Khitan, Bukti Sayang Suami kepada Istri

0
186 views
Suami yang dikhitan bisa meminimalkan istri terkena kanker serviks.

Gulalives.com, JAKARTA – Bukti kasih sayang suami kepada istri tak hanya diwujudkan dengan memberikan hadiah-hadiah mahal, semacam berlian lho. Khitan alias sunat juga bisa menjadi bukti nyata sayang suami kepada istri tercinta.

Para peneliti telah menemukan manfaat lain dari khitan (sunat) yang belum didokumentasikan , yang dapat melindungi laki-lakidari virus AIDS. Mereka mengatakan khitan pada laki-laki dapat melindungi para istri atau pasangannya dari virus yang menyebabkan kanker serviks.

Laki-laki yang dikhitan dapat melindungi para istri atau pasangannya dari virus yang menyebabkan kanker serviks. Foto: listen-hard.
Laki-laki yang dikhitan dapat melindungi para istri atau pasangannya dari virus yang menyebabkan kanker serviks. Foto: listen-hard.

Para suami yang dikhitan dan pasangannya memiliki risiko lebih rendah 28 persen terkena infeksi human papilloma virus  (HPV) selama dua bulan,  yang menyebabkan kutil dan kanker serviks, demikian seperti dilaporkan jurnal kesehatan terkemuka, The Lancet.

“Temuan kami mengindikasikan bahwa khitan pada laki-laki sekarang harus diterima sebagai upaya pencegahan untuk mengurangi prevalensi dan kejadian infeksi HPV pada perempuan pasangannya,” kata Dr. Maria Wawer dan koleganya di Johns Hopkins University di Baltimore.

Para suami yang dikhitan memiliki risiko lebih rendah 28 persen terkena infeksi human papilloma virus (HPV). Foto: Shutterstock.
Para suami yang dikhitan memiliki risiko lebih rendah 28 persen terkena infeksi human papilloma virus (HPV). Foto: Shutterstock.

Namun demikian, tandas Wawer, perlindungan ini bersifat parsial. Edukasi mengenai praktik seks yang aman juga penting dilakukan.

Tim Wawer menumpang sebuah penelitian besar HPV yang menunjukkan bahwa pria yang disunat lebih cenderung tidak terinfeksi dengan human immunodeficiency virus (HIV) yang menyebabkan AIDS.

“Kami mendaftar laki-laki dengan HIV-negatif dan pasangan  perempuan mereka antara tahun 2003, dan 2006 di Rakai, Uganda,” tulis peneliti.

Mereka mendapatkan detail terhadap infeksi HPV pada hampir 1.000 perempuan, Semuanya diidentifikasi sebagai pasangan jangka panjang laki-laki, yaitu sebagai istri.

Infeksi HPV dikenal sebagai penyebab utama dari kanker serviks.
Infeksi HPV dikenal sebagai penyebab utama dari kanker serviks.

Setelah dua tahun, sebanyak 27,8 persen dari pasangan laki-laki yang dikhitan mengalami infeksi HPV, dibandingkan 38,7 persen dari pasangan yang tidak dikhitan.

Infeksi HPV dikenal sebagai penyebab utama dari kanker serviks, namun juga dapat menyebabkan kutil kelamin dan menuntun kanker pada anus, penis dan leher.

Ada lusinan strain HPV, yang sangat menular dan menginfeksi mayoritas populasi dalam tahun-tahun awal dimulainya aktivitas seksual. Sejumlah orang bisa bebas dari virus tersebut, namun beberapa di antaranya bisa menuntun pada kejadian kanker.

Kanker serviks merupakan kanker terbesar kedua di seluruh dunia dan diperkirakan telah menewaskan 328.000 perempuan setiap tahun, sebagian besar di negara berkembang.

Khitan membuang kulit bagian atas penis, yang kaya dengan sel-sel sistem kekebalan yang menjadi target HIV dan kemungkinan virus lainnya. Membuang kulit di bagian atas tampaknya membuat penis kurang membawa berbagai jenis kuman yang berpotensi menebarkan penyaki , kata tim Wawer.

Khitan pada laki-laki terlihat mampu menurunkan HIV, virus herpes simplex-2 dan infeksi HPV serta borok pada alat kelamin.
Khitan pada laki-laki terlihat mampu menurunkan HIV, virus herpes simplex-2 dan infeksi HPV serta borok pada alat kelamin.

“Khitan pada laki-laki terlihat mampu menurunkan HIV, virus herpes simplex-2 dan infeksi HPV serta borok pada alat kelamin laki-laki, serta infeksi HPV, trichomoniasis, bacterial vaginosis dan penyakit borok pada vagina,” tulis tim Wawer.

“Karenanya, khitan pada laki-laki mengurangi risiko sejumlah infeksi menular seksual pada kedua jenis kelamin, dan manfaat ini seharusnya berguna untuk menggalakkan program khitan,” tandas peneliti. (VW)

LEAVE A REPLY