Kawah Ijen Jadi Inspirasi Dian Pelangi, Jenahara Pilih Superhero Zorro

0
71 views
Dian Pelangi

Gulalives.com, JAKARTA – Biasanya Dian Pelangi menggunakan warna-warna berani dalam koleksinya. Namun di perhelatan Indonesia Fashion Week 2016, desainer busana muslim berdarah Palembang ini memilih nuansa gelap yang kelam. Warna-warna yang digunakan dalam koleksinya didominasi warna biru tua, ungu, abu-abu, bahkan hitam.

Rupanya pemilihan warna ini terinspirasi dari Kawah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur. Dian menghadirkan busana berupa terusan berpotongan flare, long coat, hingga vest dalam print motif alam yang terlihat abstrak.

Koleksi Dian pelangi di IFW 2016. Foto: Dream.co.id
Koleksi Dian pelangi di IFW 2016. Foto: Dream.co.id

Desainer jebolan sekolah mode ESMOD Jakarta itu tak hanya mengambil inspirasi dari nuansa biru Kawah Ijen tapi juga ornamen alam di sekitarnya.

Karena inspirasinya dari Kawah Ijen, Dian tertantang banget ngambil sisi biru dan ungunya api. Namun bukan hanya didominasi warna api, koleksi bertema Lembayung Jiva ini juga menyerap warna arang juga abu.

Dalam koleksi yang dipamerkan di IFW 2016, Dian juga menampilkan ornamen bebatuan sebagai detail pada rangkaian rancangan terbarunya. Hiasan detailnya tetap lebih gelap untuk memberikan kesan elegan.

Koleksi Dian pelangi di IFW 2016.
Koleksi Dian pelangi di IFW 2016.

Meskipun koleksi kali ini tak dominan dengan warna enyala, namun Dian mengaku tak keluar dari identitasnya menciptakan busana warna-warni.

Busana yang colorful memang menjadi salah satu ciri khas desainer yang menapak usia 25 tahun ini, namun itu bukan sekadar palet warna, material juga tentu merepresentasikan karyanya.

Desainer yang baru saja memamerkan koleksinya di London, UK, selama ini dikenal menggunakan teknik pewarnaan celup (tie dye) dan penggunaan songket yang mencirikan Indonesia.

Dian Pelangi
Dian Pelangi

Dalam koleksi teranyarnya ini, Dian tetap memberikan sentuhan Nusantara lewat pengaplikasian tenun dan songket. Materialnya juga eksklusif karena ia tidak membeli bahan dari luar tapi memproduksinya sendiri.

Desainer ini mengaku mewarnai semua bahannya sendiri, dan semua buatan tangan. “Koleksi ini banyak kendalanya terutama di bahan. Nunggu warna yang pas susah karena musim hujan,” ujar Dian.

Jenahara Terinspirasi Zorro

Desainer Jenahara juga tampil di ajang Indonesia Fashion Week 2016. Kali ini desainer yang biasa disapa Jehan itu berkolaborasi dengan Et Cetera.

Koleksi Jenahara di IFW 2016
Koleksi Jenahara di IFW 2016

Jehan mengaku koleksinya kali ini terinspirasi dari Zorro, meskipun hal itu tak diungkapkan dengan pasti oleh desainer bernama lengkap Nanida Jenahara Nasution.

Dari 12 busana yang diusung Jenahara di panggung IFW 2016, tergambar jelas sosok pahlawan yang dimaksud Jehan adalah Zorro.

Topeng hitam lengkap dengan baju berjubah, plus topi sombrero menghiasi tubuh model yang berlenggok di atas catwalk.

Karya Jenahara di IFW 2016
Karya Jenahara di IFW 2016

Jehan mengaku sangat menyukai film yang mengisahkan sosok pahlawan. Menurut dia, pahlawan yang ia terjemahkan dalam deretan busana siap pakai (ready to wear) ini memiliki karakter yang kuat.

Jehan berharap karakter Zorro yang berani, mandiri, dan tangguh tergambar di koleksi kolaborasi ini. “Saya ingin konsumen Et Cetera jadi perempuan modern yang kuat, berani dan mandiri,” alasan Jehan mengangkat Zorro dalam koleksinya kali ini. Jehan optimistis koleksinya akan diterima dengan baik oleh konsumen Et Cetera.

Et Cetera merupakan brand fashion yang memiliki target pasar perempuan berusia 25 tahun ke atas, lajang, atau ibu muda yang telah mapan atau dalam kategori ekonomi B+.

Karya Jenahara di IFW 2016
Karya Jenahara di IFW 2016

Koleksi ‘Et Cetera by Jenahara’ yang banyak bermain dengan warna putih, coklat dan khaki baru akan tersedia di gerai Et Cetera pada Mei mendatang, menjelang bulan suci Ramadan. Jadi penasaran kan seperti apa bentuk inspirasi Zorro ini jika dituangkan ke dalam busana muslim? (VW)

 

LEAVE A REPLY