Keanggunan dalam Sepotong Gaun Hitam

Gulalives.com, JAKARTA – Little black dress (LBD), sebuah gaun hitam tampaknya menjadi must have item semua perempuan. Gaun hitam tak lagi identik dengan kematian atau kesedihan. Sepotong gaun hitam cantik kini dipandang sebagai elegansi bahkan kemewahan.

Gaun hitam mengalami redefinisi pada awal abad ke-20 seiring perubahan peran sosial perempuan di Barat. Tahun 1920 khususnya menjadi tonggak pergerakan kaum perempuan di Amerika dengan pengakuan hak istri sebagai pemilik properti serta hak perempuan berpartisipasi dalam pemilihan umum.

Era baru ini diiringi peningkatan daya beli dan konsumerisme massa, yang mendorong industri busana siap pakai.

Seotong gaun hitam rancangan Coco Chanel. Foto: styletv
Seotong gaun hitam rancangan Coco Chanel. Foto: styletv

Ketika perancang Coco Chanel mendesain gaun hitam, dia menerjemahkan semangat era tersebut. Di tangannya, gaun hitam menjadi busana siang dan malam yang memudahkan perempuan beraktivitas.

Ilustrasi gaun hitam selutut berlengan panjang Chanel terbit di majalah Vogue Amerika edisi 1 Oktober 1926. Vogue memuji kesederhanaan sekaligus potensi pasar rancangan Chanel, yang disejajarkan dengan mobil Ford.

“Busana ‘Ford’ Chanel, seluruh dunia akan memakainya, adalah model 817 dari bahan crepe de chine hitam…”

Pamor gaun hitam Chanel yang kemudian dikenal luas sebagai little black dress memuncak pada 1961. Artis Audrey Hepburn mengenakan gaun hitam rancangan Hubert de Givenchy dalam film Breakfast at Tiffany’s.

Keanggunan Hepburn dalam balutan little black dress seketika menjadi panutan mode busana dan terus berdampak hingga kini. Gaun hitam, dalam berbagai model dan bahan, kini menjadi pilihan banyak perempuan dalam menghadiri acara formal maupun sosial. Saking populer, Oxford Dictionary of English memasukkan little black dress sebagai kata baru dalam edisi ketiga pada Agustus 2010.

Audrey Hepburn mengenakan gaun hitam legendaris karya Givenchy (1961).
Audrey Hepburn mengenakan gaun hitam legendaris karya Givenchy (1961).

Gaun hitam hingga little black dress yang massal telah mendobrak dominasi mode berbusana. Georg Simmel, sosiolog dan filsuf Jerman, dalam esai ‘The Philosophy of Fashion’ mengatakan, “mode selalu berdasarkan kelas. Kelas atas membedakan mode mereka dengan kelas lebih rendah, dan mereka akan segera meninggalkannya sesaat setelah kelas di bawahnya mencoba mengikuti.”

Namun Simmel juga meyakini keberadaan sebuah keindahan yang klasik, yang menurutnya “bersifat kolektif dan tidak menimbulkan banyak perubahan.”

Little Black Dress Givenchy Juaranya

Little black dress adalah salah satu bukti keindahan klasik sepotong gaun melintasi batas kelas dan waktu.

Gadis Bond kerap mengenakan gaun hitam dalam setiap filmnya.
Gadis Bond kerap mengenakan gaun hitam dalam setiap filmnya.

Gaun hitam yang dikenakan Audrey Hepburn terpilih sebagai busana wanita terbaik sepanjang masa, sepanjang sejarah layar lebar. Busana ini bahkan mengalahkan bikini putih milik Ursula Andress.

Penobatan gaun terbaik Audrey berdasarkan survei terkini yang dihelat majalah Lovefilm. Tak hanya terbaik, busana milik Givenchy itu bahkan menjadi busana paling populer sepanjang masa.

Audrey mengenakan gaun sederhana tersebut dalam salah satu adegan pembuka di film ‘Breakfast at Tiffany’s’ yang cukup ikonik pada 1961. Sang aktris menyempurnakan kesederhanaan gaun dengan aksesori berupa kalung mutiara dan sarung tangan hitam panjang.

Ikon fesyen Sarah Jessica Parker (kiri) anggun dalam balutan busana hitam
Ikon fesyen Sarah Jessica Parker (kiri) anggun dalam balutan busana hitam

“Audrey Hepburn telah benar-benar membuat little black dress menjadi item wajib fesyen yang telah teruji sepanjang waktu, meskipun disaingi oleh beberapa busana wanita paling bergaya di sekitarnya,” tutur Helen Cowley, editor majalah Lovefilm.

Dalam jajak pendapat, LBD yang dikenakan Audrey sempat mendapat “lawan tanding” dari busana ikonik lainnya, di antaranya bikini putih Ursula Andress dalam salah satu film James Bond, ‘Dr No’, yang akhirnya menempati urutan favorit keempat, dan gaun yang dikenakan bintang ‘Sex and The City’ Sarah Jessica Parker yang hanya menduduki peringkat 10.

Sepotong gaun htam menjadi busana wajib yang dimiliki setiap perempuan. Foto: Marrythis
Sepotong gaun htam menjadi busana wajib yang dimiliki setiap perempuan. Foto: Marrythis

Gaun putih panjang, topi, dan payung yang dikenakan Audrey dalam karakter Eliza Doolittle di film ‘My Fair Lady’ juga masuk dalam urutan keenam jajak pendapat seperti dilaporkan laman Femalefirst. (VW)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here