Inspiratif Kisah Perempuan Penjaga Alam

harimau sumatra
Ilustrasi harimau sumatra Via binatang.net

Merasakan rintik hujan di pagi hari. Tak ada hentinya alam memberi kehidupan bagi numi. Seperti kejutan yang datang menghampiri saya untuk bertemu para perempuan luar biasa yang berkaitan dengan kegiatan alam liar. Saya Rafselia Novalina, bekerja di WWF Indonesia untuk Pelestarian Harimau Sumatera.Saya terinspirasi dari dua permpuan berikut melalui pekerjaan nya dialam.

Erin

Mahasiswa dari kandidat Ph.D dari Department of Fisheries and Wildlife Sciences, Virginia Tech University. Perempuan yang bernama Erin Elizabeth Poor, membuat saya kagum pada awal bulan Februari 2015.  Dia datang ke Provinsi Riau tepatnya di negara Indonesia melalui analisis DNA (Deoxyribose-Nucleic Acid) untuk mempelajari kekerabatan dan jumlah populasi satwa tersebut di beberapa lokasi di Riau untuk melakukan penelitian harimau Sumatera.

Selama 14 hari mengumpulkan kotoran harimau maupun jenis kucing-kucing hutan yang ada di alam. Dengan tujuannya adalah mengumpulkan sebanyak mungkin sampel kotoran untuk analisa DNA. Sampel kotoran tersebut lebih mudah dikumpulkan, efektif dan tidak terlalu berisiko memperolehnya dari hewan yang sulit untuk ditemukan.  Dengan keyakinan teguh melakukan perjalanan di belantara Hutan Riau Erin bersama timnya (yang berasal dari beberapa alumni Fakultas Biologi Universitas Riau) dan dibantu oleh Tim Riset dan Monitoring Harimau Sumatera WWF Indonesia – Central Sumatera Program Belantara yang berlokasi di Suaka Margasatwa Rimbang Baling, Taman Nasional Bukit 30 dan Taman Nasional Tesso Nilo.

harimau sumatera
Ilustrasi harimau sumatera Via pixabay.com

Semangat dan keyakinan Erin untuk terus menjelajah belantara rimba Riau yang membuat saya kagum. Dengan ketidakpastian sumber air Erin melakukan perjalanan di hutan bersama timnya perubahan tampakan hutan yang tidak bisa diperkirakan tidak ditemukannya sampel kotoran harimau, lain di luar dugaan yang tidak bisa diprediksi serta halangan yang dihadapi nya. Semua rintangan yang didapatnya dapat terjawabkan dengan ketangguhan nya memasuki hutan saat ini.

Tim akan menjaga kita dengan baik jadi jangan pernah takut menjadi perempuan sendiri dalam melakukan perjalanan di hutan. di waktu senggang saya diajak bercerita dengan Erin mengenai kegiatan di lapangan. Sekali kamu harus turun ke hutan untuk merasakan pengalaman yang diberikan oleh hutan dalam melakukan penelitian harimau Sumatera. Setiap hari kita akan menduga kejutan yang menunggu di depan mata, seperti air terjun nan indah, lorong bebatuan, kolam alam yang tersembunyi. Ketika menemukan itu semua, rasa lelah dan frustasi akibat perjalanan akan hilang dan terbayar oleh keindahan alam.

harimau sumatra
Ilustrasi harimau sumatra Via binatang.net

Erin adalah seorang perempuan, yang tahu pekerjaannya berisiko besar buat seorang perempuan. Semakin bertambahnya kekaguman saya dengan mengikuti rangkaian perjalanannya di hutan melalui video, foto serta binar matanya ketika akan berangkat ke hutan. Kita bisa belajar banyak darinya tentang banyak filosofi mengenai alam, pekerjaan, makna tim serta keindahan dan kesenduan yang diberikan alam. Namun, dia melakukan pekerjaannya tersebut berlandaskan kecintaannya terhadap alam.

Tukma

Selain erin, Tukmaida Rambe yang bekerja sebagai mahout (orang yang bertugas merawat gajah) di Flying Squad WWF Indonesia – Central Sumatera Program. Ketika bergabung di WWF Indonesia saya berbagi cerita dan menunjukan foto dimana saya sedang bermain dengan gajah. Orang tua saya menanyakan, “Apakah kamu tidak takut dengan gajah tersebut? Bagaimana kalau dia mengejar kamu?”  Saya hanya berpikir, senangnya bisa berinteraksi dengan gajah tersebut saya hanya berfikir gajah ini baik walaupun baru pertama kali bertemu.

gajah sumatera
Ilustrasi gajah sumatera Via blogs.uajy.ac.id

Pertanyaan tersebut pernah saya tanyakan ke Tukma , “Kamu tidak takut ketika pertama kali disuruh menjaga gajah?” dan Tukma pun menjawab, “Awalnya saya gabung menjadi mahout dihadapkan dengan gajah, saya khawatir dan takut. Bagaimana coba kalau gajah ini menyerang saya? Bagaimana kalau gajah ini tidak mau menerima saya?”

gajah sumatera
Ilustrasi gajah sumatera Via theglobejournal.com4

Tukma selalu mencoba untuk dekat dengan gajah dan mengatasi kekhawatirannya. Dia didampingi oleh mahout senior beradaptasi mengetahui sifat gajah-gajahnya dan mengenal lebih dekat gajah tersebut dengan tingkah lakunya. Pendekatan yang dilakukannya pun membawa hasil dan membuat Imbo (nama gajah yang dirawatnya) menerima kehadirannya. Tukma menjaga Imbo layaknya seorang Ibu menjaga anaknya. Dia memandikan, mengajak jalan gajah tersrebut dan menempatkan ditempat yang banyak pakannya, serta berbicara apabila melihat Imbo melakukan gelagat aneh.

Tukma dan Imbo membangun interaksi yang menghasilkan ke kaguman untuk dilihat. Perempuan yang berani ini melakukan pekerjaannya dengan menjadi Ibu bagi Imbo si anak gajah. Seperti seorang Ibu dan anak yang memiliki rutinitas untuk dilakukan setiap hari. Setiap hari Selasa dan Sabtu Tukma dan Imbo didampingi oleh gajah jantan dan betina dewasa untuk memantau keberadaan gajah liar yang masuk ke kawasan Taman Nasional Tesso Nilo dan melakukan patroli . Pagi yang datang dan sore menjelang Tukma memandikan Imbo di sungai agar Imbo bisa tidur dengan lelap di malam hari.

gajah sumatera
Ilustrasi gajah sumatera Via izzatulmillah.it.student.pens.ac.id

Pertemuan dan percakapan adalah hadiah untuk hubungan persahabatan dan kekeluargaan antara Tukma dan Imbo. Sangat romantis hubungan Tukma dan Imbo.

Tukma dan Imbo memberi kita pelajaran yaitu (a). Keberanian, sebagai seorang perempuan dia berani keluar dari zona nyamannya yang dianggap sebagai ranah pekerjaan laki-laki (b). Kekuatan cinta yang dibangun oleh Tukma dan Imbo melalui pengenalan karakter dan perilaku masing-masing dan saling berkomunikasi (c).Perempuan yang bekerja berhubungan langsung dengan alam adalah “seksi” dan (d). Manusia dan hewan bisa bersahabat melalui pengenalan perilaku.

Saat Mereka Bertemu
Erin dan Tukma menunjukkan pada dunia bahwa Tekad dan Keyakinan mampu melaksanakan tugas yang dianggap beresiko tinggi dan jarang dilakukan kaum hawa. Seperti halnhya berhubungan langsung dengan Hutan dan Satwa, mereka berdua memiliki keteguhan hati yang mampu menghasilkan sebuah pekerjaan yang layak dinikmati. Akan ada banyak hal menarik dan kejutan yang menanti dengan kehadiran Erin dan Tukma serta perempuan-perempuan hebat lainnya di dunia konservasi.

Happy International Women’s Day!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here