todossomosuno.com.mx

Gulalives.co – Kecerdasan dan kreativitas anak-anak dapat lahir secara alami. Namun, proses pertumbuhan bisa merubah kecerdasan dan kreativitas mereka lho, sehingga kemungkinan terburuk dapat mengikisnya. Cara mendidik, pola asuh, perlakuan dan kebiasaan orang tua pada anak itulah yang sangat mempengaruhi kecerdasan dan kretivitas selama masa pertumbuhan. Bahkan, terkadang ada kebiasaan orang tua kepada anak yang tanpa disadari malah membuat anak menjadi tidak kreativ dan penakut. Kebiasaan apa saja ya? Simak ulasan berikut yuk agar kita bisa menghindarinya!

Memberikan Iming-iming Hadiah

Image result for memberikan hadiah pada anak
lampung.tribunnews.com

Mungkin para orang tua bermaksud baik memberikan sebuah hadiah untuk sang anak, agar anak menjadi lebih bersemangat dalam meraih prestasi dan sebagainya. Akan tetapi peneliti ilmiah menunjukan, imbalan justru akan menghambat ekplorasi dan imajinasi anak-anak. Seorang anak yang di iming-imingi hadiah atau stiker bintang di buku catatan prestasi atas keberhasilan tertentu, hanya akan mendorong dirinya melakukan usaha yang dibutuhkan untuk mendapatkan hadiah. Selebihnya ia akan merasa puas setelah mendapatkan hadiah dan tidak akan mendorong dirinya lebih jauh. Imbalan berupa hadiah akan menghilangkan kesenangan intrinsik kegiatan kreativ. Yang diinginkan adalah anak-anak yang merasa terlibat, termotivasi, dan berpikir dengan liar, bukan anak-anak yang menginginkan stiker bintang yang memenuhi buku.

Jangan Terlalu Sibuk dengan Gadget

Image result for orang tua dan anak sibuk dengan gadget
www.wajibbaca.com

Anak-anak adalah peniru yang baik, dia akan meniru apa saja yang ia lihat dari orang tuanya. Jika orang tua terlalu sibuk dengan ponselnya, si anak kemungkinan besar juga akan meniru. Di zaman yang semakin canggih seperti sekarang ini, gadget memang sangat banyak memberikan manfaat dengan kemampuannya untuk berkomuikasi dan bekerja. Tapi disisi lain membuat penggunanya cenderung apatis dan terpaku melulu dengan ponsel pintar ini. Tak jarang pula orang tua melakukan hal yang sama ketika berhadapan dengan ponsel. Sampai-sampai si anak terabaikan, dan kemudian meniru perilaku orang tuanya. Jadi, kalau anak lama-lama gemar dan menjadi ketergantungan dengan ponsel, tahu kan siapa yang jadi penyebab awalnya?

Membatasi Pilihan

Image result for membatasi pilihan anak
kumparan.com

Tanpa disadari orang tua kerap menempatkan anak-anak dalam sistem yang mengajarkan mereka “hanya ada satu jawaban yang benar”. Bahkan kebanyakan mainan yang diberikan lengkap dengan petunjuk penggunaan dan kita hampir tidak membiarkan mereka memilih bagaimana cara memainkannya. Padahal, mengeksplorasi pilihan adalah inti dari cara berpikir lateral atau memecahkan masalah melalui pendekatan langsung dan kreatif, dengan menggunakan penalaran yang tidak lugas dan melibatkan ide-ide yang mungkin tidak diperoleh dengan hanya menggunakan logika tradisional langkah demi langkah. Anak-anak yang kreativ merasa bebas untuk mengusulkan solusi alternatif dan lebih tajam untuk mengikuti rasa ingin tahu mereka.

Terlalu Sering Berkomunikasi Satu Arah

Related image
www.kompasiana.com

Komunikasi satu arah tanpa mendengarkan maunya si anak, sering sekali dilakukan oleh para orang tua. Berkomunikasi satu arah seperti menyuruh, memerintah dan memarahi tanpa memberikan peluang untuk anak berbicara akan berakibat buruk bagi anak. Semua anak pastinya juga ingin didengarkan oleh orang tua. Jangan karena sudah menjadi orang tua lantas bebas untuk menyuruh anak, justru karena mereka itu manusia dan punya hak untuk berbicara dan mengutarakan pendapat, maka orang tua harus menghindari melakukan komunikasi satu arah dengan mereka ya. Karena mereka bukanlah robot yang asal melakukan perintah.

Memberikan Gadget Sebelum Waktunya

Image result for memberikan gadget pada anak di usia dini
m.timesindonesia.co.id

Gadget idealnya diberikan pada anak setelah anak paham betul konsekuensi dan penalarannya sudah matang. Tapi akan lebih baik lagi memberikannya jika budaya baca anak sudah bagus, sehingga penggunaan ponsel pada anak dapat berguna sebagai media komunikasi dan sarana kreativitas. Namun, hati-hati, kreativitas yang dilakukan dalam ponsel bukanlah tolak ukur dari kreativitas alamiah manusia. Kalau sudah kecanduan dan membuat anak menjadi apatis, apakah masih mau memberikan posen/gadget pada anak terlalu dini?

Membiarkan Anak Melihat Pertengkaran Kamu dengan Pasangan

Related image
indianexpress.com

Anak yang meilhat pertengkaran antara ayah dan bundanya adalah mimpi buruk bagi mereka. Anak itu berhak tinggal di tempat yang proper dan hangat dari keluarganya. Baik ayah dan bundanya. Memperlihatkan pertengakaran kamu dengan pasangan didepan anak sama saja menghancurkan impiannya memiliki anak dengan kondisi kekeluargaan yang baik. Sebainya pertengakarannya disimpan dulu ya!

Mengabaikan Gizi Anak

Related image
nova.grid.id

Masalah pertumbuhan dan gizi anak tidak boleh terlewatkan. Usia sekolah dasar adalah fase proses belajar dan pertumbuhan fisik anak sedang pesat-pesatnya. Sayang banget kan kalau gizi mereka hanya dibatasi dari makanan sekenanya, atau asal perut mereka terisi. Sebagai orang tua harus memberikan yang terbaik untuk anaknya. Contohnya dengan memberikan susu setiap hari yang akan membantu anak mendapatkan nutrisi yang tepat untuk anak usia sekolah. Dengan begitu akan mendukung anak menjadi anak yang lebih kreativ lagi.

Untuk semua orang tua ataupun yang nantinya akan menjadi orang tua dan memiliki anak, harus menghindari hal-hal tersebut agar anak-anak Anda tubuh dengan cerdas dan memiliki kreativitas.

LEAVE A REPLY