Jadi ‘Guru’, Dian Pelangi Akan Blusukan ke 5 Kota

Dian Pelangi

Gulalives.com, JAKARTA – Desainer yang merintis karir sejak usia belia, Dian Pelangi, terus berusaha meningkatkan eksistensinya dengan pamer karya di luar negeri. Mulai dari Asia hingga Amerika Serikat sudah pernah disambangi wanita berdarah Palembang itu untuk memamerkan rancangannya.

Nah, tahun ini, desainer yang menikah muda ini tak hanya memiliki impian untuk terus memperluas pasarnya secara internasional tapi juga mempunyai misi budaya yang berusaha disalurkan melalui ajang fesyen.

Dian Pelangi akan blusukan di 5 kota di Indonesia untuk berbagi ilmu fesyen. Foto: Okezone
Dian Pelangi akan blusukan di 5 kota di Indonesia untuk berbagi ilmu fesyen. Foto: Okezone

Dalam acara bincang-bincang yang berlangsung di Nutrifood Inspiring Center, Kamis (24/3),  Dian mengatakan akan pergi keliling lima kota untuk menyalurkan ilmu fesyen yang dimilikinya kepada para bibit muda anak bangsa.

Dian akan mengunjungi beberapa sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mengajari para siswa sekolah kejuruan itu belajar desain.

Desainer kelahiran 14 Januari 1991 itu mengatakan aksi sosialnya ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Fashion Mission yang telah dilakukan Dian pada 2015. Tahun lalu Dian menjalin kolaborasi dengan British Council Indonesia mengajak dua lulusan London College of Fashion, Inggris, untuk magang di Pekalongan, Jawa Tengah.

Nah, buat tahun ini, desainer berhijab yang banyak diidolakan remaja putri ini hendak membawa misi fesyen di dalam negeri. Mengtip istilah kampanye, desainer ini akan blusukan ke lima kota mulai dari Medan, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, dan Pekalongan.

Dian Pelangi akan blusukan di 5 kota di Indonesia untuk berbagi ilmu fesyen
Dian Pelangi akan blusukan di 5 kota di Indonesia untuk berbagi ilmu fesyen

Dalam kegiatan itu, desainer yang dikenal dengan tren motif jumputan ini rencananya tak hanya menyambangi SMK, namun juga SD yang fasilitasnya masih kurang layak.

“Selain datang ke SMK untuk berbagi ilmu fashion yang aku punya, aku juga akan datang ke sekolah-sekolah dasar untuk menyemangati mereka. Aku juga akan memberikan bingkisan seperti alat tulis,” ujarnya.

Kunjungan Dian ke SMK tak hanya untuk berbagi ilmu fesyen yang diserapnya, namun juga memberikan dua mesin jahit modern agar para siswa bisa semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki.

Ada dua SMK dan 1 SD yang akan Dian sambangi selama program roadshow ‘Dian Pelangi with Hilo Soleha for Fashion Mission Indonesia’ itu berlangsung.

Fashion Workshop di 5 Kota

Dian Pelangi akan blusukan di 5 kota di Indonesia untuk berbagi ilmu fesyen
Dian Pelangi akan blusukan di 5 kota di Indonesia untuk berbagi ilmu fesyen

Selain mengajari siswa SMK dan menyambangi SD, Dian juga akan menggelar fashion workshop di lima kota tersebut. Setiap workshop akan diisi dengan pembelajaran mengenai pembuatan busana.

Desainer berusia 25 tahun ini juga akan mengajarkan semua peserta workshop merancang busana, mulai dari mencari inspirasi, menggunting pola, hingga menjahitnya.

Workshop berlangsung selama satu hari penuh dan bisa diikuti oleh siapa pun yang ingin belajar fashion. Dengan cara ini, Dian berharap bisa meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia agar lebih terbuka dengan perkembangan fashion yang terjadi di dunia.

“Aku berharap bisa mendorong mereka supaya mereka lebih percaya diri terutama para siswa SMK karena mereka adalah aset kita untuk memajukan Indonesia ke depannya khususnya di dunia fesyen,” ujar lulusan sekolah mode ESMOD Jakarta.

Dian Pelangi akan blusukan di 5 kota di Indonesia untuk berbagi ilmu fesyen
Dian Pelangi akan blusukan di 5 kota di Indonesia untuk berbagi ilmu fesyen

Melalui progam Fashion Mission Indonesia 2016, desainer asal Pekalongan ini didapuk sebagai guru desain untuk mengajarkan siswa-siswi SMK.

Nantinya, Dian akan mengajarkan semua dasar industri fesyen. Seperti teknik menjahit zig-zag, hingga jahit lurus. Kemudian, Dian juga akan mengajarkan pengenalan bahan, serta motif yang akan dikreasikan oleh para siswa-siswi.

“Semua saya akan ajarkan dari mulai teknik menjahit lurus, zigzag. Terus tekstif motif- motif, sampai mengajarkan soal tekstil, juga bahan. Saya juga akan ngajarin cara memotong,” imbuhnya.

Dian menjelaskan jika progam ini nantinya diharapkan untuk mengangkat kreativitas generasi muda, untuk bisa kolaborasi secara global bersamanya. “Saya akan mengajak generasi muda agar terus bekarya dan nantinya jika ada karya yang bagus, akan diajak kolaborasi dengan saya,” pungkasnya. (VW).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here