Jika Binatang Saja Dilindungi, Mengapa Kita Biarkan Manusia (Muslim Uighur) Ditindas?

0
53 views
Gambar Via: ejinsight.com

Gulalives.co – China terus dihujani berbagai kritik dari masyarakat dunia, terutama Turki. Semua terjadi karena penindasan yang pemerintah China lakukan pada Muslim Uighur di Xinjiang, sangat jauh dari perilaku kemanusiaan. Mereka dimasukkan ke dalam kamp-kamp pengasingan massal, dilarang mempraktikkan ajaran agama Islam, hingga dijadikan target indoktrinasi.

Image result for yeni şafak english #China treats us worse than animals, says weeping #Uyghur grandpa

Padahal mereka tidak melakukan tindak kriminal sama sekali. Mereka hanya menjalankan perintah agamanya, Islam. Di sana, Islam secara kategoris dikaitkan dengan subversi, separatisme, dan terorisme.

Sejak tahun 2015 lalu, China membatasi siswa, guru, dan pegawai negeri Muslim Uighur di Xinjiang, untuk menjalankan puasa selama bulan Ramadhan. Dan ini berlaku bukan hanya di tempat-tempat publik. Intimidasi dan pengawasan polisi juga terus mereka gencarkan hingga ke dalam rumah-rumah warga, selama bulan suci tersebut.

Baca Juga: Peraturan Kejam Pemerintah China Terhadap Muslim Uighur

Ketaatan seorang Muslim Uighur dalam menjalankan agama Islam, juga akan membawanya langsung ke dalam penjara China yang paling keji. Penjara yang mereka sebut dengan kamp. Kamp yang nyatanya menjadi tempat pengasingan, dirancang untuk menghancurkan Muslim Uighur.

Dan jeritan hati Uighur pun kembali terdengar. Kali ini berasal dari seorang kakek yang berada di Amerika. Ia mengungkapkan semua sakit di hatinya dengan berlinangan air mata. Perih rasanya melihat serta mendengar ia menuturkan semua isi lukanya. Berikut video yang dibagikan oleh Official Twitter account of Yeni Şafak English:

“Tak ada satu pun manusia di dunia ini yang dizalimi, sebagaimana kami dizalimi. Bahkan saya tidak pernah melihat ada binatang yang dihina dan ditindas sebagaimana kami direndahkan dan ditindas. Di sini, di Amerika, ada organisasi khusus untuk menyelamatkan dan menjaga binatang liar. Bahkan ada juga organisasi yang khusus membela buaya pemakan manusia. Kami terlahir sebagai manusia, nama kami adalah Uyghur. Uyghur bermakna bersatu, beraliansi. Uyghur adalah bagian dari etnis Turk Huns,” ujar pria yang tak lagi muda tersebut.

Seperti apa yang kakek tersebut ungkapkan, jika kita bisa berjuang bersama untuk melindungi nasib para hewan, mengapa kita justru berdiam diri dan seolah tidak tahu, jika saudara kita sesama manusia, sesama Muslim, sedang mendapatkan penindasan di sana (Xinjiang-China)?

Jangan diam, karena selain terus mendoakan, kita bisa membantu Muslim Uighur. Terus sebarkan fakta-fakta tentang penindasan yang dialami oleh Muslim Uighur. Lindungi mereka yang ada di sekitar kita. Dan jangan lelah berjuang bersama agar pemerintah Indonesia mau berusaha untuk bicara dengan China. Karena semua keliru ini harus dihentikan!

LEAVE A REPLY