Inilah 6 Bajaj Terunik di Dunia

Bajaj di Indonesia (foto: renunganditoilet.blogspot.com0

Gulalives.com, JAKARTA –  Bajaj, kendaraan umum roda tiga yang banyak terdapat di Jakarta mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian penggunanya. Bodinya tinggi ceking dengan warna mencolok, suaranya cempreng memekakkan telinga, tanpa lampu rem – apalagi sign. Begitulah wujud bajaj di Jakarta. Banyak pemakai jalan yang menggerutu pasrah, ‘hanya Tuhan dan sopirnya yang tahu ke arah mana Bajaj berbelok’. Belum lagi, asap knalpot dari bajaj yang sangat mengganggu pernapasan.

Namun dari sekian kesan “negatif” yang dirasakan ketika menaiki kendaraan yang berasal dari India ini, membuat beberapa orang atau negara menciptakan bajaj yang membuat kita ingin merasakan nikmatnya berkendara dengan bajaj, atau justru ingin memiliki kendaraan ini.

Di Indonesia sendiri, si Bajaj sudah di kembangin jadi Bajaj BBG.Memang belum semua bajaj berubah jadi yang BBG tetapi bajaj BBG memiliki suara yang tidak berisik, jalannya halus, dan lebih cepat. Serta dilengkapi fasilitas speedometer, Led Netral, RPM Meter, Lampu sign, dan pintu mirip dengan mobil. Harganya pun sama dengan bajaj biasa.

Nah, berikut adalah bajaj-bajaj terunik di dunia versi Gulalives.com.

 

Bajaj Ed

Bajaj Ed, mampu membius para wisatawan yang menginap di Hotel Morrissey (foto: liburyah.blogspot.com)
Bajaj Ed, mampu membius para wisatawan yang menginap di Hotel Morrissey (foto: liburyah.blogspot.com)

Meski menorahkan kesan yang tidak mengenakan, Tapi, bajaj yang disediakan oleh Hotel Morrissey sangatlah berbeda di Indonesia. Bahkan, fasilitas ini gratis. Bajaj wisata yang diberi nama Ed ini mampu membius para wisatawan yang menginap di Hotel Morrissey. Betapa tidak, bajaj yang memiliki warna hitam ini memang mirip bajaj. Hanya saja bajaj wisata ini didesain modern.

Terlebih untuk bangku duduknya, pihak dari Hotel Morrissey lebih mendesain versi lesehan. Jadi, ketika para wisatawan menaiki Ed, mereka bukan sebatas duduk saja, melainkan ada sisi Indonesia lainnya yang ada di dalam Ed itu sendiri. Ed tergolong kendaraan yang simpel dan bisa parkir di mana saja. Untuk ukurannya jauh lebih besar dari bajaj, sekira 2,7 meter.

 

Bajaj bertenagan motor sport

Bajaj bertenaga motor sport (foto: otosia.com)
Bajaj bertenaga motor sport (foto: otosia.com)

Kendaraan beroda tiga ini dikenal lambat saat melaju di jalan raya. Namun, kesan lambat bisa dihapus setelah menengok bajaj hasil modifikasi Colin Furze ini. Pria berumur 32 tahun yang tinggal di Kota Stamford, Inggris ini berhasil memodifikasi bajaj biasa menjadi bajaj super selayaknya motor sport. Tak hanya itu, ia memasangkan sepasang senapan mesin AK-47 di kedua sisinya.

Tak tanggung-tanggung, Colin Furze memasangkan mesin sepeda motor sport CBR600 yang dapat melaju hingga 180 km per jam! Sementara itu, dikarenakan batasan hukum kepemilikan senjata api, dia menggunakan replika senapan mesin AK. Senapan mesin itu sendiri dapat menembakkan peluru plastik secara beruntutan.

 

Bajaj Buffalino

Bajaj Buffalino, sangat cocok digunakan bagi seorang traveller yang pergi sendirian (foto: amrusujud.blogspot.com)
Bajaj Buffalino, sangat cocok digunakan bagi seorang traveller yang pergi sendirian (foto: amrusujud.blogspot.com)

Bajaj rancangan Cornelius Cormanns, seorang desainer industri dari Jerman, ini sangat berbeda dari bajaj-bajaj yang sering berkeliaran di jalanan ibukota. Cormanns merancang kendaraan yang fleksibel selama di perjalanan dan juga irit bahan bakar serta ramah lingkungan. Namun kapasitas dari Bajaj rancangannya ini hanya 1 orang penumpang sehingga sangat cocok digunakan bagi seorang traveller yang pergi sendirian.

Rancangan yang bentuknya mirip dengan bajaj ini terinspirasi dari skuter roda tiga Piaggio dan dinamakan Buffalino. Rancangan ini dikhususkan untuk seorang traveler yang sering menempuh perjalanan panjang dan melelahkan. Buffalino dilengkapi dengan tempat tidur lipat, wastafel, dapur, kulkas, dan colokan listrik. Sehingga bagi seorang traveller tidak perlu menyewa hotel atau memakan makanan siap saji selama di perjalanan.

 

Bajaj ala Paris

Bajaj di Paris untuk sekali perjalanan harus merogoh sekitar 20 euro atau Rp 240.000 (foto: wisbenbae.blogspot.com)
Bajaj di Paris untuk sekali perjalanan harus merogoh sekitar 20 euro atau Rp 240.000 (foto: wisbenbae.blogspot.com)

Di Paris, Bajaj juga merupakan alat transportasi wisata yang sangat populer.  Karena desainnya dibuat semenarik dan senyaman mungkin bagi penumpang. Dijamin penumpang selalu ingin berlama-lama menikmati kenyamanan kendaraan ini.  Menurut media setempat, kemunculan alat transportasi wisata ini ternyata sempat membuat gundah perusahaan taksi karena kendaraan wisata ini dianggap menjadi pesaing bagi penghasilan sopir taksi.

Wisatawan yang menggunakan jasa bajaj untuk sekali perjalanan harus merogoh sekitar 20 euro atau Rp 240.000, cukup mahal dibandingkan dengan naik bajaj di Jakarta, Indonesia. Sementara para wisatawan yang ingin melakukan perjalanan sehari penuh menggunakan bajaj, atau menyewa sehari penuh, cukup menyediakan sekitar 300 euro atau Rp 3,7 juta.

 

Bajaj Salamander

Bajaj Salamander disebut sebagai kendaraan amfibi (foto: otomotif.liputan6.com)
Bajaj Salamander disebut sebagai kendaraan amfibi (foto: otomotif.liputan6.com)

Seperti dilansir dari Boldride, banjir merupakan peristiwa yang kerap terjadi di Filipina. Hal tersebut rupanya mendasari Atoy Llave menciptakan Salamander. Dikatakan, Llave ingin mengembangkan sebuah kendaraan yang sangat berguna bagi rakyat di Filipina. Adanya Salamander diharap dapat membantu banyak orang yang kesulitan transportasi saat musibah banjir datang.

Salamander dibekali mesin berbahan bakar bensin dengan kapasitas 250 cc. Tak hanya menggunakan mesin konvensional, Salamander juga dibekali pilihan motor listrik dengan daya 5 kW. Jika bajaj pada umumnya dibuat dengan bahan plat alumunium, berbeda halnya dengan Salamander yang dibuat dari bahan fiberglass. Hal ini berujuan agar bodi kendaraan roda tiga tersebut kedap air ketika melintas di atas air.

Sebagai kendaraan amfibi, tentu saja tak selamanya roda Salamander terus menerus dipergunakan. Sebagai pengganti roda saat berenang, Salamander pun berjalan dengan digerakkan oleh baling-baling kecil.

 

Bajaj Zbee

Bajaj Zbee (foto: avlenrein.blogspot.com)
Bajaj Zbee (foto: avlenrein.blogspot.com)

Lupakan bajaj yang kotor, ini adalah bajaj listrik asal Swedia. Dinamakan Zbee, si bajaj ramah lingkungan. Tenaga yang bisa diperlihatkan motor listrik milik Zbee berkisar di angka 2-4 kW dengan tingkat efisiensi 4 kWh per 100 km

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY