Inilah 3 Cara Ali Bin Abi Thalib dalam Mendidik Anak

cara mendidik anak
justitia8.blogspot.com

Belum banyak masyarakat yang tahun bagaimana cara mendidik anak dengan cara Islam, sesuai yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Berbagai ilmu parenting barat dipelajari sedemikian rupa, mengapa ilmu yang jelas telah terbukti kebaikannya tidak ikut dipelajari?

Sekarang saatnya kita memahami bagaimana cara Ali bin Abi Thalib radhiallahu’anhu mendidik anak-anaknya.

1. Anak sebagai Raja (Usia 0-7 Tahun)

cara mendidik anak
www.ukhtiindonesia.com

Melayani anak dibawah usia 7 tahun dengan sepenuh hati dan tulus adalah hal yang sangat tepat untuk dilakukan. Para orang tua memang harus pandai bersikap, menempatkannya sesuai usia anak.

cara mendidik anak
www.pinterest.com

Ketika orang tua berusaha untuk melayani dan menyenangkan hati anak yang belum berusia 7 tahun, in syaa Allah ia akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan, perhatian dan bertanggung jawab.

2. Anak sebagai Tawanan (Usia 8-14 Tahun)

cara mendidik anak
idawah.com.au

Kedudukan seorang taawanan perang sangatlah terhormat, ia mendapatkan haknya secara proporsional.

namun juga dikenakan berbagai larangan dan kewajiban. Usia 7-14 tahun adalah usia yang tepat bagi seorang anak bagi seorang anak untuk diberika hak dan kewajiban tertentu.

cara mendidik anak
mimbarhadits.wordpress.com

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai memerintahkan seorang anak untuk shoalat wajib pada usia ke 7 tahun, dan memperbolehkan kita memukul anak tersebut pada usia 10 tahun.

Karena itu usia 7-14 tahun adalah saat yang tepat dan pas bagi anak-anak kita untuk diperkenalkan dan diajarkan tentang hal-hal yang terkait dengan hukum-hukum agama, baik yang diwajibkan maupun yang dilarang.

3. Anak sebagai Sahabat (Usia 15-21 Tahun)

cara mendidik anak
www.hipwee.com

Usia 15 tahun adalah usia umum saat anak menginjak akil baligh. Sebagai orang tua sebaiknya memposisikan diri sebagai sahabat dan memberi contoh atau teladan yang baik seperti yang diajarkan oleh Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu

Inilah waktu yang tepat untuk berbicara dari hati ke hati. Perlu dikomunikasikan bahwa selain mengalami perubahan fisik, juga akan mengalami perubahan secara mental, spiritual, sosial, budaya dan lingkungan, sehingga sangat mungkin akan ada masalah yang harus dihadapinya.

cara mendidik anak
penulispro.com

Orang tua harus dapat membangun kesadaran pada anak bahwa usia setelah akil baligh, ia sudah mempunyai buku amalan sendiri yang akan di minta pertanggung jawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Controlling tetap harus dilakukan tanpa bersikap otoriter dan tentu saja diiringi dengan berdo’a untuk kebaikan dan keselamatannya.

Dengan demikian, anak akan merasa penting, dihormati, dicintai, dihargai dan disayangi. Ia akan merasa percaya diri dan mempunyai kepribadian yang kuat untuk selalu cenderung pada kebaikan dan menjauhi perilaku buruk.

Jangan lupa beri tanggung jawab lebih padanya agar ia tahu beban hidup harus ditunaikan dengan segenap kesungguhan.

4. Curahkan Kasih Sayang dengan Bermain Bersama-sama Mereka

cara mendidik anak
justitia8.blogspot.com

Tiada manusia dilahirkan tanpa titik permulaan. Sesungguhnya fase yang terpenting dalam pertumbuhan setiap anak-anak adalah pada fase yang pertama mengikuti pendidikan Rasulullah  seperti di atas. Tahap ini dianggap paling penting karena ketika inilah asas foundation dalam kerohanian anak-anak yang sehat terbentuk.

Termasuk perilaku, anak-anak yang diberi perhatian dan kasih sayang yang cukup akan membesar dengan penuh yakin dan lebih mudah mendengar kata. Sebaliknya bagi anak-anak yang kurang diberi perhatian, mereka mudah memberontak dengan melakukan perkara yang dilarang walaupun berulang kali ditegur. Mereka percaya itulah cara terbaik bagaimana untuk menarik perhatian anda lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here