Jangan Beli Dolar Sebelum Baca Tips Berikut Ini

dolar_www.energypress.net

Gulalives.com, JAKARTA – Rupah makin melemah. Dolar makin menguat. Begitu headline berita ekonomi hari-hari ini. Sebenarnya tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS) telah berlangsung sejak 2013, seiring dengan kondisi perekonomian AS yang mulai menggeliat bangkit. Salah satu indikator kembalinya the greenbuck ini adalah indeks dolar. Ini adalah indeks yang mengukur kinerja dolar AS melawan sejumlah mata uang utama dunia.

Kalau melihat grafiknya, indeks dolar terus menanjak. Sampai hari ini (5/8), indeks dolar AS menembus 99,08. Itu adalah salah satu posisi tertinggi indeks dolar AS dalam 11 tahun terakhir. Saat ini, hampir seluruh valuta di dunia terkapar melawan dolar AS, tak terkecuali rupiah. Mata uang negara kita bahkan sampai anjlok ke posisi Rp 13.503 per dolar AS, menurut kurs spot market Rabu (5/8) ini.

dolar_www.ndmx.co
dolar_www.ndmx.co

Buat Anda yang punya simpanan dolar AS, anjloknya nilai tukar rupiah ini menjadi berkah besar. Hitung saja, jika Anda membeli dolar AS ketika harganya masih bertengger di kisaran Rp 10.000 pada pertengahan Juli 2013, Anda sudah mengantongi keuntungan 30% bila melepasnya dengan nilai tukar sekarang kisaran Rp 13.000.

Makanya, banyak orang berpikir untuk mulai memborong dolar. Setidaknya, mengamankan kejatuhan daya beli dari melemahnya rupiah. Benarkah pemikiran ini? Sebelum Anda membeli dolar, ada beberapa hal yang harus Anda pikirkan. Berikut ini beberapa tips penting sebelum berinvestasi dolar:

1. Riset dulu soal kemungkinan pergerakan kurs dolar
Anda membeli dolar karena mengharapkan keuntungan berupa menguatnya nilai tukar dolar terhadap rupiah di masa depan. Membeli dengan harga yang lebih rendah dan menjualnya dengan nilai tukar yang lebih tinggi. Karena itu, riset dulu kemungkinan pergerakan kurs dolar. Baca media ekonomi dan bisnis. Ketahui dulu apa saja kebijakan pemerintah atau variabel yang bisa menentukan nilai tukar rupiah dan juga dollar. Simak perkembangan kondisi ekonomi Indonesia dan AS. Kalau prediksi perekonomian negara suram ke depannya, maka kemungkinan mata uangnya akan melemah.

2. Perhatikan rentang waktu investasi Anda
Rentang waktu investasi Anda sangat penting. Sebab, nilai tukar sesungguhnya bisa naik dan turun. Kalau Anda ingin menukar dolar Anda dalam tiga tahun ke depan, penting untuk memprediksi kemungkinan pergerakan nilai tukar dolar terhadap rupiah dalam 3 tahun ke depan. Karena itu, sekali lagi penting untuk mengetahui apa saja kebijakan pemerintah atau variabel yang bisa menentukan nilai tukar rupiah dan juga dollar.

3. Pahami istilah kurs beli-kurs jual
Saat berada di bank atau money changer, bakal ada tulisan kurs beli dan kurs jual. Kurs jual artinya nilai yang ditawarkan bank/money changer untuk menjual dolarnya. Dengan kata lain, kita ingin punya dolar dan kita beli dari mereka dengan nilai kurs jual. Sedangkan kurs beli adalah nilai yang ditawarkan money changer untuk membeli dolar dari kita. Kurs beli selalu lebih rendah daripada kurs jual. Kurs jual ini bisa berbeda natar satu bank/money changer dengan yang lain, meski selisihnya tidak besar. Karena itu, carilah yang menjual dolar dengan harga terendah.

4. Beli di tempat resmi
Negeri kita ini surganya barang palsu. Yang namanya Uang palsu tidak hanya rupiah tetapi juga dolar. Bahkan, mata uang dunia yang paling banyak dipalsukan adalah dolar. Karena itu, kita wajib memastikan bahwa dolar yang kita beli adalah asli. Caranya adalah membeli dolar di tempat resmi, contohnya money changer dan bank. Risiko mendapat dolar palsu di bank tentunya sangat kecil. Untuk money changer, pilihlah yang memiliki reputasi yang baik.

5. Jangan simpan terlalu lama
Ini penting untuk diketahui: kalau bentuk fisiknya cacat sedikit saja, uang dolar kita bisa dihargai lebih murah daripada harga pasaran, atau bahkan ditolak. Itu sebabnya kita tak boleh berlama-lama menyimpan dolar di dompet atau tempat lain yang bisa merusak. Contoh kerusakan yang nisa mengurangi nilai misalnya kertas menguning, tercoret, dan terlipat. Ya, duit dolar tak boleh dilipat agar nilainya tak berkurang. Karena itu, simpan baik-baik uang dolar anda dan jangan terlalu lama menyimpannya.

6. Simpan dalam tabungan dolar di bank
Karena dolar tak boleh disimpan terlalu lama, kalau Anda ingin menyimpannya lebih dari setahun, sebaiknya dolar Anda ditabung di bank. Banyak bank menyediakan simpanan dolar, seperti tabungan dolar Bank Muamalat. Jadi, langsung tabung saja ke bank begitu kita mendapat dolar. Atau Anda bisa membeli langsung di bank. Dibanding tabungan mata uang rupiah, bunga tabungan mata uang asing memang lebih rendah. Tapi tabungan ini mampu mempertahankan daya beli kita saat rupiah jatuh.

7. Beli dolar secara reguler
Cara yang paling baik adalah tidak membeli langsung dalam jumlah besar. Yang paling baik, adalah membeli dalam jumlah kecil tetapi rutin. Ini yang disebut sebagai averaging. Tujuannya adalah meminimalisir risiko karena nilai tukar rupiah terhadap dolar sesungguhnya naik dan turun. Dengan averaging, nilai dolar kita akan merata, tidak terpatok pada satu harga saja. Cara ini berguna untuk mengantisipasi jatuhnya nilai dolar. Sehingga kita tak rugi-rugi amat karena dolar yang kita beli harganya tidak sama.

Sudah jelas? Selamat berinvestasi. (DIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here