Jika Seorang Wanita Ingin Melajang Seumur Hidup, Boleh Nggak sih?

0
589 views
foto: muslimahcorner.com

Gulalives.com, JAKARTAI’m single and i’m happy. Kalimat ini memang sangat cocok untuk menggambarkan seorang wanita yang ingin hidup sendiri, dan tidak membutuhkan kehadiran seorang pria dalam hidupnya. Namun bukan tanpa alasan yang jelas ya, kenapa wanita ini ingin melajang seumur hidup?

Mungkin karena mereka terlalu sibuk dalam berkarir, atau pernah merasa tersakiti oleh pasangan terdahulunya, atau memang mereka belum menemukan pasangan hingga umur yang terus bertambah.

foto: kabarmakkah.com
foto: kabarmakkah.com

Tapi, boleh nggak sih wanita melajang seumur hidup? Dan bagaimana Islam memandang keputusan tersebut?

Dalam kitab Al Muhalla, Ibnu Hazm menegaskan bahwa wajib hukumnya para pemuda untuk  menikah. Namun ia mengecualikan terhadap wanita. Dengan tegas ia menyebutkan bahwa tidak wajib bagi seorang wanita untuk menikah.

Dalam Al Qur’an, Allah berfirman: “Dan para wanita tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin menikah, tidaklah berdosa menanggalkan pakaian luar mereka dengan tidak (bermaksud) mengumbar aurat. Dan menjaga kehormatan adalah lebih baik bagi mereka.” (QS An Nur 60)

Sementara Rasulullah bersabda, “Wanita yang mati dalam keadaan jum’in termasuk mati syahid.” (HR Ibnu Majah)

Arti Jum’in adalah mati dalam keadaan nifas dan mati dalam keadaan masih gadis atau belum digauli.

Dengan dua alasan tersebut, Ibnu Hazm berani mengatakan bahwa wanita boleh untuk tidak menikah. Pernyataan itu pun didukung oleh Syaikh Mustofa Al Adawi yang merupakan ahli hadist di daerah Mesir. Dalam buku Jami’ Ahkam An Nisa, beliau menuliskan, “Tidak wajib bagi wanita untuk menikah, karena saya tidak menjupai adanya dalili tegas yang menunjukkan kesimpulan wajibnya menikah bagi mereka.” (Jami’ Ahkam An Nisa 5/287)

foto: muslimahcorner.com
foto: muslimahcorner.com

Dan dalili yang menjadi dasar kuat pernyataan Syaikh Mustofa Al Adawi adalah hadist yang berasal dari Abu Said Al Khudri Radhiallahu ‘Anhu.

“Ada seorang sahabat yang datang menghadap Rasulullah bersama putrinya. Putrinya ini menolak untuk menikah. Nabi menasehati, ‘Taatilah Bapakmu!’

“Demi Dzat yang mengutus anda dengan membawa kebenaran, saya tidak akan menikah sampai anda sampaikan kedapa saya, apa hak suami yang menjadi kewajiban istrinya?” Tanya sang gadis berulang-ulang.

Beliau bersabda, “Hak suami yang menjadi kewajiban istri bahwa andaikan ada luka di badan suami, kemudian dia jilati luka itu, dia belum memenuhi seluruh haknya.”

“Demi Dzat yang mengutus anda dengan membawa kebenaran, saya tidak akan menikah selamanya.”

Kemudian Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian menikahkan putri kalian, kecuali dengan izin mereka.” (HR Ibnu Hibban, Ad Darimi)

Dalam hadist tersebut memang menunjukkan diperbolehkannya untuk tidak menikah. Tapi, jangan diartikan sebagai anjuran, ya ladies! Karena sesunggungnya ada pahala yang besar bagi seorang istri dalam lelah dan sibuknya mengurus rumah tangga. Ketahuilah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan seorang wanita yang taat kepada suaminya.

foto: isigood.com
foto: isigood.com

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada musibah yang menimpa setiap muslim, baik rasa capek, bingung, sedih, mendapat gangguan orang lain, resah yang mendalam, hingga duri yang menancap di badannya, kecuali Allah jadikan hal itu sebagai sebab pengampunan dosa-dosanya.” (HR Bukhari)

Yakinlah, bahwa dengan menikah, seorang wanita akan mendapatkan banyak manfaat. Bukankah surga yang kita inginkan?

Rasulullah bersabda, “Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, niscaya dikatakan kepadanya, “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.” (HR Ahmad)

Jadi, yang masih jomblo, tetaplah berusaha ya ladies untuk mencari jodoh yang terbaik menurut Allah dan RasulNya. Adapun jika memang telah disakiti, yakinlah bahwa Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

LEAVE A REPLY