7 Penyakit Kejiwaan yang sering Kita Anggap Wajar

0
86 views
rebelcircus.com

Gulalives.co – Kali ini, Gulalives ingin membahas tentang penyakit kejiwaan yang ternyata tersimpan di balik perilaku seseorang, yang biasa hanya kita anggap sebagai kebiasaan buruk saja. Padahal, ada arti yang lebih luas lagi, dari kebiasaan mereka ini.

Related image
geneticliteracyproject.org

Psikoterapis Amerika, Aaron T. Beck dan Arthur Freeman mendefinisikan rahasia temperamen manusia, di mana ada penyakit mental yang sering dianggap remeh, hanya sebagai kebiasaan buruk, padahal tersimpan makna besar di baliknya, seperti 7 di antaranya di bawah ini:

Impulsif dan Tidak Sabaran

Seseorang yang tidak bisa mengendalikan emosi mereka, memiliki risiko lebih tinggi menderita borderline personality. Gejalanya bisa berupa hubungan pertemanan dan percintaan yang tidak stabil, pengeluaran yang impulsif, mengemudi dengan tidak hati-hati hingga sering hampir mengalami kecelakaan, dan perubahan suasana hati tanpa alasan yang jelas, serta rasa bosan yang kronis. Ini adalah salah satu penyakit kejiwaan yang kerap kita anggap sebagai kebiasaan buruk saja, kan?

Kerap Marah dengan Diri Sendiri

Dalam dunia psikologi, sindrom ini disebut avoidant personality disorder. Panic attack, depresi, dan gangguan tidur bisa muncul dalam kasus-kasus yang sudah parah. Mengkritik diri sendiri memang bisa membantu kita untuk berubah menjadi lebih baik, selama dalam dosis kecil, dan mendorong kita untuk bisa lebih mengembangkan diri sendiri.

Namun, jika hal ini dilakukan dalam jumlah yang berlebihan, maka akan sangat berbahaya bagi kesehatan mental, karena sama saja kamu terus membiarkan penyakit kejiwaan tumbuh dan bersemi dalam dirimu sendiri.

Kurangnya Tanggung Jawab

Hal ini ada pada orang yang selalu ingin memiliki lebih banyak waktu untuk istirahat, dan lebih sedikit bekerja. Tentu saja, itu adalah keinginan manusia yang paling umum, ya? Namun, beberapa orang yang senantiasa merasa tidak cukup dan terus merasa membutuhkan lebih waktu untuk dirinya sendiri, merupakan hal yang disebut sebagai penyakit antisocial personality disorder.

Gejalanya yakni menandakan kalau kelalaian bukan sekedar kebiasaan buruk, tapi juga sudah menjadi penyakit mental, yakni saat muncul keinginan untuk hidup dari hasil kerja keras orang lain, sering berhenti kerja tanpa ada perencanaan masa depan yang jelas, hingga sering melakukan pembelian yang sebelumnya tidak direncanakan.

Baca Juga: 5 Ciri-ciri Gangguan Mental pada Anak, Orangtua Harus Peka!

Perfeksionis

Seseorang yang terlalu perfeksionis, bisa jadi sedang dalam perjalanan untuk menjadi penderita obsessive-compulsive personality disorder (OCD), yakni salah satu penyakit kejiwaan.

Orang dengan penyakit ini mungkin pada awalnya berusaha memenuhi keinginan masyarakat atas dirinya, sehingga ia berusaha untuk terus sempurna. Namun, pada akhirnya hal ini akan berkembang hingga menjadi kebiasaan untuk dia bisa melihat segala sesuatu dengan sempurna.

Sangat Bergantung pada Orang Lain

Menjadi tergantung pada teman-teman dekat dan anggota keluarga adalah ciri dari semua mamalia, termasuk manusia. Hal ini sangat normal, bergantung pada orang lain. Namun, jika ketergantungan sudah berlebihan, maka ini akan disebut dependent personality disorder, yang termasuk ke dalam penyakit kejiwaan.

Orang dengan penyakit mental ini mengalami kesulitan atau bahkan ketidakmampuan untuk membuat keputusan, tanpa mendapatkan persetujuan dari orang yang biasa ia jadikan tempat bergantung.

Sering Curiga

Kadang, kita merasa takut akan sesuatu hal, seiring dengan berjalannya waktu, dan hal ini masih bisa dibilang normal. Tapi beberapa orang yang mengalami paranoid dengan dosis terlalu tinggi, hingga membuat mereka melakukan aksi-aksi tidak masuk akal, hanya demi menghilangkan ketakutan mereka.

Seperti mereka akan meretas akun media sosial orang lain, bahkan hingga menyewa detektif swasta. Bah, seseorang dengan kecurigaan seperti ini, akan membuat mereka melakukan tindakan putus asa, dan tanpa sadar membiarkan dirinya masuk ke dalam penderita paranoid personality disorder.

Sering Menunda

Terakhir adalah kategori yang termasuk pada mereka yang tidak mau mengikuti aturan, yang ada di masyarakat. Hal ini bisa terlihat dari seringnya mereka menunda-nunda kegiatan, dan bisa berkembang menjadi penyakit mental yang dinamakan passive-aggressive personality disorder, jika disertai gejala-gejala seperti:

  • Respon yang sangat tidak mengenakan saat diminta untuk melakukan aktivitas biasa, yakni membuang sampah pada tempatnya, membersihkan kandang hewan peliharaan, atau sekadar mencuci piring.
  • Pola kerja yang sangat lambat, dengan kualitas yang juga buruk.
  • Tidak bisa menerima saran yang berguna dari orang sekitar, salah satunya tentang cara membuat pekerjaannya menjadi lebih baik dan cepat.
Related image
topics.dirwell.com

Di antara 7 penyakit kejiwaan di atas, adakah salah satunya melekat pada pribadimu? Sebenarnya, yang membuat seseorang tidak menyadari dirinya memiliki gangguan, adalah tidak adanya tempat cerita yang 100% ia percaya. Maka, mulai sekarang, cobalah untuk terbuka dengan satu orang yang kamu percaya.

Kalaupun bagimu tidak ada manusia yang bisa dipercaya, kamu tidak perlu ragu untuk pergi ke psikolog atau ahli di bidang lainnya, untuk mencurahkan segala apa yang kamu rasa dan pikirkan, sebelum semuanya semakin parah dan terlambat untuk ditangani. Jangan lupa untuk terus semangat!

LEAVE A REPLY