Banyak Orang Lakukan 9 Kesalahan saat Nge-gym

Ketahui sembilan kesalahan saat nge-gym yang mengurangi efektivitas latihan banyak orang (Foto: Fidnuz)

Gulalives.com, JAKARTA – Kamu merasa sudah lebih baik dengan rutin nge-gym? Ketahui sembilan kesalahan saat nge-gym yang mengurangi efektivitas latihan banyak orang.

Saat kamu berkomitmen untuk memaksimalkan manajemen berat badan, berolahraga sama pentingnya dengan mengatur pola makan dengan benar. Biasanya, orang yang nge-gym menganggap kegiatan tersebut cukup untuk upaya mengatur berat badan. Yang harus disadari adalah nge-gym dan berolahraga memerlukan ketekunan dan komitmen kuat.

Tiap orang punya momen berbeda saat membuat komitmen untuk lebih sehat, bugar, dan langsing. Setidaknya, mulailah untuk memulai program latihan baru untuk mencapai tujuan yang kamu buat. Kamu sudah nge-gym rutin, tapi kebiasaan tertentu tetap dilakukan padahal ternyata menyebabkan kamu jauh dari tujuan penurunan berat badan.

Sebagian orang melakukan kesalahan saat latihan, yang membuat mereka terluka atau membuang waktu berharganya. Pastikan kamu mengingat beberapa poin untuk memastikan bahwa latihan rutin kamu menuai manfaat maksimal, dikutip Ndtv dan Quickanddirtytips:

1. Melakukan olahraga kardio berat

(Foto: Youtube)
(Foto: Youtube)

Menggunakan langsung cross trainer untuk membakar kalori dan mengurangi bobot badan adalah salah satu kesalahan paling umum saat nge-gym. Rutinitas kardio akan membakar otot dan bisa mendorong metabolisme tubuh kamu ke keadaan yang lebih buruk daripada ketika kamu memulainya. Pangkas bobot badan dengan angkat beban, yang akan menjaga stimulus pada otot dan metabolisme tubuh kamu pada waktu bersamaan.

2. Mengulangi rutinitas

(Foto: Fitspur)
(Foto: Fitspur)

Kamu tahu apa yang kamu lakukan adalah rutinitas baik sehingga kamu menaatinya. Namun, melakukan rutinitas yang sama terlalu lama akan menyebabkan kebosanan, dan kamu cenderung akan berhenti saat mulai melihat hasilnya.

Jika tujuan menurunkan berat badan telah tercapai, jangan takut untuk beralih dari rutinitas tersebut. Hanya karena kamu menyukai sesuatu tidak berarti itu adalah hal terbaik untuk dilakukan dalam upaya mencapai tujuan.

3. Hidup dengan mesin

(Foto: Exercise4healthandfitness.blogspot)
(Foto: Exercise4healthandfitness.blogspot)

Jangan menggunakan mesin kardio untuk menghitung kalori yang kamu bakar sebagai satu-satunya ukuran seberapa keras kamu latihan. Semua orang membakar kalori pada tingkat yang berbeda, tergantung pada banyak faktor yang berbeda pula. Sebuah mesin tidak akan dapat memberitahu dengan tepat kerja keras kamu, cukup gunakan sebagai panduan.

4. Tidak sabar

(Foto: Theretentionpeople)
(Foto: Theretentionpeople)

Begitu banyak orang mengharapkan perubahan dalam waktu cepat. Dalam hal ini, konsistensi menjadi kuncinya. Menurunkan berat badan tidak akan terjadi dalam semalam, tapi bisa lebih cepat kalau kamu konsisten dan latihan dengan porsi yang tepat untuk tubuh. Tergantung pada seberapa sering kamu berlatih dan intensitas program yang kamu pilih, kamu bisa mulai melihat hasil latihan dalam waktu 4-8 pekan setelah memulainya.

5. Nyeri sama dengan turun berat badan

(Foto: Getyourfit)
(Foto: Getyourfit)

Jangan gunakan nyeri sebagai patokan bahwa kamu telah latihan dengan sangat baik. Hanya karena kamu belum secara langsung mengalami nyeri otot tertunda (delayed onset of muscle soreness/DOMS) bukan berarti latihan kamu buruk. Ini bisa menjadi indikator utama bahwa tubuh kamu dalam proses memulihkan diri dan bahwa nutrisi kamu sudah tepat.

6. Hanya berolahraga di gym

(Foto: Now-here-this.timeout)
(Foto: Now-here-this.timeout)

Gym bisa menjadi kenyamanan tersendiri. Dengan kursi mewah dan sofa berlokasi dekat TV layar besar, bar smoothie dan makanan ringan, tumpukan majalah, teman, pelatih, sauna dan spa, alat-alat latihan mewah dan baru, dan sebagainya, kamu bisa menghabiskan waktu berjam-jam di gym. Di tempat ini kamu tidak hanya latihan, tapi juga ngobrol, makan, dan sebagainya, tanpa benar-benar melakukan banyak latihan.

Kalau memilih latihan di rumah, kamu bisa lebih memaksimalkan waktu dan peralatan murah yang ada. Sebut saja tikar, bola stabilitas, dumbbells, dan lainnya. Kamu bahkan membutuhkan waktu untuk sampai ke gym, yang bisa dimanfaatkan untuk latihan di sekitar rumah dengan jogging.

Terpenting, pilih tempat yang membuat kamu latihan dengan nyaman. Pilihan terbaik dapat mendorong kamu latihan lebih konsisten, sekaligus membuang godaan untuk menghabiskan waktu di gym.

7. Melakukan terlalu banyak dan terlalu awal

(Foto: Coachholidays)
(Foto: Coachholidays)

Iklan klub olahraga atau program latihan tertentu yang menjadikan orang bertubuh proporsional sebagai ikon. Sayangnya, sebagian orang mendambakannya tapi tidak siap untuk memulai program intensif tersebut. Mereka menjajal program latihan dengan penuh semangat untuk menantang diri seberapa kuat. Ketika tubuh merasakan nyeri, mereka pun putus asa.

Tubuh tengah melakukan upaya pemulihan, dan kamu menjadi lebih fit di luar waktu latihan. Kamu bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk latihan ringan, seperti yoga dan bersepeda. Dalam kebanyakan kasus, hanya 2-4 hari per pekan latihan intens, menyelingi dengan latihan pemulihan ringan akan membuat kamu bugar, mendapatkan otot, dan mengurangi massa lemak dalam jangka panjang. Di sisi lain, latihan yang terlalu berat hanya dalam dua pekan dapat menyebabkan kamu berhenti karena cedera dan kelelahan.

8. Membuat ketidakseimbangan

(Foto: Exercisesbest)
(Foto: Exercisesbest)

Banyak program kebugaran yang baik dan akan membuat kamu merasa bugar dalam waktu cepat. Ketika dimanfaatkan dengan benar, latihan tersebut pasti bisa membantu kamu mencapai tujuan.

Namun, banyak program latihan mengabaikan detail kecil, seperti otot kecil dan sendi, yang memungkinkannya untuk menjadi terlalu ketat atau terlalu lemah, kehilangan stabilitas, hingga luka dan ketidakseimbangan. Hal ini terutama saat kamu bekerja dengan otot besar dengan sangat keras.

9. Tidak membuat perencanaan

(Foto: Movatiathletic)
(Foto: Movatiathletic)

Banyak program latihan menjanjikan hasil dalam waktu singkat. Namun, kamu hanya membutuhkan waktu 2-4 pekan untuk tubuh mulai beradaptasi, dan 6-12 pekan berikutnya untuk merasakan keuntungan tubuh bugar. Jadi, apakah kamu memiliki rencana jangka panjang untuk selanjutnya?

Kamu tidak perlu mengubah segalanya secara dramatis sekaligus, tapi setiap 6-12 pekan kamu harus mempertimbangkan untuk menambah kelas baru, menggunakan metode latihan beban yang berbeda, atau mendaftarkan diri untuk sebuah pertandingan. Dengan kata lain, kamu harus mengantisipasi tubuh kamu yang akan mungkin berubah sehingga memerlukan pemeliharaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here