4 Kesalahan yang sering Dilakukan Orangtua Pasca Bercerai

verywellfamily.com

Gulalives.co – Perceraian adalah hal yang sulit dilakukan untuk pasangan manapun, dan akan menjadi tantangan berat bagi anak. Sebab, kedua orangtua biasanya akan sibuk dengan duka dan rasa kehilangan, sehingga mereka bertindak atau memberikan reaksi dengan cara yang negatif di sekitar anak-anak, yang secara tidak sadar akan membuat anak memiliki konsekuensi buruk bagi mereka, begitu pula dengan hubungan antar orangtua dan anak. Namun, ada sejumlah kesalahan yang biasanya sangat dekat dengan orangtua pasca bercerai, berikut 4 di antaranya:

Image result for mistake divorced parents make
divorceforce.com

Enggan Bekerjasama dengan Mantan Pasangan

Pasca bercerai, salah satu pihak orangtua pasti tidak lagi tinggal dalam rumah yang sama. Sayangnya, setelah itu banyak dari orangtua yang menghentikan pengasuhan anak bersama. Contoh, saat anak akan menghabiskan akhir pekan bersama mantan pasangan, kamu justru cenderung mendiamkan mereka sambil lalu, tanpa menanyakan kabar anak yang sedang berada di sana.

Hal yang seharusnya bisa kamu lakukan:

Padahal, mengutip dari webmd.com, pakar keluarga dan perceraian, M. Gary Neuman, menyarankan untuk kedua orangtua menggunakan “waktu spesial” itu layaknya kunjungan ke rumah nenek atau tante.

Sebab, mendiamkan topik seperti ini akan membuat anak menjadi semakin stres, merasa seperti diharuskan untuk mengkotak-kotakkan kehidupannya, dan memilih untuk menutup diri.

Maka, ajukanlah pertanyaan-pertanyaan sederhana, seperti saat setiap kali ia pulang dari rumah teman, “Gimana tadi, Kak, jalan-jalan sama ayah?”, “Seharian makan apa saja?” untuk sekadar meringankan ketegangan, dan juga menunjukkan kepedulianmu, yakni melibatkan anak dalam kehidupan kedua orangtuanya.

Meminta Anak untuk Berpihak

Daripada berkomunikasi satu sama lain dan membuat keputusan bersama demi kesejahteraan anak, banyak pasangan yang pasca bercerai justru menempatkan anak mereka di tengah kondisi sulit, yakni satu pihak akan membicarakan sisi buruk dari pihak lainnya, bertengkar di hadapan anak, menyalahkan satu pihak atas perceraian tersebut, atau menggunakan anak-anak sebagai penengah perselisihan.

Padahal, senakal apa pun anak-anak, mereka tetap menyayangi kedua orangtuanya, dan akan berada di posisi sulit untuk memihak. Dilansir dari Aspen Education, Audrey Everson, konselor anak di Swift River Academy, mengingatkan bahwa stres emosional dari semua usaha negosiasi yang dilakukan oleh anak, akan menjadi beban yang luar biasa bagi mereka, seiring beranjaknya usia.

Hal yang seharusnya bisa kamu lakukan:

Anak-anak adalah buah hati kalian berdua. Maka, dalam pikiran mereka, jika kamu terus mengkritik atau menyalahkan mantan pasangan, sama saja dengan menolak atau mengkritik sebagian dari diri anak. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan menurunnya rasa kepercayaan diri anak.

Harusnya, kamu dan pasangan menghindari berbagi detail yang tidak perlu dari masalah hubungan kalian atau perasaan terhadap satu sama lain dengan anak-anak.

Dukunglah hubungan anak dengan mantan pasangan, dan berkomunikasilah langsung dengannya, daripada menggunakan anak sebagai alat pembawa pesan atau tempat berkeluh kesah. Ingat, jangan pernah meminta anak untuk memihak, ya. Karena, selain tidak adil, hal ini sangat tidak pantas untuk dilakukan.

Baca Juga: 6 Pertanyaan Anak untuk Orangtua yang Bercerai

Memperebutkan Perhatian Anak

Pada masa-masa perceraian, emosi bisa menjulang tinggi dan membuat kedua orangtua menjadi sulit bekerjasama untuk mencurahkan upaya terbaik untuk anak mereka. Akan ada masa-masa di mana orangtua yang paling bijak sekalipun, akan berusaha untuk menggunakan anak sebagai alat balas dendam terhadap mantan.

Dengan menunjukkan bahwa ia bisa menjadi orangtua “gaul” yang membolehkan anak tidur larut malam, makan banyak camilan, atau menghujaninya dengan berbagai mainan serta gadget baru. Sedangkan, pihak yang lain akan terlihat sebagai orangtua konvensional dan disiplinaris.

Hal yang seharusnya bisa kamu lakukan:

Padahal, mainan baru atau makanan enak bukanlah pengganti yang baik dari waktu, kasih sayang, dan perhatian yang bisa kamu berikan. Anak-anak akan cepat tanggap dengan trik kamu, dan entah mereka akan menghakimimu sebagai orang yang mudah, memanipulasi kamu di kesempatan lainnya, atau bahkan keduanya.

Kamu perlu tahu jika yang anak paling butuhkan adalah cinta, stabilitas, dan konsistensi, serta hubungan pengasuhan yang baik antara kamu dengan mantan. Maka, cobalah untuk menjadi fleksibel saat salah satu pihak butuh untuk menukar jadwal asuh anak, atau ingin mengunjungi mereka di hari ulang tahunnya. Tempatkan diri pada posisi mereka, dan pikirkan apa yang kamu inginkan saat ada pada keadaan tersebut.

Menjadikan Anak Sulung sebagai Pengganti Pasangan yang Pergi

Saat tak ada lagi salah satu orangtua di rumah, tentu ada beberapa pekerjaan rumah yang biasa mereka lakukan, kini menjadi terbengkalai, misalnya membuatkan anak-anak bekal, atau membantu mengerjakan PR, membacakan dongeng tiap kali mereka akan tidur.

Dan, seringnya kesalahan orangtua pasca bercerai adalah memindahtangankan kewajiban orang dewasa tersebut pada anak tertua mereka, dengan anggapan bahwa anak tersebut sudah cukup dewasa.

Pasca bercerai, kehidupan rumah bisa menjadi kacau, asing, dan sulit untuk dikelola, terutama bagi remaja yang sedang berduka karena rasa kehilangan keluarga yang utuh. Mereka juga harus menyeimbangkan tekanan personal, sosial, dan akademik di kehidupannya. Terbayang betapa beratnya?

Hal yang seharusnya bisa kamu lakukan:

Anak yang merasakan kemanjaan orangtua akan mulai merasa bersalah atau takut jika menghabiskan waktu untuk hal-hal lain. Bahkan, dalam beberapa situasi, anak bisa merasa sangat bersalah, hingga segan untuk meninggalkan rumah dan pergi bermain.

Padahal, anak-anak perlu merasa seperti teman seusia mereka, dengan bermain dan belajar tanpa harus mengkhawatirkan urusan orang dewasa. Mereka juga harus mendapatkan rasa aman, dengan mengetahui bahwa orangtua mereka bisa dan akan menangani kewajiban rumah tangga bersama.

Related image
znanylekarz.pl

Kalaupun kamu memerlukan bantuan luar, bicarakan dengan keluarga, teman, atau psikolog untuk mendapatkan dukungan fisik dan emosional tersebut. Jangan bebani anak, sekalipun lukamu masih basah pasca bercerai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here