Gulalives.com, SLEMAN – Kerajinan topeng tokoh wayang bermotif batik di Desa Wisata Bobung, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mampu menembus pasar mancanegara meskipun proses produksi dilakukan secara manual dan tradisional.

Di Desa Wisata Bobung, Patuk, Gunung Kidul ini terdapat sedikitnya 400 warga yang menggantungkan hidupnya dari kerajinan topeng batik ini.”Saat ini pemasaran produk topeng wayang batik, maupun boneka kayu sudah mampu menembus pasar internasional, baik itu di kawasan Asia, Eropa dan Amerika,” kata perajin topeng batik Sujiman di Sleman, Senin (16/2/2015).

Menurut dia, selama ini pesanan dari pasar internasional memang cukup banyak terutama untuk topeng batik. “Pemasaran ke pasar internasional memang masih melalui agen, dalam satu bulan rata-rata bisa mencapai ratusan topeng berbagai bentuk dan ukuran,” katanya.

Ia mengatakan, untuk memenuhi pemesanan topeng batik baik untuk pasar dalam negeri maupun mancanegara, dirinya mempekerjakan 20 orang yang berasal dari warga sekitarnya.

“Rata-rata satu orang sehari mampu membuat sekitar 20 topeng. Mereka saling berbagai jenis pekerjaan. Tenaga yang pria lebih banyak sebagai pemahat patung dan topeng, sedangkan yang perempuan bertugas mengecat serta membatik patung maupun topeng,” katanya.

Sujiman mengatakan, untuk harga patung maupun topeng sangat bervariasi mulai dari harga Rp10 ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung model dan ukurannya. “Kalau yang kecil-kecil harganya Rp10 ribu, tapi kalau yang besar dan pembuatannya cukup rumit harganya bisa sampai Rp500 ribu,” katanya.

Ia mengatakan, selama ini dirinya merasa ada beberapa kendala dalam menjalankan usahanya, seperti keterbatasan sumber daya manusia (SDM) untuk mengembangkan kreasi produk. “Selain itu juga ada kendala permodalan dan kebijakan pemerintah yang berubah-ubah sehingga perkembangan usaha jadi lambat,” katanya. (DP)

LEAVE A REPLY