Jangan Kebanyakan Tidur, Nanti Gampang Depresi Lho

Kebanyakan tidur bisa memicu sakit kepala dan pusing.

Gulalives.com, JAKARTA – Urusan tidur tak bisa dianggap sebagai hal remeh temeh, Sobat Gulalives. Kekurangan tidur bisa menimbulkan dampak negatif jika kondisi ini berlangsung terus menerus.

Sebaliknya, kelebihan tidur juga tidak baik. Memang sih ada yang bilang cara gampang menjaga kesehatan tubuh adalah dengan tidur cukup.

Para peneliti yakin bahwa tidur melebihi 7-8 jam dapat merusak kesehatan.
Para peneliti yakin bahwa tidur melebihi 7-8 jam dapat merusak kesehatan.

Namun sejatinya tidur cukup itu relatif banget bagi orang per orang. Ada yang sudah cukup tidur selama 4-5 jam, namun ada pula yang menganut jam tidur ‘normal’ yaitu 7-8 jam tidur di malam hari.

Para peneliti yakin bahwa tidur melebihi 7-8 jam dapat merusak kesehatan, demikian seperti dikutip laman Livestrong. Nah, lantas risiko kebanyakan tidur jika dilakukan dalam jangka panjang apa saja sih? Eh, lumayan serius dan sama sekali janga diabaikan deh. Berikut ini daftarnya:

1. Sering pusing

Selain pusing, kebanyakan tidur juga bisa menyebabkan sakit kepala dan nyeri punggung.
Selain pusing, kebanyakan tidur juga bisa menyebabkan sakit kepala dan nyeri punggung.

Orang yang terlalu banyak tidur sering merasa pusing dan mengantuk di siang hari, yang biasanya terjadi ketika kebanyakan tidur di akhir pekan sehingga menyebabkan gangguan pola tidur normal di hari kerja.

Selain pusing, kebanyakan tidur juga bisa menyebabkan sakit kepala dan nyeri punggung. Nah, ingat-ingat lagi. Pusing bukan karena belum gajian, tapi bisa jadi karena kamu berjiwa ‘pelor’ (nempel bantal langsung molor).

2. Depresi

Efek lain dari terlalu banyak tidur adalah peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi.
Efek lain dari terlalu banyak tidur adalah peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi.

Efek lain dari terlalu banyak tidur adalah peningkatan risiko gangguan mental seperti depresi. Orang yang depresi mungkin merasa ingin lebih banyak tidur, namun pada gilirannya tidur berlebihan dapat memperburuk depresi itu sendiri. Hal yang sama juga berlaku pada orang yang menderita sakit punggung kronis dan sakit kepala.

Orang yang mengalami kondisi terburuk mungkin ingin lebih banyak beristirahat dengan tidur, tapi jika dilakukan berlebihan, tidur justru dapat membuat kondisi semakin parah.

3. Gangguan kardiovaskular

Penelitian menunjukkan bahwa tidur terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit jantung.
Penelitian menunjukkan bahwa tidur terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit jantung.

Sebuah studi yang dilakukan Warwick Medical School pada tahun 2007 menunjukkan bahwa tidur terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kematian dini akibat penyakit jantung.

Dalam studi tersebut, peneliti mengatakan orang yang tidur lebih dari 7 jam setiap malam, maka berpotensi 2 kali lebih mungkin mengalami penyakit jantung, dibandingkan orang yang rutin tidur 7 jam setiap malam.

4. Diabetes

Kurang tidur diketahui dapat meningkatkan risiko diabetes. Hal yang sama terjadi juga terjadi pada orang yang terlalu banyak tidur. Orang yang tidur lebih dari 9 jam setuap malam, memiliki 50 persen risiko lebih besar menderita diabetes.

Ilmuwan tidak tahu pasti mengapa risiko diabetes menjadi lebih tinggi, tetapi dapat menunjukkan indikasi masalah kesehatan mendasar yang menyebabkan diabetes dan menyebabkan tidur berlebihan.

Nah, tidurlah yang cukup. Jangan berlebihan, jangan pula kekurangan. Dan jangan sekali-kali ‘memborong’ alias mambayar utang tidur, karena hasilnya tidak sama dengan pola tidur teratur. (VW)

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY