Inilah 4 Alasan Pengembang Asing Masuk Indonesia

0
39 views
Lahan Properti

Gulalives.com, JAKARTA – Indonesia memang negeri kaya. Bukan hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga potensi propertinya sangat luar biasa. Potensi itu lah yang mendorong pengembang asing membangun dan mengembangkan proyek-proyeknya di Tanah Air.

Menurut Senior Associate Direktur Investment Chusman & Wakefield, Andi Loe mengatakan, terdapat empat alasan masuknya pengembang asing ke Indonesia. Yakni :

1. Stabil
Indonesia, kata Andi, dinilai stabil, tidak seperti negara-negara timur tengah, yang tak pernah berhenti bergejolak.

2. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai masih cukup tinggi

3.Demokratis
Secara politik, Indonesia dianggap negara demokratis, tidak seperti negara – negara lain.

4.Kelas Menengah
Indonesia menjadi lokasi pengembang properti asing karena pendapatan kelas menengahnya besar. Potensinya juga masih sangat panjang

Lalu, proyek-proyek apa saja yang menarik minat para pengembang asing? Andi mengatakan , mereka tertarik menggarap proyek hunian, hotel, dan perkantoran. Mereka belum berminat menggarap ritel.

Soal waktu, Andi menegaskan, mereka ingin secepatnya masuk dan mengembangkan properti di Indonesia. Namun, hingga kini mereka masih menunggu kepastian kebijakan, khususnya tentang super luxury tax (pajak barang mewah) dan luxury tax properti.

Masuknya investasi asing juga mendapat sorotan dari Country Head JLL Indonesia, Todd Lauchlan. Dia mengatakan, di tengah kelesuan ekonomi, minat investor asing masih sangat tinggi. Hal tersebut ditandai oleh banyaknya investor asing yang mencari peluang dari investasi properti di Indonesia.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah pengembang manca negara semakin agresif menancapkan bisnis properti di lahan-lahan Indonesia. Mereka berasal dari negara – negara, yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi cukup bagus. Selain Asia, mereka juga datang dari Eropa. Dari Asia, terdapat konsorsium pengembang Tiongkok dan Hongkong, yang akan masuk ke kawasan Jakarta Utara, Barat, dan area central business district (CBD) .

Di samping Tiongkok dan Hongkong, pengembang Asia juga ada yang berasal dari Jepang. Selain Asia, juga ada pengembang dari Swiss (Eropa). Pengembang ini menggarap proyek rumah tapak di kawasan Serpong, Tangerang. (AA)

LEAVE A REPLY