12 Kebiasaan yang Bisa Merusak Pernikahan

0
255 views
foochia.com

Gulalives.co – Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, maka kedua belah pihak harus saling bekerja sama dalam membangun hubungan jangka panjang bahkan seumur hidup ini. Selain meluruskan visi dan misi dalam pernikahan, kamu dan pasangan juga harus saling mengevaluasi diri masing-masing. Masalah kecil yang dipendam sewaktu-waktu akan menjadi besar.

Related image
huffingtonpost.com

Kamu mungkin tidak suka dengan beberapa kebiasaan pasangan setelah menikah. Ingin berpendapat, tapi takut melukai hatinya. Mungkin, pasangan juga tidak suka dengan beberapa kebiasaanmu, dan dia juga ingin menegur, tapi takut membuat kamu sakit hati. Padahal pernikahan sangat butuh keterbukaan dan kejujuran. Nah, ada beberapa kebiasaan yang dapat menghancurkan pernikahan kalian. Apa saja? Berikut ini beberapa kebiasaan yang dapat membuat hubungan kamu dan pasangan menjadi renggang:

Saling Menyalahkan

Related image
liputan6.com

Jika kamu menemukan bahwa kamu dan pasangan masih saja saling menyalahkan untuk hal-hal yang tidak berjalan sesuai rencana, sebaiknya mulai sekarang kamu dan pasangan harus berbenah. Karena pasangan seperti ini harus lebih banyak belajar untuk bertanggungjawab terhadap apa yang dibutuhkan, daripada saling menyalahkan satu sama lain, kamu dan pasangan lebih baik memikirkan apa yang membuat kamu marah, apa yang salah, dan bagaimana memperbaikinya sekarang dan di masa yang akan datang.

Memanfaatkan Pasangan

Related image
meetmindful.com

Setelah menikah, entah kamu pun dia memiliki perannya masing-masing. Laki-laki mungkin akan menyerahkan urusan dapur pada perempuan, atau sebaliknya, tidak masalah memang jika itu adalah kesepakatan yang telah disetujui kedua belah pihak. Namun, ketika kamu justru memanfaatkan dia untuk melayani kamu tanpa memberikan timbal balik, ini akan menjadi hubungan yang tidak sehat.

Kamu membiarkan pasangan terus melayanimu, tanpa kamu berusaha memberikan pelayanan balik pada pasangan, bahkan jarang mengucapkan terima kasih padanya. Mungkin pasanganmu akan menerima di awal waktu, tapi ia akan merasa terabaikan di kemudian hari, cepat atau lambat.

Terobsesi dengan Gadget

Image result for pasangan terobsesi gadget
rula.co.id

Kalau kamu dan pasangan sudah ‘kecanduan’ dengan gadget. Maka kamu dan pasangan akan jarang memiliki waktu berdua untuk berbicara, karena jauh lebih aktif di media sosial. Tak jarang juga ketika memiliki waktu berdua, kalian justru asik dengan smartphone masing-masing. Menurut Lisa Bahar, terapis berlisensi untuk keluarga dan pernikahan di Newport Beach Calif, yang dikutip situs Lifescript,

“Kecanduan Anda akan sesuatu dapat menjadi orang ketiga dalam pernikahan Anda.” Tidak hanya media sosial dan gadget, kecanduan juga bisa berupa kecanduan alkohol, obat-obatan, judi, atau belanja berlebihan. Meskipun kecanduan tersebut tidak melibatkan seks atau perselingkuhan, tetap saja ketika sesuatu yang menyita waktumu lebih banyak, dan hal ini dapat membuat kamu melupakan pasangan hingga merusak pernikahan. Maka, pastikan kamu memahami nilai pernikahan, dan sadar bagaimana kebiasaan tersebut berdampak pada hubungan kalian ke depannya.

Marah Dalam Diam

Related image
vemale.com

Jika kamu marah pada pasangan dengan cara diam, hal ini tidak akan memperbaiki apa pun dalam hubungan kalian. Cara ini hanya akan membuat pertengkaran menjadi semakin buruk, saat kamu tidak lagi bisa menahan amarah. Kamu juga harus tahu jika hubungan yang patut diperjuangkan adalah hubungan yang berjalan baik-baik saja dengan saling berbicara satu sama lain. Pasanganmu tak akan pernah bisa tahu apa yang kamu rasakan dengan jelas, tanpa kamu sendiri yang menjelaskan.

Tidak Punya Inisiatif

Related image
conocermeycomunicarme.com

Mungkin kamu berpikir dialah yang harusnya terlebih dulu menunjukkan perhatian untuk kamu, hal ini membuat kamu menjadi tidak punya inisiatif untuk menunjukkan perhatian padanya. Kamu perlu berhati-hati, sebab perilaku ini bisa menjadi kebiasaan, meskipun hubungan kalian sudah terbentuk dengan baik. Dampak buruknya adalah pasangan bisa menjadi salah paham atas kebiasaan tersebut, ia juga akan berasumsi bahwa kamu tidak benar-benar peduli padanya.

Perhatian kecil dapat membuat hubungan kamu dan pasangan semakin intim. Cara untuk mengatasi kebiasaan buruk ini adalah dengan mencoba pelan-pelan memberi perhatian saat kamu merasa dapat mengendalikan perasaan, coba lihat respon positif yang kamu dapatkan. Melihatnya bersyukur dan bahagia adalah hal terindah.

Harapan Berlebihan

8 Kebiasaan Buruk yang Perlu Kamu Hilangkan Sebelum Menikah
meramuda.com

Pertengkaran karena hal ini sebenarnya dapat dikatakan sebagai hal yang klasik. Kamu berharap bahwa pasangan akan mengerti apa yang kamu inginkan, tanpa perlu kamu beritahu. Ini menunjukkan harapan yang tidak realistis. Kamu tidak sedang berada di dalam sebuah hubungan dengan seseorang yang mampu membaca pikiran kan? Maka itu, kamu harus belajar untuk mengungkapkan apa yang kamu inginkan dan butuhkan, sehingga pasangan pun menjadi tahu bagaimana caranya membahagiakan dengan tepat.

Adu Argumen Setiap Waktu

Related image
meramuda.com

Saat ada masalah, kita semua pasti ingin didengarkan. Tapi bagaimana ketika salah satu di antara kalian tidak mau mendengarkan dan mengalah? Tentunya solusi tidak akan tercapai, bukan? Adu argumen juga bisa menjadi kebiasaan, lho. Kamu mungkin tidak tahan untuk membalikkan kata-katanya dengan berbagai alasan.

Dan percayalah, hal tersebut tidak akan berakhir, karena kamu dan pasangan hanya mengungkapkan alasan masing-masing tanpa menghadirkan solusi. Tidak ada salahnya untuk bicara baik-baik, saling mendengarkan, tanpa harus terus saling menyalahkan.

“Saya kan sudah pernah bilang …”

Image result for fight couple
sheknows.com

Jika pasanganmu melakukan sebuah kesalahan, mungkin insting pertama kamu adalah mengatakan “Saya kan sudah pernah bilang …” kepadanya. Kenyataannya, hal ini tidak baik, karena kamu tidak perlu melakukan ini. Ketika bertengkar, kamu dan pasangan membangun sebuah dinding, sehingga yang diperlukan adalah menyingkirkan semua sarkasme dan membuat sebuah percakapan yang jujur. Jadi, tolong hindari kalimat yang satu ini, ya.

Menghindari Seks

8 Kebiasaan Buruk yang Perlu Kamu Hilangkan Sebelum Menikah
meramuda.com

Jika kamu mulai menghindari berhubungan seks dengan pasangan, mungkin pernikahan kamu sedang dalam masalah. Pertama-tama, kamu mungkin menghindari seks dengan alasan merasa lelah atau hal lainnya, pasangan pun mengerti dengan alasan itu. Perlahan, kamu pun akan terbiasa menghindari seks, berharap pasangan akan mengerti. Tentu saja, pasangan kamu akan bertanya-tanya dengan sikap ini, keintiman pun akan berkurang karena kamu bersikap seperti itu.

Coba temukan apa yang membuat kamu tidak tertarik melakukan hubungan seks dengan pasangan, apakah ikatan di antara kalian longgar karena seringnya berdebat, atau karena hal lainnya. Jika memang karena hal tersebut, pastikan kamu dan pasangan memiliki komunikasi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Selain itu, cobalah untuk berusaha bilang ‘ya’ ketika ia mengajak berhubungan seks, walaupun suasana hati kamu mengatakan ‘tidak’. Ingat, menikah bukan hanya perihal menyiapkan makanan dan segala kebutuhan sehari-harinya, tapi juga tentang keintiman yang satu ini.

Kebohongan Kecil

Related image
alpenews.al

Kebohongan besar pun kecil akan memicu pertengkaran. Jika kamu dan pasangan sering melakukan suatu hal sendiri-sendiri dan ada beberapa hal yang disembunyikan, biasanya kamu akan berpikir untuk mencari waktu yang tepat agar bisa memberitahukan hal tersebut pada pasangan.

Hal ini menunjukkan bahwa kamu belum benar-benar memiliki kepercayaan pada pasangan sebagai mitra. Kebohongan kecil maupun besar akan memiliki efek yang abadi dan merusak keintiman. Kenyataannya, jika kamu benar-benar mencintai pasangan, kamu akan menceritakan segalanya dan tak akan menutupinya dengan kebohongan.

Menjadikan Pasangan Sebagai Prioritas Kedua

Related image
nari.punjabkesari.in

Kamu mungkin sedang fokus dalam mencapai cita-cita dan target-target yang lain, tapi bukan berarti kamu menjadikan pasangan sebagai prioritas terakhir, dan melupakannya di rencana-rencana yang kamu buat. Karena pasanganmu juga memiliki mimpi-mimpi, dan yang perlu kamu lakukan adalah balik mendukungnya.

Ketika keluarga berada di prioritas teratas, artinya pekerjaan juga ada di atas, sebab kamu membutuhkan biaya untuk mencapai mimpi-mimpi keluarga. Keseimbangan prioritas mungkin tidak akan tercapai, tapi yang penting kamu sudah melakukan yang terbaik dengan tidak melupakan pasangan dalam rencana-rencanamu.

“Kamu mirip sekali dengan Ibu atau Bapakmu”

Related image
crosswalk.com

Semua orang pasti memiliki kemiripan dengan orang tua dan ini akan menjadi sebuah subjek pertengkaran yang sensitif. Ketika kesamaan ini dibahas dalam pertengkaran, biasanya bukan sebagai pujian. Sebaiknya, tanyakan pada diri kamu sendiri dan pasangan tentang masalah apa yang sebenarnya terjadi. Kamu gak mau kan kalau orang tuamu dianggap negatif?

Hindari 12 hal ini kalau kamu gak mau rumah tanggamu rusak di kemudian hari.

LEAVE A REPLY