10 Kebiasaan yang Merusak Kesehatan

hellosehat.com

Gulalives.co – Kebanyakan dari kita tidak menyadari akan kebiasaan yang sering dilakukan bisa merusak kesehatan. Kita masih saja melakukan hal tersebut tanpa memikirkan akibatnya. Meskipun terlihat sangat sepele, ternyata beberapa kebiasaan yang dilakukan bisa merusak kesehatan kita, loh. Kira-kira kebiasaan yang seperti apa, ya? Langsung disimak aja, yuk!

Mengenang Masa Lalu yang Pahit

Image result for Mengenang Masa Lalu yang Pahit
kawaiibeautyjapan.com

Masih mengenang masa lalu? Sebaiknya sudahi kebiasaan ini ya, meski terkesan sepele, mengenang masa lalu bisa merusak kesehatanmu. Dan dampaknya terhadap psikologi terbukti lewat sebuah studi yang dipublikasikan melalui ““Behaviour Research and Therapy” baru-baru ini.

Studi ini menemukan bahwa jika kamu hanya fokus secara kompulsif pada kesusahan ketimbang mencari solusi, akan rentan mengalami gejala depresi. Semakin banyak orang berpikir tentang peristiwa yang membuat stres, maka semakin besar kemungkinan mereka mengalami depresi.

Daripada buang-buang waktu mengingat hal-hal pahit di masa lalu yang tak mungkin bisa kamu rubah, lebih baik fokuslah pada hari ini dan masa depan. Nikmati hari-hari yang kamu jalani, cari solusi segala permasalahan akibat masa lalu, dan rencanakan masa depan yang lebih baik.

Terlalu Sering Menonton TV, dan Bermain Gadget

Image result for menonton tv
merdeka.com

Meski bisa dibilang sebagai kegiatan bersantai, namun terlalu sering menonton TV atau bermain gadget ternyata menyimpan begitu banyak pengaruh negatif yang bisa merusak kesehatan tubuh. Kelamaan menonton televisi atau menggunakan gadget telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes, dan emboli paru.

Selain itu, terlalu lama menonton TV dan main gadget tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik dapat menurunkan kemampuan kognitif otak. Hal ini terbukti melalui sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan di JAMA Psychiatry, mengadakan tes kognitif bahwa orang yang rata-rata menonton TV lebih dari 3 jam per hari selama 25 tahun tampil buruk dalam tes tersebut dibandingkan dengan orang yang tidak banyak menonton TV.

Mengeluh

Image result for Mengeluh
motivasi-islam.com

Sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam “Journal of Clinical Child and Adolescent Psychology” menemukan hubungan antara perilaku percakapan yang berorientasi negatif dengan depresi. Disebutkan bahwa anak-anak yang cenderung terus-terusan berkonflik dengan teman-teman sebanyanya, lebih mungkin terdiagnosis depresi.

Studi lain pada tahun 2008 yang dipublikasikan dalam jurnal “Hormones and Behaviour”, menemukan bahwa berbicara dengan teman dalam konteks negatif dapat meningkatkan hormon stres, khususnya pada wanita. Berbicara dengan teman sebetulnya dapat mengurangi stres, tapi mengulang-ulang pembicaraan mengenai kesulitan yang tengah kamu hadapi, akan meningkatkan emosi negatif dan membuat diri kamu terjebak pada suasana hati yang buruk.

Terlalu Lama Membuka Sosial Media

Related image
eljueves.es

Telah banyak ditemukan oleh para peneliti, bahwa orang yang “terisolasi” akibat berkutat dengan media sosial. Isolasi sosial tersebut buruk bagi kesehatan mental dan fisik. Kamu hanya akan menghabiskan sebagian besar waktu dengan mengamati media sosial, tanpa melakukan aktivitas yang membuat badan kamu bergerak.

Terlebih lagi, penelitian ini juga menunjukkan bahwa terlalu lama mengamati media sosial dapat menimbulkan rasa iri pada teman dan menurunkan mood sehingga meningkatkan risiko terjadinya depresi.

Menahan Marah

Image result for Menahan Marah
style.tribunnews.com

Seperti pepatah yang mengatakan “Sabar ada batasnya”. Kalimat tersebut memang ada benarnya. Ketika kita marah, lebih baik untuk melampiaskannya. Jika dipendam, bisa mengakibatkan stres dan jika meluapkannya secara memuncak dapat membahayakan kesehatan.

Seperti yang pernah diungkapkan oleh Profesor Harvard Laura Kubzansky menyatakan bahwa mereka yang membangun emosi mereka dan mengalami ledakan kemarahan yang tiba-tiba jauh lebih rentan terhadap penyakit jantung.

Mengkritik Diri Sendiri

Related image
intisari.grid.id

Apakah kamu selalu menyalahkan diri saat melakukan kesalahan? Kamu selalu membuat target yang seharusnya bisa kamu lakukan lebih baik? Selalu fokus terhadap kekurangan ketika bercermin? Mengkritik diri sendiri terlalu keras secara tidak kamu sadari bisa merusak kesehatan, khususnya mental.

Sebuah studi tahun 2014 yang terbit dalam jurnal “Personality and Individual Differences” menemukan bahwa kritik diri yang terlalu keras dapat meningkatkan gejala depresi. Ubahlah segera cara berpikir kamu. Meski kebiasaan ini sulit dihentikan, tapi dengan tekad kuat, kamu dapat pelan-pelan belajar untuk menghargai diri dan lebih positif. Ingat, tak ada manusia yang sempurna.

Begadang

Image result for Begadang
metrotvnews.com

Terjaga pada malam hari kemudian tidur di esok paginya merupakan salah satu kebiasaan yang tidak baik dan bisa merusak kesehatan. Orang yang begadang cenderung tidak melakukan aktivitas fisik esok harinya dan juga mengganggu waktu makan. Jika kamu memiliki kebiasaan begadang, maka ubahlah kebiasaan itu secara perlahan sampai tubuh terbiasa dan kamu dapat beraktivitas normal.

Baca Juga: Kebiasaan Begadang Suami bisa Menyebabkan Istri Sulit Hamil?

Terlalu Lama Duduk

Image result for Terlalu Lama Duduk
tanya.asmaraku.com

Menghabiskan terlalu banyak duduk di kursi mungkin akan memperburuk kesehatan fisik. Mengapa? Duduk dalam jangka waktu panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular. Sebab duduk tidak akan menyebabkan adanya aktivitas atau gerak yang bisa membakar kalori dalam jumlah banyak.

Begitu pula dengan kesehatan psikologis. Mengatasi hal tersebut, kaamu bisa melakukan aktivitas yang kuat selama 1 jam atau setidaknya cobalah untuk menggerakkan badan selama beberapa menit setiap setengah jamnya. Dengan begitu, tubuh dan pikiran kamu tetap akan baik.

Makan di Saat Tidak Lapar

Image result for Makan di Saat Tidak Lapar
beritagar.com

Sekadar memakan camilan atau melampiaskan diri dari rasa stres dengan makan yang terlalu sering mungkin akan menimbulkan kelebihan kalori bagi tubuh. Kemudian, berat badan tubuh kamu akan naik di atas normal dan akhirnya obesitas.

Obesitas dapat meningkatkan banyak risiko, tidak hanya diabetes, stroke, tetapi juga banyak penyakit lainnya. Penting untuk menjaga waktu makan dan pola makan kamu, agar berat badan tetap terjaga.

Telat Makan

Image result for Telat Makan
hellosehat.com

Jangan pernah berpikir bahwa menunda waktu makan akan menurunkan berat badan. Itu tidak dibenarkan. Menunda waktu makan, malah akan meningkatkan nafsu makan kamu di waktu setelahnya. Bisa jadi porsi makan kamu akan lebih banyak dari biasanya.

Menunda waktu makan akan melambatkan metabolisme tubuh sehingga tubuh akan terasa lemas. Selain itu, menunda makan akan menyebabkan asam lambung naik. Buruknya, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit diabetes. Sebaiknya, luangkan waktu kamu sejenak untuk makan, agar kamu tetap fokus dan semangat beraktivitas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here