dewi Hughes juga menghindari nasi dan karbohidrat berat, garam, gula, pengawet, pewarna, penyedap, dan proses masak yang banyak. Boleh-boleh saja makan makanan yang dimasak, asalkan hanya sekali. Jadi, hindari makanan yang diproses berkali-kali, yakni seperti yang digoreng, lalu dibakar, disimpan dalam kulkas, kemudian dipanaskan kembali.

Dewi Hughes menyadari jika dirinya sulit menahan lapar. Jadi, ia makan setiap dua jam sekali. Namun, ia memastikan jika jenis makanan yang ia konsumsi adalah sehat. Jumlah asupannya pun disesuaikan dengan kebutuhan. Ia tidak hanya makan satu buah tomat sekali makan, tapi bisa memakan hingga 5 buah tomat, ditambah sayuran lainnya.

Contoh, ia mengonsumsi setiap hari yakni minum air 1 liter setiap pagi (tidak langsung habis, selingi setiap teguk gelas dengan kegiatan). Dua jam kemudian minum air kelapa. Dua jam kemudian minum jus buah. Dua jam berikutnya makan buah atau salad dengan dressing buatan sendiri tanpa penyedap. Kemudian dua jam berikutnya minum jus. Dua jam berikutnya ngemil kacang-kacangan.

Pola makan setiap dua jam ini bukan tanpa alasan. Ini dilakukannya untuk membuat otak tetap sibuk dan tidak memikirkan makanan lain. Kadang, ia masih makan jagung rebus, ubi, atau kentang. Tapi Dewi Hughes membatasi konsumsi makanan ini.

Related image

Dari sharing pengalamannya di media sosial, Hughes mengaku ada banyak yang sudah mencoba juga Diet Kenyang ini. Beberapa mengaku mendapati masalah penyakitnya berkurang, seperti luka diabetes basah yang menjadi cepat sembuh, sulit hamil menjadi alhamdulillah hamil, dan kebaikan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here