Kisah Cinta Terlarang yang Berujung Mutilasi

0
66 views

Gulalives.com, TANGERANG – Kumpulan foto yang mengabadikan masa-masa indah itu kini terasa menyakitkan bagi Tuti Agustina, istri dari Agus. Dia pun mengimbau sang suami, Kusmayadi alias Agus, menyerahkan diri ke polisi. Tuti tak habis pikir, laki-laki yang menikahinya 8 tahun lalu itu tega mengkhianati cintanya, bahkan membawa mimpi buruk ke tengah keluarganya.

 

Tuti Agustina Istri Agus
Tuti Agustina Istri Agus

Sang suami, yang selama ini dikenal baik dan dekat dengan anak dan orangtua, dicurigai memutilasi seorang wanita yang tengah hamil, yang tak lain adalah istri simpanannya.  Pengkhianatan dan kekejian sang suami terungkap setelah seorang wanita yang tengah hamil 7 bulan ditemukan tewas mengenaskan di rumah kontrakannya di Jalan H Malik, Kampung Telaga Sari, RT 12 RW 01, Kecamatan Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu 13 April 2016. Beberapa bagian tubuhnya ditemukan terpisah dari badan.

Temuan tersebut berawal ketika saksi Muplihah (23) mencium bau tidak sedap dari kontrakan wanita hamil itu. Muplihah pun melaporkan bau mencurigakan itu ke Polsek setempat. “Mendapat laporan begitu, petugas langsung meluncur ke lokasi. Lalu karena kontrakannya terkunci, langsung dibongkar paksa oleh petugas,” kata Kapolsek Cikupa Komisaris Gunarto, belum lama ini.

Benar saja, saat pintu kontrakan berhasil dibuka, sosok jasad wanita yang tengah hamil itu sudah dalam posisi mengenaskan.  “Kaki dan tangan korban terbungkus plastik, sementara badannya digeletakkan begitu saja di lantai kamar,” kata Gunarto. Jasad tersebut langsung dimasukkan ke dalam kantong mayat dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Tangerang.

Korban yang awalnya belum diketahui identitasnya itu disebut-sebut tinggal bersama suaminya di kontrakan itu. Namun laki-laki yang diduga suami siri itu menghilang. Khoilah, seorang pemilik warung nasi padang di Desa Telaga Sari mengatakan, sempat melayani korban sebelum ditemukan tewas. “Dia sempat beli nasi. Menunya ikan bawal dan sayur nangka, untuk 2 porsi,” kata Khoilah.

Menurut dia, korban memiliki ciri rambut panjang, kulit putih, dan tinggi sekitar 160 cm. Korban saat itu diperkirakan tengah hamil 7 bulan. Benar saja, saat pintu kontrakan berhasil dibuka, sosok jasad wanita yang tengah hamil itu sudah dalam posisi mengenaskan.

“Kaki dan tangan korban terbungkus plastik, sementara badannya digeletakkan begitu saja di lantai kamar,” kata Gunarto. Jasad tersebut langsung dimasukkan ke dalam kantong mayat dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Tangerang.

Korban yang awalnya belum diketahui identitasnya itu disebut-sebut tinggal bersama suaminya di kontrakan itu. Namun laki-laki yang diduga suami siri itu menghilang.

Agus diduga memutilasi jasad Nuri yang tengah mengandung untuk menghilangkan jejak. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Metro Jaya Kombes Musyafak mengatakan, Agus diduga memotong satu per satu bagian tubuh Nuri dengan sebilah gergaji. Hal tersebut terlihat dari bekas luka potongan yang rapi di setiap bagian sendi.

Tetangga kontrakan mengaku sempat mendengar korban dan suaminya adu mulut di dalam kamarnya, 3 hari sebelum jenazah korban ditemukan. Kemudian hening, barulah Rabu pagi sekitar pukul 08.30 WIB tercium bau busuk dari kamar kontrakan korban.

Belakangan, setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Bidang Kedokteran Kepolisian (Dokkes) Polda Metro Jaya melakukan uji DNA, diketahui wanita hamil yang dimutilasi itu bernama Nur Astiyah bin Jaya alias Nuri Semaya, warga Desa Kadu Jajar, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Banten. “Korban berinisial NA usia 34 tahun,” kata Kapolres Tangerang Komisaris Besar Irman Sugema di Mapolres Tangerang, Senin 18 April 2016.

mutilsai2Kepastian indentitas korban juga diketahui dari baju daster yang kenali oleh keluarga korban. Baju daster itu ditemukan petugas di lapangan. Sedangkan pemutilasi diketahui bernama Kusmayadi alias Agus atau AG. Korban dan pemutilasi bekerja di satu rumah makan Padang di Tangerang, restoran Gumarang.

Diduga di tempat inilah korban dan pelaku bertemu dan kemudian menjalin hubungan lebih dari sekedar teman. “Dari rumah makan tersebut mereka bertemu, lalu memungkinkan adanya komunikasi dan ada hubungan tertentu, bukan hanya teman,” kata Irman.

Agus bekerja sebagai kepala rumah makan itu sejak enam bulan lalu. Pengalamannya memimpin sebuah rumah makan membuat pihak manajemen memilih Agus. Sementara Nur Astiyah alias Nuri bekerja sebagai kasir.

Kepala Bagian Manajemen Rumah Makan Gumarang, Wendri, tak pernah menyangka bahwa 2 anak buahnya itu menjalin hubungan terlarang. Sebab, Agus diketahui sudah beristri dan memiliki seorang anak di Bogor, Jawa Barat. Sedangkan Nuri memiliki dua anak di Malingping, Banten.

Agus diduga memutilasi jasad Nuri yang tengah mengandung untuk menghilangkan jejak. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Metro Jaya Kombes Musyafak mengatakan, Agus diduga memotong satu per satu bagian tubuh Nuri dengan sebilah gergaji. Hal tersebut terlihat dari bekas luka potongan yang rapi di setiap bagian sendi.

Motif Asmara

agusPolda Metro Jaya menyokong Polres Kabupaten Tangerang dan Polsek Cikupa untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap Nur Astiyah (sebelumnya ditulis Nur Atikah), wanita hamil yang dimutilasi, di Cikupa, Tangerang.

“Dugaan sementara motif (pembunuhan karena) asmara,” kata Kepala Unit II Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum  Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rovan Richard.

Motif sebenarnya, lanjut Rovan, akan diketahui saat terduga pelaku pembunuhan yang dilakukan Agus ditangkap. Kepala Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Herry Heriyawan mengatakan, saat ini petugas gabungan tengah mengejar AG.

Pihak kepolisian pun telah menetapkan Agus sebagai Daftar Pencarian Orang. “Bagi masyarakat yang mengetahui informasi terhadap pelaku harap menghubungi pihak kepolisian,” kata Herry.

Herry menjelaskan, korban dan pelaku diketahui bekerja di tempat yang sama. “Jadi pelaku dan korban diketahui bekerja di rumah makan padang Gumarang di Cikupa,” ujarnya.

Saat pelaku masuk bekerja di sana sebagai kepala rumah makan, korban sudah ke luar dari pekerjaannya. “Tapi belum jelas korban ke luar kenapa dan perkenalan keduanya belum diketahui,” ujar Herry.

Sebelumnya, Nur Astiyah, warga Lebak, Banten, ditemukan tewas dengan kondisi tangan dan kaki termutilasi, di rumah kontrakannya di Telagasari, Cikupa, Kabupaten Tangerang,  Rabu, 13 April 2016.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengemukakan, pria berinisial AG diduga sebagai pelaku pembunuhan. Identitas Agus diketahui polisi berdasarkan keterangan dari saksi kunci yang mengaku membantu Agus membuang potongan tangan dan kaki. Saat ini Agus masuk dalam DPO. (DP)

LEAVE A REPLY