Isyana Bagoes Oka Terjun ke Politik Karena ‘Sreg’

Isyana Bagoes Oka, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia

Gulalives.com, JAKARTA – Isyana Bagoes Oka, yang merintis karrir sebagai presenter televisi, memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), untuk mendukung Grace Natalie, temannya sesama mantan  presenter televisi, yang kini menjadi Ketua Umum PSI.

Keputusan mantan presenter cantik yang pernah merintis karir di Metro TV, RCTI, TV7/Trans7, dan TransTV mundur dari  profesi presenter televisi dan memilih bergabung dengan PSI ditulisnya di akun Twitter miliknya  @IsyanaBagoesOka. “Menurut saya seorang jurnalis harus netral,” kicau Isyana di akun Twitternya.

Isyana Bagoes Oka, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Jawapos
Isyana Bagoes Oka, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Jawapos

Terjunnya mantan presenter kelahiran Jakarta, 13 September 1980 ke dunia politik bukan karena ia menganggap dunia politik lebih baik dari dunia jurnalistik. Diakui ibu satu anak ini, dirinya mengaku tertarik bergabung dengan PSI setelah bertemu Grace Natalie.

Isyana memiliki alasan sendiri mengepakkan sayap ke dunia politik yang identik dengan dunia laki-laki. Mantan presenter ini mengaku darah politik mengalir deras dalam dirinya. Almarhum neneknya pernah menjadi anggota DPR, juga pernah menjadi Utusan Golongan untuk MPR.

Grace Natalie Punya Andil Besar

Isyana Bagoes Oka, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Merdeka
Isyana Bagoes Oka, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Merdeka

Menurut Isyana, dirinya dari dulu ada keinginan terjun ke politik, namun saat bertemu Grace Natalie dan diajak ke PSI dirinya baru merasa sreg.

Namun Isyana menambahkan, dirinya tak bermaksud benar-benar mengikuti jejak persis neneknya, karena menurut perempuan ini dirinya masuk ke politik melalui jalur berbeda. Nenek Isyana terjun ke politik melalui Utusan Golongan, bukan dari partai politik manapun.

Tak dapat dipungkiri, sosok Grace Natalie juga memberi andil besar bagi Isyana untuk memilih jalur politik, ketimbang melanjutkan profesi jurnalis yang membesarkannya. Sebagai sesama perempuan, sama-sama memiliki buah hati, dan sama-sama pernah jadi presenter televisi, membuat mereka nyambung, dan akhirnya Isyana mengikuti Grace, hijrah ke PSI.

Isyana Bagoes Oka, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Okezone
Isyana Bagoes Oka, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Okezone

Terjun ke dunia politik diakui Isyana bukanlah pilihan mudah. Isyana bahkan mengaku juga sempat gamang sebelum akhirnya benar-benar memutuskan pindah dari profesi yang sangat dicintainya dan memilih keluar dari dunia jurnalistik yang telah andil membesarkan namanya.

Namun berkat dukungan dari keluarga dan orang-orang dekatnya, akhirnya wanita keturunan Bali-Manado ini mantap pamitan dari dunia jurnalistik dan mengumumkan hijrah ke dunia politik.

Di PSI, Isyana menduduki posisi sebagai salah satu ketua DPP. Yang embuat Isyana bergabung dengan PSI adalah, partai ini berisi orang-orang baru, muda-muda. Di DPP,  kata Isyana, bahkan yang paling tua usianya tidak sampai 40 tahun.

Dia menambahkan, syarat di seluruh pengurus sampai kecamatan kita maunya orang-orang muda yang tidak berusia lebih 45 tahun. Syarat untuk menjadi pengurus PSI adalah belum pernah menjadi pengurus aktif di parpol mana pun supaya benar-benar baru dan tidak ada budaya dari parpol lama dibawa ke parpol baru ini.

Isyana Bagoes Oka, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Merdeka
Isyana Bagoes Oka, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia. Foto: Merdeka

Isyana tak menampik anggapan bahwa dirinya terjun ke politik dan bergabung dengan PSI karena faktor Grace Natalie. Dengan ketua umum perempuan, menurut Isyana, komunikasi akan lebih ‘nyambung’.

Ayah dan Suami Mendukung, Ibu Agak Khawatir

Saat memutuskan terjun ke dunia politik, ayahnya langsung mendukung. Sedangkan ibunya menunjukkan rasa sedikit khawatir.  “Seperti biasa perempuan itu lebih khawatir, apalagi masuk dunia politik. Kemudian sampai akhirnya saya meyakinkan ibu saya kalau yang saya lakukan hanyalah ingin mencoba berbuat baik,” ujar Isyana.

Sedangkan suami – laki-laki yang dikenalnya sejak 2001 – mendukung keputusannya hijrah ke politik sepenuhnya.

Selain mengurus PSI, Isyana juga fokus ke anak dan keluarga. Isyana mengaku terus menjalani proses transisi dari jurnalis menjadi politisi. Mantan presenter ini kini belajar menyesuaikan diri, dari yang biasanya mengajukan pertanyaan (saat masih jadi presenter), kini harus menjawab pertanyaan jurnalis. (VW/berbagai sumber)

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY