Perbedaan dari 6 Jenis Cinta yang Ada, Jangan Salah Kaprah!

0
109 views

Gulalives.co – Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, rasa ingin membantu, menuruti perkataan, dan lain sebagainya. Tapi tahukah kamu jika perasaan ini pun memiliki beberapa perbedaan? Seperti 6 jenis cinta yang akan Gulalives bahas kali ini:

Related image
shona.ie

Suka

Bisa dibilang, suka merupakan tingkatan cinta yang paling sederhana dan rendah. Rasa suka hanya sebatas pada ketertarikan terhadap individu pun objek lain. Suka merupakan bentuk cinta yang mungkin tidak perlu memiliki suatu hubugan lebih dari sekedar pertemanan, persahabatan, atau justru ketertarikan saja.

Maka, perasaan suka biasanya justru menjadi awal mula dari terbentuknya rasa cinta. Suka juga tidak bisa kemudian disebut sebagai sebuah bentuk relationship. Tapi kamu perlu tahu beberapa fakta psikologi tentang jatuh cinta, di mana salah satunya selalu diawali oleh perasaan suka.

Cinta Gila

Cinta gila adalah jenis cinta yang biasanya hanya dilandasi oleh perasaan nafsu semata. Seseorang memiliki motif untuk mencintai, karena perasaan yang bersifat sebatas obsesi, yang akan meledak-ledak karena menginginkan sesuatu hanya berdasarkan nafsu. Dan, saat nafsu tersebut hilang, maka rasa cinta yang ada pun akan lenyap begitu saja. Jenis cinta ini kurang pantas untuk dimiliki seseorang.

Cinta Hampa

Kebalikan dari cinta gila, cinta hampa justru terjadi ketika seseorang mengalami rasa sayang, suka, tapi tidak disertai dengan keintiman atau komitmen yang kuat. Cinta yang ada hanya sebatas pada rasa sayang, dan formalitas saja.

Hubungan yang ada memang masih berlandaskan cinta, tapi tanpa adanya komitmen. Sulit memang untuk menggambarkan jenis cinta ini seperti apa, tapi pada dasarnya, lebih baik perasaan ini kita hindari.

Baca Juga: 3 Cara Terbaik untuk Menjaga Cinta dalam Sebuah Pernikahan

Cinta Romantis

Cinta yang romantis, biasanya tercipta saat rasa kasih sayang lebih menonjol, dibandingkan unsur lainnya. Di dalamnya, kita mungkin akan melihat banyak hal-hal yang sifatnya sangat indah dan menarik. Romansa pun terbentuk dengan adanya jenis cinta ini.

Sayangnya, karena hanya satu unsur saja yang menonjol, maka bisa saja bentuk romantis yang ditunjukkan dalam hubungan yang berlandaskan perasaan ini, tidak akan bertahan lama. Karena, tidak ada unsur keintiman atau gairah yang akan menciptakan komitmen untuk jangka panjang.

Cinta Saling Melengkapi

Cinta yang saling melengkapi merupakan bentuk keseimbangan antara cinta gila dan juga cinta hampa. Di dalamnya, ada gairah atau nafsu yang diiringi dengan bentuk komiten serta tanggung jawab. Cinta yang saling melengkapi ini akan membentuk suatu perasaan yang saling terikat, tanpa harus memberikan suatu penilaian tertentu.

Bentuk cinta ini memang bagus, tapi tetap bisa memunculkan konflik, saat salah satu unsur (gairah atau komitmen) melemah. Maka, penting untuk selalu mempertahankan gairah dan komitmen, agar senantiasa seimbang, dan bisa tercipta cinta yang saling melengkapi.

Cinta Sempurna

Cinta terdiri dari tiga macam unsur, yakni gairah, keintiman, dan kasih sayang. Saat ketiga unsur ini saling menguatkan, maka akan terbentuklah cinta yang sempurna. Biasanya, dengan bentuk cinta yang sempurna ini, kita dan pasangan akan menjalin hubungan yang sangat kuat.

Related image
wallup.net

Bentuk cinta ini bisa dibilang sebagai sebuah relationship goal. Dan, banyak dari kita yang mungkin melihat contoh cinta sempurna ini pada lansia yang saling menunjukkan kasih sayang terhadap pasangannya satu sama lain.

LEAVE A REPLY