Keluarga Memaksa Kamu untuk Segera Menikah? Hadapi dengan Cara Ini

Gmabar Via: parentmap.com

Gulalives.co – Kamu salah satu anak yang saat ini sedang berada di usia rawan paksaan untuk menikah? Menyedihkan memang, tapi di negara kita, Indonesia, usia memang masih dijadikan patokan untuk menilai seseorang belum atau sudah saatnya menikah. Tapi bagaimana cara yang baik menghadapi keluarga yang terus memaksa kamu untuk segera menikah?

Related image
Gamabr Via: womensecret.info

Begini, kita semua tahu jika menikah adalah keputusan pribadi, ‘kan? Namun, sayangnya masih banyak pihak yang ikut campur bahkan cenderung memaksa kamu untuk segera menikah, salah satu yang paling dominan biasanya keluarga. Pertanyaan seperti:

  • Kapan nikah?
  • Kok gak nikah-nikah?
  • Ayo dong cepat nikah!

Dan lain sebagainya, kerap menjadi teror nyata yang tidak jarang justru membuat kamu semakin stres. Tapi apa kamu mau terus-terusan stres karena dipaksa untuk menikah?

Padahal kamu memang benar-benar belum mau menikah (dalam hal ini kamu juga tidak berpacaran ya), atau kamu tidak berkenan menerima perjodohan yang dilayangkan oleh orangtuamu. Maka, kamu berhak bersuara.

Jika kamu merasa menanggapi hal ini dengan cara serius justru membuatmu stres. Maka, ada baiknya kamu bersikap lebih santai saat menanggapi mereka.

Bentuk pola pikirmu jika permintaan mereka untuk kamu segera menikah adalah salah satu wujud kasih sayangnya. Meskipun awalnya akan terasa sulit, perlahan tapi pasti kamu akan terbiasa dengan hal ini dan tidak lagi sensitif. Atau kamu juga bisa menanggapi dengan candaan seperti:

  • Jodohnya masih disimpan Tuhan
  • Sudah usaha, tapi belum dipertemukan, mohon doanya ya
  • Aku juga mau nikah, tapi doa dari kalian jauh lebih aku butuhkan lho daripada sekadar pertanyaan yang berulang

Dengan menjawab tidak terlalu serius, mungkin bisa membuat perasaanmu jauh lebih baik, daripada harus menanggapinya dengan rasa kesal dan menggerutu usai pertemuan keluarga. Sayang ‘kan energimu terkuras untuk hal-hal seperti ini?

Kalaupun candaanmu tidak mempan untuk menghentikan semua paksaan tersebut, kamu bisa mencoba untuk mengungkapkan alasannya, terlebih pada orangtua. Kadang, orangtua merasa khawatir saat anaknya terlalu sibuk berkarier, hingga lupa mencari pasangan hidup.

Padahal, nyatanya bukan itu alasan mengapa hingga saat ini kamu belum juga menikah. Jadi, supaya orangtua pun tidak terus memaksa kamu untuk segera menikah, maka mengungkapkan alasanmu dengan jujur adalah cara yang paling tepat. Bicaralah dari hati ke hati, tanpa sedikit pun menyakiti hati mereka.

Kamu pasti tahu jika tujuan orangtua memintamu untuk segera menikah pasti baik. Namun, cara mereka mengantar kamu pada pernikahan yang kadang tidak bisa diterima.

Mungkin saja mereka ingin segera menimang cucu selama masih diberi kesehatan. Atau justru sekadar ingin melihatmu bahagia berbagi hari dengan pasangan halalmu segera. Tapi sayangnya, lagi-lagi caranya saja yang kurang tepat.

Kalau kamu merasa tertekan dengan paksaan dari mereka, kamu harus mengatakan pada orangtua, jika saat mereka terus menuntutmu, justru membuat stres dan semakin takut untuk menikah. Percayalah, orangtua kamu pasti akan mengerti, kalau kamu menjelaskannya secara baik-baik.

Baca Juga: Tanyakan 7 Hal ini pada Dirimu Sebelum Memutuskan untuk Menikah!

Namun, kalau kedua cara tadi masih belum mempan, kamu bisa mencoba untuk mengalihkan pembicaraan saat obrolan dengan mereka mulai menjurus ke arah pernikahan. Karena kamu berhak untuk tidak memberikan jawaban. Bukan kah tuntutan yang terjadi secara terus-menerus pun lama-lama membuat kita muak?

Jadi, jangan bebani diri kamu dengan terus memikirkan tuntutan untuk menikah yang datang dari keluarga. Karena kamu yang punya kendali untuk setiap keputusan besar yang akan kamu ambil dalam hidup, termasuk menikah.

Menikah bukan masalah usia, kok. Menikah itu ibadah, jalani untuk menyempurnakan hidupmu. Saat kamu belum ingin menikah, ingat selalu untuk tidak juga mendekati hal-hal yang bisa menyeretmu ke dalam zina.

Mengapa kamu perlu mengungkapkan perasaanmu yang keberatan jika orangtua mulai ingin menjodohkanmu? Karena, saat komunikasimu dengan mereka buruk, maka orangtuamu merasa diamnya kamu adalah tanda setuju. Padahal, tidak jarang anak diam justru karena merasa dipaksa dan tidak berani bicara.

Jelas, pernikahan tidak boleh dilakukan atas dasar keterpaksaan salah satu mempelainya, lho. Karena pernikahan itu ibadah, salah satu tujuannya adalah membentuk keluarga yang sakinah, di dalamnya harus ada ketenangan dan kedamaian.

Bagaimana kalian bisa tenang dan damai jika kenyataannya justru saling membenci satu sama lain karena menikah dengan terpaksa?

Bagaimana kamu bisa merasakan kebahagiaan dalam pernikahan sekali seumur hidup, sementara kamu harus bersama dengan orang yang tidak kamu cintai. Kedua mempelai harus saling ridho saat memulai dan menjalani pernikahannya. Jadi, kalau salah satunya tidak ridho, maka pernikahan pun bisa menjadi tidak sah. Sebab, rukun nikah itu ada lima:

  • Mempelai laki-laki dan perempuan,
  • Wali,
  • Saksi,
  • Mahar, dan
  • Ijab qabul.

Jadi, sekali lagi, sampaikan atau ajak saja orangtua kamu membaca tulisan ini. Kalian harus berkomunikasi dengan baik, terlebih soal pernikahan. Sebab, menikah itu untuk selamanya, bukan sementara.

Related image
irishcentral.com

Menikah itu untuk masa depan, dan menikah bukanlah sebuah permainan. Tanyakan pada siapapun yang memaksamu, mereka ingin melihatmu segera menikah agar kamu bahagia, atau justru sengsara karena tidak ada cinta di dalamnya?

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY