Jangan Simpan Smartphone Anda di Saku Celana, Berbahaya

Gulalives.com, SEMARANG – Ladies, sebagaimana diketahui, saat ini banyak orang yang lebih suka menyimpan ponsel di saku pakaiannya. Tak peduli seberapa besarpun ponsel yang dia miliki. Alasannya sih supaya lebih praktis. Dan aksen saat kita mengeluarkan ponsel dari saku celana jeans itu terlihat seksi.

Ada beberapa dampak yang kurang menguntungkan dari membawa ponsel di saku pakaian. Di antaranya adalah radiasi yang kurang menguntungkan bagi kesehatan. Radiasi sinyal bisa mempengaruhi perbaikan DNA menurut Dr. Devra Davis.

kantongEfek jangka panjang (atau bahkan bisa lebih cepat) yang ditimbulkan dari kebiasaan terlalu sering berdekatan dengan ponsel adalah kemungkinan kita untuk menderita kanker. Meski hal ini masih dipelajari, namun beberapa dokter kurang merekomendasikan penyimpanan ponsel pada area saku dada maupun kantong belakang.

Menurut informasi yang dihimpun Gulalives.com dari berbagai sumber kesehatan, Rabu (23/3/2016), menurut beberapa ahli menyarankan agar anak-anak sebaiknya tidak menggunakan ponsel di usia dini. Mereka juga menyarankan agar pengguna ponsel lebih bisa membatasi penggunaan mereka untuk mengurangi resiko kesehatannya. Sebisa mungkin, kita beristirahat dengan posisi alat komunikasi jauh dari kita.

HPSelain itu, menurut sebuah penelitian terbaru tentang bahaya smartphone telah dilakukan oleh para ilmuwan. Menurut mereka menaruh smartphone di dekat alat kelamin dapat menurunkan kadar sperma seorang pria. Hal ini jika dibiarkan, lama-kelamaan akan membuat pria menjadi mandul.

Kasus seperti ini telah banyak dialami oleh penduduk di negara-negara Barat. Para pria di sana terbukti mengalami penurunan kualitas sperma hingga 40 persen. Hal ini turut menjadikan munculnya banyak kasus tentang wanita yang sulit hamil.

Ilustrasi sel sperma membuahi. (Foto: Health)
Ilustrasi sel sperma membuahi. (Foto: Health)

“Pria harus berpikir tentang kesejahteraan mereka dan mencoba untuk tidak mengantongi smartphone di saku celana. Jika Anda mengenakan setelan jas, Anda dapat mengantongi smartphone di saku dada. Ini akan mengurangi risiko menurunnya kadar dan kualitas sperma Anda, ” kata Gedis Grudzinskas, seorang konsultan kesuburan di Harley Street dan rumah sakit St George.

Lebih lanjut, para peneliti juga sudah melakukan penelitian kepada lebih dari 100 orang. Dari penelitian tersebut mereka mengetahui bahwa kualitas sperma seseorang akan menurun karena disebabkan oleh pemanasan dari smartphone.

“Kami menganalisis jumlah sperma yang berenang aktif dan berkualitas telah berkurang akibat pemanasan dari aktivitas elektromagnetik pada smartphone, ” ungkap Profesor Martha Dirnfeld, dari Universitas Technion di Haifa.

Wah, Masyarakat Kota di Indonesia Gunakan Smartphone 5,5 Jam Sehari
Wah, Masyarakat Kota di Indonesia Gunakan Smartphone 5,5 Jam Sehari

Peneliti menjelaskan radiasi tersebut bisa menurunkan kualitas sperma hingga 8 persen. Fiona Mathews, satu peneliti dari Universitas Exeter, Inggris lakukan sebuah studi untuk mencari tahu korelasi atau peran smartphone pada kemandulan pria.

Ada 1.492 sample sperma yang dipakai dan terbukti bila radiasi elektromagnetik bertenaga rendah dari smartphone mampu menurunkan penetrasi sperma hingga 8% serta ketahanan hidup sperma hingga 9 persen.

Wah, Sperma Cowok Ternyata Punya Tombak di Kepalanya
Wah, Sperma Cowok Ternyata Punya Tombak di Kepalanya

Apa yang disimpulkan Fiona sedianya senada dengan hasil penelitian sebelumnya yang mengangkat kasus serupa. Pada penelitian terdahulu, potensi berbahaya medan magnet pada kualitas sperma pria bahkan bisa menyebabkan kemandulan. Paparan radiasi medan magnet ini juga bisa merusak kestabilan DNA.

Disamping itu, menaruh smartphone di saku celana juga bisa meningkatkan suhu pada kulit 2,3 derajat celsius. Dengan peningkatan suhu pada kulit di area kemaluan pria bisa berpotensi menggangu produksi sperma.

wanita mengantuk
wanita mengantuk

Penelitian terhadap smartphone tidak hanya terkait medis namun juga aktivitas lain dalam keseharian hidup manusia. Satu studi misalnya, menyebut jika terlalu lama mengakses perangkat pintar sebelum terlelap bisa akibatkan insomia atau susah tidur.

Patut diketahui jika cahaya yang dipancarkan dari layar ponsel atau barang elektronik lain bisa mengurangi jumlah melatonin. Adalah sebuah hormon yang berikan informasi jika hari sudah gelap ke tubuh. Imbasnya, manusia akan susah mengantuk. (DP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here