Gulalives.com, DEPOK – Ikatan Alumni Universitas Indonesia akan menggelar muysarawah nasional Iluni ke VII. Untuk pertama kalinya, Ketua Umum ILUNI UI akan dipilih oleh seluruh alumni UI secara online. Pada tahun ini, sejumlah tokoh nasional dari berbagai disipilin ilmu turut serta dalam pemira Iluni periode 2016-2019. 

Dalam Pemira ILUNI-UI, Beberapa nama yang akan bersaing diantaranya adalah Fahri Hamzah (FE 1994), Ivan Ahda (Psikologi 2003), Arief Budi Hardjono (Teknik 1985), Valdo Maldini (MIPA 2008), Jenderal (Purn)  Moeldoko dan eks Komisioner KPK Chandra Hamzah.

Para calon akan bersaing memperebutkan suara ribuan voters para alumni UI. Nanti melalui e-voting. Tiap-tiap alumni meregistrasi dirinya di situs panitia tentang Pemira ILUNI UI, kemudian mulai melakukan voting direncanakan tanggal 27 Mei.

Informasi diperoleh dari panitia Pemira ILUNI UI, pendaftaran voters diperpanjang sampai 14 Mei 2016. Sampai hari ini, 20 April, sudah tercatat sebanyak 4.900 voters yang melakukan registrasi sejak dibuka 1 April lalu.

Ini profil 6 calon Ketua Iluni, dilansir Gulalives.com dari berbagai sumber, Rabu (20/4/2016).

1. Ivan Ahda

Ivan AhdaIvan Ahda adalah alumni Beastudi Etos 2003 yang kini aktif berkontribusi merawat Indonesia melalui Forum Indonesia Muda (FIM) sekaligus menjadi ketua nasional FIM.  Forum Indonesia Muda (FIM)merupakan sebuah forum independen yang beranggotakan pemuda dan mahasiswa dari berbagai aktivitas, universitas maupun lembaga kepemudaan, dari seluruh Indonesia; dengan cita-cita bersama membangun bangsa dengan semangat kontribusi bersama.

Forum ini dibuat sebagai sarana peningkatan kompetensi pemuda dan mahasiswa dalam rangka menyiapkan pemimpin masa depan dan wadah silaturahmi untuk membangun kontribusi bersama.

FIM dibentuk untuk menjadi sarana peningkatan kompetensi pemuda dan mahasiswa dalam rangka mempersiapkan pemimpin masa depan dan wahana silaturahmi antar pemuda dari berbagai latar belakang.

2. Arief Budhy Hardono

ariefSosok alumni UI yang satu ini adalah Direktur PT. PIONIR BETON INDONESIA (Subsidiary of Indocement Heidelberg) dan Direktur PT. Citra Margatama Surabaya  (subsidiary of Citra Marga Nusantara – toll road). Pria kelahiran Jakarta, Maret 31, 1966 ini menempuh pendidikanTeknik Sipil, FTUI Universitas Indonesia, 1984-1990.

Di UI, Arief pernah menjabat sebagai Ketua Bidang Kemahasiswaan Senat Mahasiswa FTUI , Kepala Seksi Operasi Yon Resimen Mahasiswa UI, Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UI, Ketua Program Masa Bimbingan Mahasiswa Baru dan Kabid Pelayanan Alumni ILUNI FTUI.

Arief Budhy Hardono lahir di Jakarta, pada tanggal 31 Maret 1966. Masa kecilnya dihabiskan di ibukota hingga mengenyam masa remaja. Lulus dari SMA Negeri 8 Jakarta, Arief memilih Jurusan Teknik Sipil di UI.

arief2Semasa kuliah, Arief dikenal aktif berorganisasi. Sempat menjadi Ketua Bidang Kemahasiswaan Senat Mahasiswa FTUI tahun 1988-1989 membuatnya lebih banyak mengenal nilai-nilai kerjasama dan integritas. Di tahun berikutnya 1989-1990 ia terpilih sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

Tak hanya di berkegiatan seputar fakultas, Arief juga aktif di Resimen Mahasiswa dan sempat menjadi Kepala Seksi Operasi Yon Resimen Mahasiswa UI. Arief dikenal sebagai pribadi yang pemberani, bersedia bertanggung jawab atas kegiatan Masa Bimbingan Mahasiswa Teknik yang sempat dilarang pelaksanaannya.

arief budhyKarir Arief Budhy Hardono di bidang Civil Engineering dimulai dengan posisinya sebagai seorang Junior Civil Engineer di PT. INDOTEK KONSULTAN UTAMA hingga dipercaya memimpin perusahaan tersebut pada tahun 2000-2013.

Sejak 2014 hingga sekarang Arief mendapat amanah sebagai Direktur PT. PIONIR BETON INDONESIA yang merupakan bagian dari Indocement Heidelberg, salah satu produsen semen terbesar di Indonesia. Selain itu Arief juga menjadi Direktur PTCitra Margatama Surabaya, untuk jalan tol di wilayah Jawa Timur.

Setelah menjadi alumni UI, Arief masih peduli terhadap aksi-aksi mahasiswa yang bergulir. Ia masih mengikuti perkembangan mahasiswa dan hubungan intra alumni. Di tengah kesibukannya Arief masih meluangkan waktu menjadi pengurus ILUNI FTUI selama dua periode.

Di sela kesibukannya, Arief Budhy Hardono juga rajin mendampingi kedua anak nya berlatih baseball. Bermula dari situ, sisi organisatorisnya terpanggil sehingga ikut berkarya sebagai Sekjen Persatuan Baseball dan Softball Indonesia.

3. Faldo Maldini

Faldo MaldiniFaldo Maldini adalah alumni Departemen Fisika Universitas Indonesia dengan kekhususan Instrumentasi Fisika. Selain berkuliah juga aktif berorganisasi di kampus. Menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Fisika di tahun 2010, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FMIPA UI tahun 2011, dan menjadi ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia 2012. Faldo juga salah satu penerima dua beasiswa kepemimpinan yakni dari PPSDMS NF dan Goodwill International Scholarship.

Faldo telah beberapa kali melakukan riset yang dipublikasikan, mewakili UI dan Indonesia baik dalam dan luar negeri. Pada tahun 2010, riset yang dilakukan bersama tim nya mendapatkan juara dalam beberapa perlombaan riset mewakili UI di level Nasional. Pada tahun 2011, Faldo juga mencoba mengikuti kompetisi Mahasiswa Berprestasi dan mendapatkan juara 3 di FMIPA UI.

Faldo yang memiliki darah asli Minang ini sudah cukup sering menjadi pembicara di berbagai seminar, workshop, dan pelatihan baik di UI mupun luar UI. Selain itu, Pria yang memiliki hobbi bermain futsal ini, juga menyukai dunia penulisan yang membuat beberapa kali tulisannya menghiasi media massa.

Faldo lahir di Padang, Sumatera Barat, 9 Juli 1990 adalah seorang tokoh aktivis mahasiswa yang pernah dipercaya sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Ia juga didaulat sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom (PPI UK) ketika ia melanjutkan pendidikan pasca sarjana bidang Plastic Electronic Materials diDepartment of Physics, Imperial College London, salah satu universitas terbaik di dunia.

Selain aktif berorganisasi, ia juga sering melakukan riset yang dipublikasikan di dalam dan luar negeri mewakili UI dan Indonesia. Pada tingkat nasional riset Faldo dan timnya beberapa kali mendapatkan gelar juara dalam berbagai perlombaan mewakili Universitas Indonesia pada tahun 2010. Sebagai individu, Faldo juga berhasil meraih juara 3 pada kompetisi Mahasiswa Berprestasi pada tahun 2011.

Bakat kepemimpinan yang dimilikinya diapresiasi oleh PPSDMS NF dan Goodwill International Scholarship yang masing-masing memberikan beasiswa kepemimpinan pada Faldo. Sebagai Ketua PPI UK, Faldo memimpin 32 cabang yang dimiliki organisasi itu yang tersebar di berbagai wilayah di Inggris dengan jumlah mahasiswa Indonesia sekitar 1.600 orang.

Bersama Selvin Andika ZM, Faldo menggagas Pulangkampuang.com, sebuah portal yang bertujuan menyatukan orang Minangyang ada di rantau dan di kampung (Sumatera Barat). Portal ini sebagai wadah gerakan untuk berkontribusi bagi urang awak yang masih berjuang di daerah rantau maupun di Ranah Minang.

4. Moeldoko

MoeldokoJenderal TNI Dr. Moeldoko adalah tokoh militer Indonesia. Ia menjabat sebagai Panglima TNI sejak 30 Agustus 2013. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat sejak 20 Mei 2013 hingga 30 Agustus 2013.

Sidang Paripurna DPR-RI pada tanggal 27 Agustus 2013 menyetujui jenderal asal Kediri tersebut sebagai Panglima TNI baru pengganti Laksamana Agus Suhartono. Ia adalah KSAD terpendek dalam sejarah militer di Indonesia seiring pengangkatan dirinya sebagai panglima.

Moeldoko merupakan alumnus Akabri tahun 1981 dengan predikat terbaik dan berhak meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa. Selama karier militernya, Moeldoko juga banyak memperoleh tanda jasa yaitu Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satya Lencana Dharma Santala, Satya Lencana Kesetiaan XXIV tahun,  Satya Lencana Kesetiaan XIV tahun, Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Wira Dharma, dan Satya Widya Sista.

Operasi militer yang pernah diikuti antara lain Operasi Seroja Timor-Timur tahun 1984 dan Konga Garuda XI/A tahun 1995. Ia juga pernah mendapat penugasan di Selandia Baru (1983 dan 1987), Singapura dan Jepang (1991), Irak-Kuwait (1992), Amerika Serikat, dan Kanada.

Pada 15 Januari, Moeldoko meraih gelar doktor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia, dengan desertasinya “Kebijakan dan Scenario Planning Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Indonesia (Studi Kasus Perbatasan Darat di Kalimantan)”. Ia lulus dan mendapatkan gelar tersebut dengan predikat sangat memuaskan.

5. Chandra M Hamzah

chandra m hamzahChandra Muhammad Hamzah, S.H. lahir di ibu kota Republik Indonesia, Jakarta, pada 25 Februari 1967. Ketertarikannya yang kuat pada bidang hukum dan kriminal tampak jelas ketika Hamzah memutuskan melanjutkan studi di Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Indonesia dan berhasil lulus pada 1995.

Tiga tahun sesudahnya, Chandra, sapaan akrab beberapa kawannya kepada pria ini, bergabung dengan sebuah lembaga bernama Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) dan bertindak selaku salah satu pengelola lembaga tersebut. Sepak terjang Hamzah di PSHK menjadi batu loncatan untuk bergabung dengan berbagai lembaga dan badan hukum lain di Indonesia.

Setelah PSHK, pria yang sempat menjadi Ketua Senat Mahasiswa di universitas tempatnya menuntut ilmu ini bergabung dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan bertindak selaku Asisten Pembela Umum. Posisinya ini membuka kesempatan yang lebih luas bagi Hamzah untuk banyak belajar mengenai hukum dan kriminal, khususnya yang terjadi di Indonesia. Buah dari kerja keras dan kemauan belajar Hamzah terbukti dengan semakin banyak tawaran pekerjaan yang berdatangan setelah menjadi asisten di YLBHI.

Tercatat pria mantan komandan Menwa di Universitas Indonesia ini pernah bekerja sebagai staf hukum di sebuah perseroan terbatas bernama Unelec Indonesia (Unindo). Selain itu, ia juga pernah menjadi pengacara pada beberapa firma hukum seperti kantor pengacara Erman Radjaguguk & Associates, Hamzah Tota Mulia, Lubis Ganie Surowidjojo dan juga Assegaf Hamzah & Partners.

Kepiawaiannya dalam hukum dan kriminal membuat pria yang berulang tahun setiap 25 Februari ini akhirnya mendapat kepercayaan resmi dari pemerintah Indonesia untuk ikut andil dalam urusan hukum dan kriminal di tanah airnya. Amanat besar tersebut disambut baik oleh pria peraih penghargaan Integrity Award dari World Bank ini dengan bertindak selaku anggota Tim Gabungan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TGPTPK) RI.

Selang setahun bergabung dalam tim tersebut, Hamzah beralih menjadi anggota Tim Persiapan Pembentukan Komisi Anti Korupsi. Atas segala jasa, pengabdian, dan kerja keras yang diberikan pada negara Indonesia, Chandra hamzah dianugerahi kepercayaan nasional untuk bertindak selaku wakil ketua KPK bidang Penindakan serta Bidang Informasi dan Data pda 2007 – 2011.

6. Fahri Hamzah

Fahri HamzahNama Fahri Hamzah mulai dikenal publik sejak reformasi bergulir awal 1998.  Laki-laki kelahiran Utan, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat tanggal 10 Nopember 1971 ini merupakan pendiri sekaligus ketua umum pertama organisasi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). Bersama organisasi KAMMI, Fahri melancarkan gerakan anti-KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Dalam setiap aksinya, KAMMI pimpinan Fahri berbeda dengan aksi unjuk rasa mahasiswa lain yang cenderung sering terlibat bentrok fisik dengan aparat.

Puncaknya KAMMI satu-satunya elemen mahasiswa pendukung B.J. Habibie sebagai penerus tongkat estafet dari Soeharto disaat elemen mahasiswa lain merasa bahwa Habibie sama saja dengan Soeharto. Sebagai intelektual muda, sejak masih berstatus mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Fahri telah banyak terlibat dalam kegiatan akademis dan kecendekiawanan. Selain pernah bekerja sebagai salah satu pimpinan di Jurusan Ekonomi Ekstensi UI, Fahri juga pernah aktif sebagai Ketua Departemen Pengembangan Cendekiawan Muda Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Pusat dan berbagai kegiatan lainnya.

Setelah era reformasi bergulir pada tahun 1999, Fahri sempat diangkat menjadi Staff Ahli MPR RI pada tahun 2004. Dia kemudian bergabung dengan Partai Keadilan Sejahtera yang lantas mendorongnya untuk menjadi anggota DPR RI pada tahun 2004 mewakili daerah kelahirannya, Nusa Tenggara Barat. Saat itu, Fahri Hamzah bergabung dengan Fraksi PKS dan bertugas di Komisi VI yang menangani masalah Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi/UKM, dan BUMN.

Perhatiannya yang besar di dunia hukum, membuahkan kepercayaan FPKS menempatkannya sebagai Wakil Ketua Komisi III, yang membidangi Legislasi sejak tahun 2009 lalu. Selain aktif sebagai anggota Dewan, dia juga senang menulis dalam berbagai artikel. Hingga kini telah terbit satu karyanya dengan judul “Negara, BUMN dan Kesejahteraan Rakyat” yang diterbitkan melalui Yayasan Faham Indonesia (YFI). YFI sendiri merupakan kelanjutan dari Yayasan Pengembangan Sumber Daya Pemuda (CYFIS) yang didirikan saat hari Sumpah Pemuda, setelah aksi-aksi mahasiswa 1998 mereda.

fahri hamzahFahri Hamzah adalah tokoh paling populer yang mencalonkan diri menjadi Ketua Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni). Pria yang kini menjabat sebagai wakil ketua DPR RI itu sendiri setelah baru saja dicopot dari partai yang melambungkan namanya itu. Di akun Twitter miliknya, yang dipantau Jumat (15/04/2016), Fahri dengan detil menunjukkan cara bagaimana para alumnus dapat mengajukan suara untuk mendukung dirinya.

Fahri mengatakan bahwa dirinya mengangap ada beberapa persoalan yang membuatnya harus “turun gunung” membenahi persoalan peralumnian UI.

Fahri mengaku mendapatkan masukan dari beberapa lembaga survei dan biro sumber daya manusia di banyak perusahaan. Dari masukan tersebut, diketahui perbedaan sumber daya manusia yang berasal dari UI, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada. “Mereka bilang kalau mau punya pegawai yang lama itu UGM karena UGM ‘setia kolegial’. ITB juga begitu,” kata Fahri.

Fahri menambahkan, ikatan alumni perlu membangun pusat basis data (database) untuk alumni. Ia menduga sejak awal database ini sudah diabaikan. Sejak lulus pada 1996, ia mengaku tidak pernah dipanggil untuk UI. “Seolah kita tidak punya kepentingan lagi dengan kampus,” kata lulusan Fakultas Ekonomi UI 1996 ini.

Menurut Fahri, UI juga harus menjadi rumah yang representatif Indonesia. Ada kecenderungan UI terjebak dalam kapitalisme. Ia juga mengatakan doktrinasi dan politisasi kampus harus segera diakhiri. Alumni UI, harus juga berkontribusi untuk almamaternya. “Yang masuk bisa membayar dan sudah siap dengan standar pendidikan tertentu sehingga representasi daerah tidak ada.” (DP)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY