‘Miss V’ Terasa Gatal? Ini 8 Penyebabnya! Hati-hati

0
487 views
videoblocks.com

Gulalives.co – Siapa yang tidak merasa terganggu jika Miss V terasa gatal? Karena kita tak mungkin bisa sembarangan menggaruknya, di mana dan kapan saja. Karena gatal pada Miss V bisa disebabkan oleh sesuatu yang sederhana, seperti produk pembersih yang tidak cocok, dan lain sebagainya. Tapi dalam kasus lain, bisa juga ini menjadi gejala dari masalah yang lebih serius, lho. Jadi, kamu harus tahu penyebab Miss V gatal secara lebih mendalam, sebelum semuanya terlambat.

Hormon

Image result for hormones
drsherry.com

Saat tingkat hormon berubah atau berfluktuasi (seperti saat periode haid, kehamilan, menopause, atau saat menggunakan metode KB hormonal), sangat mungkin bagi kita untuk mengalami rasa gatal pada vagina. Kekeringan adalah indikator lain yang bisa menyebabkan nyeri pada vagina. Keringnya Miss V juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.

Produk pembalut atau panty liner juga sering mengandung wewangian atau pewarna yang dapat menambah ketidaknyamanan. Jika ini sering terjadi pada kamu, pertimbangkan untuk mencoba pembalut organik, ya. Mengenai alat KB, agak sulit untuk menentukan apakah produk yang kamu pakai menjadi penyebabnya. Karena cara untuk mengetahuinya adalah dengan menghentikan pemakaian produk itu terlebih dahulu, atau dengan memcoba metode kontrasepsi yang lain.

Bakteri Vaginosis

Image result for Bacterial Vaginosis
teenhealthsource.com

Bakteri vaginosis (alias BV) adalah alasan paling umum vagina menjadi gatal. Penyebabnya adalah ketidakseimbangan bakteri sehat dan perubahan pH vagina. Gejalanya sangat mirip dengan keputihan, karena infeksi jamur.

Tapi dalam kasus ini, debit cairan vagina lebih berair dan biasanya memiliki bau tertentu, seperti kata Lauren Streicher, M.D., penulis Sex Rx: Hormones, Health, and Your Best Sex Ever. Krim yang dijual bebas di apotik bisa membantu. Jika BV kamu tak kunjung sembuh setelah waktu penggunaan yang disarankan, kamu harus memeriksakan diri ke dokter.

Lichen Sclerosus

Related image
escholarship.org

Lichen sclerosus adalah kondisi langka dan serius yang menyebabkan timbulnya bercak putih di kulit, khususnya di sekitar vulva. Kondisi ini paling mungkin ditemukan pada wanita pasca menopause.

Bercak putih ini bisa datang tiba-tiba, tapi para pakar juga menyampaikan pendapatnya, bahwa hormon atau sistem imun tubuh yang over-aktif memiliki peran di balik kondisi ini. Bercak putih akibat lichen sclerosus, juga bisa menjadi luka permanen di sekitar vagina. Lichen sclerosis perlu didiagnosis oleh dokter kandungan dan bisa diobati dengan resep dokter.

Infeksi Jamur

Related image
penyakit.id

Seperti BV, infeksi jamur seringkali disebabkan oleh pH vagina tak seimbang, kata Wendy Askew, M.D., ob-gyn Institut Kesehatan Perempuan di San Antonio. Infeksi tersebut bisa terjadi secara acak atau mengikuti pola penggunaan antibiotik, jenis kelamin, stres, atau perubahan diet (wanita dengan diabetes memiliki risiko lebih tinggi).

Baca Juga: Ingin “Miss V” Senantiasa Sehat dan Wangi? Konsumsi Makanan Ini!

Selain gatal, mungkin juga kamu akan mengalami keputihan. Kabar baiknya, kamu bisa menggunakan obat bebas, seperti Monistat, yang bisa mengurangi gejala dalam satu atau dua hari. Untuk menghindari infeksi berulang, Askew merekomendasikan unruk mengonsumsi probiotik, seperti yogurt yang akan membantu menjaga dan mencegah infeksi atau pertumbuhan jamur.

Penyakit Menular Seksual (PMS)

Related image
saludaio.com

Beberapa macam PMS seperti klamidia, herpes, trichomoniasis, dan gonore dapat membuat bagian kewanitaan menjadi gatal. Kutu kemaluan juga bisa muncul pada bagian rambut kemaluan dan menyebabkan gatal.

Kalau kamu mengalami gatal dengan gejala umum lainnya, seperti terbakar saat buang air kecil, keputihan berbau busuk, luka kering pada alat kelamin, dan rasa sakit saat berhubungan seks, kamu harus harus segera memeriksakan diri ke dokter kandungan. Jika hasil tes positif, dokter akan memberikan antibiotik baik berupa injeksi atau obat antivirus seperti dalam kasus herpes, kata Askew.

Menopause

Image result for Menopause
home.bt.com

Tingkat hormon tubuh kita akan naik turun, seperti saat menstruasi, masa hamil, saat gunakan pil KB, hingga menopause, besar kemungkinannya kamu akan mengalami gatal pada vagina. Kadar estrogen yang menurun saat menopause dapat menyebabkan dinding vagina mengering dan menipis. Penipisan dinding vagina juga merupakan masalah yang biasa ditemukan pada ibu menyusui.

Saat menstruasi, produk-produk kewanitaan yang digunakan, seperti pembalut atau panty liner, seringnya mengandung pewangi atau pewarna yang dapat memperparah sensasi tidak nyaman pada tubuh kita.

Pada kasus vagina gatal akibat perubahan hormon, dokter biasanya akan meresepkan krim hormon topikal yang bisa kamu oleskan langsung di area yang bermasalah. Namun, kamu juga bisa meminta untuk beralih dengan menggunakan pil jika gatal tidak kunjung hilang.

Kontak Dermatitis

Related image
elutark.delfi.ee

Iritasi kulit ini disebabkan oleh alergi terhadap produk tertentu, kata Brett Worly, M.D., asisten profesor di departemen obstetri dan ginekologi di Ohio State University. Produk yang dimaksud bisa apa saja, seperti parfum atau sabun, termasuk kondom dan pelumas. Selain gatal, gejala lainnya adalah kulot kemerahan, bengkak, dan penebalan kulit.

Hal ini juga bisa terjadi karena hasil cukur, kata Askew. Kalau kamu tahu bahwa kamu rentan terhadap iritasi vagina, kamu bisa gunakan produk hypoallergenic, kata Worly. Bahkan kertas toilet dengan aroma atau warna tertentu juga bisa menyebabkan iritasi bagi yang sensitif atau mempunyai alergi.

Eksim atau Psoriasis

Related image
everydayhealth.com

Kedua gangguan kulit genetik ini bisa menyebabkan vagina gatal yang diikuti dengan belang ruam kemerahan. Kalau kamu didiagnosis dengan salah satu kondisi medis ini, keluhan vagina gatal dan memerah bisa di atasi dengan menggunakan steroid ringan, seperti hydrocortisone dan berendam dalam bubur oatmeal, untuk meredakan rasa tidak nyaman yang diakibatkan kedua kondisi ini. Tapi kalau kamu tidak merasa membaik setelah satu minggu, tanyakan pada dokter mengenai pilihan pengobatan selanjutnya, ya.

Untuk mengatasi vagina gatal, makanan yang kamu konsumsi setiap hari juga perlu diperhatikan. Maka, konsumsilah yogurt, karena memiiliki zat aktif yang bisa menghilangkan bakteri jahat, dan bisa menambahkan bakteri baik pada vagina. Namun, jangan asal pilih yogurt, ya. Kamu harus teliti saat membeli yogurt. Pilihlah yogurt dengan kualitas baik dan rasa asam yang pas.

LEAVE A REPLY