Inilah 8 Saran Pernikahan dari Pengacara Perceraian

Pengacara perceraian menyimpan banyak saran pernikahan untuk pasangan (Foto: Lifehack)

Gulalives.com, JAKARTA – Pengacara perceraian telah melewati banyak sesi konsultasi dan upaya perdamaian. Mereka menyimpan banyak saran pernikahan untuk pasangan.

Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama (Kemenag) mendapat temuan kasus perceraian 2010-2015 meningkat sebanyak 59-80 persen. Temuan itu didapat dari hasil penelitian mengenai tren cerai gugat masyarakat Indonesia yang dijalankan Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kemenag, dikutip laman Kemenag.go.id.

Lebih lanjut, dari dua juta pasangan menikah, sebanyak 15 hingga 20 persen bercerai. Sementara, jumlah kasus perceraian yang diputus Pengadilan Tinggi Agama seluruh Indonesia pada 2014 mencapai 382.231, naik sekitar 131.023 kasus dibanding tahun 2010 sebanyak 251.208 kasus.

Tampaknya, pernikahan kini dipandang berbeda oleh pasangan hingga terjadi tren gugat cerai. Mulai pernikahan seumur jagung hingga melewati masa kawin perak pun tidak luput dari ancaman perpisahan. Dengan beragam alasan dan latar belakang masalah, pasangan yang memilih bercerai biasanya menutup rapat cerita buruk pernikahan mereka. Salah satu pihak dimana mereka bisa terbuka mengungkapkannya adalah pengacara perceraian.

Pengacara perceraian memfokuskan diri pada pelayanan masalah hukum kekeluargaan, yang kebanyakan merupakan masalah perceraian. Beberapa perkara yang timbul akibat perceraian dan ditangani pengacara biasanya berupa pembagian harta gono gini, hak asuh anak, waris, perceraian yang timbul akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), maupun wasiat.

Pengacara perceraian mengurusi banyak kasus perceraian dengan segala tahapan-tahapannya. Lantas, bagaimana saran pernikahan dari pengacara perceraian? Simak ulasannya, dikutip Esquire:

1. Kebiasaan pengeluaran uang layak dibahas sebelum menikah

(Foto: Sheknows)
(Foto: Sheknows)

Tentu, kamu tidak perlu mengeluarkan laporan tagihan kartu kredit kepada si dia. Namun, kamu dan dia harus membicarakan kebiasaan masing-masing dalam melakukan pengeluaran uang. Hal ini karena kebanyakan orang tidak mengerti betapa pentingnya bagi pasangan untuk memiliki tujuan dan kebiasaan keuangan yang sama. Tiap-tiap orang memang bisa berubah. Namun, kamu tentu tidak ingin memulai pernikahan dengan landasan utang.

2. Buat pengaturan anggaran yang lebih baik

(Foto: Nextwavemarketingstrategies)
(Foto: Nextwavemarketingstrategies)

Faktor terbesar yang menyebabkan perceraian adalah uang dan perselingkuhan. Poin yang terakhir kerap muncul karena mantan. Sementara, uang menyebabkan konflik, dan orang sering melihat cara lain untuk memuaskan diri sendiri atau mengatasi masalah, termasuk melibatkan pihak ketiga.

Karena itu, pasangan harus memiliki komunikasi yang terbuka tentang pemasukan dan pengeluaran anggaran, serta tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang.

3. Sistem dukungan diperlukan

(Foto: Thealphagroom)
(Foto: Thealphagroom)

Sebuah pernikahan bukanlah sebuah pulau. Seringkali komitmen untuk menikah membawa harapan besar dari keluarga dan teman-teman. Tak heran jika pasangan mengalami tekanan ekstra setelah menikah karena semua pihak merasa berhak terlibat dalam pernikahan kalian.

Sikap terbaik adalah kamu tidak perlu khawatir dikritik atau dihakimi. Kamu hanya perlu meyakinkan teman dan keluarga bahwa pernikahan kamu membutuhkan bantuan hanya dari orang-orang terbaik dalam memberikan saran.

4. Uang kamu juga “menikah”

(Foto: Moneycrashers)
(Foto: Moneycrashers)

Bahkan jika kamu memilih untuk menjaga rekening tabungan pribadi yang sebenarnya terpisah, masih ada keuangan bersama. Secara finansial, pernikahan menciptakan satu unit ekonomi dari dua individu.

Apa pun yang diperoleh selama pernikahan, seperti gaji, bunga tabungan, dana pensiun, dan lain-lain, dianggap dana pernikahan dan dapat dibagi dalam kasus perceraian. Umumnya, orang berbagi dalam utang dan pendapatan, juga berbagi risiko dan imbalan dari rekening investasi.

5. Perceraian memakan waktu lama dan banyak pengeluaran

(Foto: Advancedmediationsolutions)
(Foto: Advancedmediationsolutions)

Kalau kamu ragu berpisah, tinggalkan. Pikirkan segala sesuatunya dengan hati-hati. Pada pertimbangan materi, perceraian menyita waktu dan uang kamu.

Kalau kamu memilih bercerai dengan didampingi pengacara, waktu tidak akan tersita untuk mengurus surat-surat dan pengadilan. Namun, biaya pengacara perceraian tidak sedikit meski ada juga yang bisa melakukan prodeo, yaitu memberikan bantuan secara cuma-cuma.

Tidak ada hitungan baku berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar pengacara. Semakin terkenal pengacara, tarifnya akan semakin mahal. Uang yang dibayarkan kepada pengacara biasanya melingkupi biaya operasional dan biaya fungsional. Yang dimaksud dengan biaya operasional adalah biaya yang diperlukan pengacara untuk transportasi, akomodasi, dan administrasi.

Sebagai klien, kamu berhak mengetahui pengeluaran perceraian yang diurus kuasa hukum. Mintalah perjanjian tertulis sehingga kamu dapat mengetahuinya. Hak dan kewajiban kedua belah pihak juga akan jelas terlihat jika ada perjanjian hitam di atas putih dan bermaterai. Utarakan saja secara terbuka seberapa besar kemampuan finansial kamu untuk menciptakan suasana saling terbuka dan nyaman.

6. Kamu tidak mendapatkan segalanya jika pasangan berselingkuh

(Foto: Tipsofdivorce)
(Foto: Tipsofdivorce)

Di kebanyakan negara, perbuatan seperti perselingkuhan dalam pernikahan, tidak memberikan hak aset untuk pihak yang tidak bersalah. Uang dan properti akan dibagi sesuai dengan distribusi yang adil seperti pada umumnya. Yang artinya, kamu mungkin bisa mendapatkan lebih banyak uang tunjangan, tergantung pada cara penghitungan keuangan masing-masing negara.

7. Perceraian ibarat masa berkabung

(Foto: Goodhousekeeping)
(Foto: Goodhousekeeping)

Orang sering terkejut dengan rasa kehilangan, bahkan jika mereka ingin memulai babak baru. Perubahan ini sering meresahkan. Setidaknya, orang melangkah dari menikah ke langkah perceraian meski terkadang ada banyak langkah di antara keduanya. Hal itu mengubah konsep diri seseorang dan bagaimana orang lain berhubungan dengan kamu.

8. Pengacara perceraian bukan terapis

(Foto: Time)
(Foto: Time)

Saat bertemu dengan pengacara perceraian, orang sering ingin menceritakan kisahnya. Mereka ingin menjelaskan mengapa mereka bercerai dan untuk memvalidasi alasan tersebut.

Kenyataannya, apa yang membawa mereka ke pengadilan tidak relevan dengan hasil akhir. Pasangan membayar mahal pengacara perceraian hanya untuk mengungkap siapa melakukan apa atau apa yang mereka rasakan. Saran terbaik, kunjungi dahulu konselor pernikahan untuk membuka peluang menyelamatkan hubungan sebelum akhirnya menuju pengacara perceraian.

Jika memang pasangan sudah sepakat bercerai, satu pengacara saja cukup untuk mewakili keinginan mereka. Siasat ini tentunya menghemat biaya dan waktu. Pengacara perceraian akan membuat surat-surat untuk kedua pihak. Namun, di depan sidang, ia akan mendeklarasikan diri mewakili salah satu pihak saja agar tidak ada konflik kepentingan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here