Gulalives.com, JAKARTA—“Lagi ngurangi karbo, nih!” Kalimat itu yang kerap kita dengar dari seseorang yang sedang melakukan diet. Tapi hati-hati lho, mengurangi karbohidrat kalau tidak di bawah pengawasan dokter gizi, justru akan membuat tubuh malah tidak sehat. Padahal tubuh membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi.

“Karbohidrat dibutuhkan tubuh untuk menunjang aktivitas harian sebagai sumber energi,” kata Aria Novitasari, nutritionist Herbalife di Jakarta, Selasa (25/8).

Bisa dibayangkan bagaimana kalau seseorang kekurangan karbohidrat. Tubuhnya pasti akan lemas karena tidak memiliki energi. Hanya itukah? Tentu tidak. Di luar lemas karena tak bertenaga, kekurangan karbohidrat memiliki dampak yang jauh lebih berbahaya. Apa ya?

“Karbohidrat juga berfungsi menghemat protein di dalam tubuh. Kalau tubuh kekurangan karbohidrat, maka akan memakai protein sebagai sumber energi. Akibatnya tubuh kekurangan protein. Padahal, protein dibutuhkan untuk membangun sel-sel yang rusak,” jelas Aria. Nah, lho? Jadinya berlaku prinsip kanibalisme ya?

Coba bayangkan kalau ini terjadi pada anak-anak. Pertumbuhannya pasti akan terhambat. Belum lagi kalau anak tersebut juga kurang konsumsi karbohidratnya, lengkaplah sudah. Sudah lemas tak bertenaga, pertumbuhan sel-selnya pun tak optimal karena proteinnya dipakai untuk mengganjal kekurangan karbohidrat. Gak heran, anak yang kurang makan, selain kurus, otaknya pun lemot karena pertumbuhan sel-sel di otak terhambat akibat kurang protein.

Tapi, kata Aria, jangan asal makan karbohidrat. “Pilihlah karbohidrat dari golongan karbohidrat kompleks yang tinggi serat agar lebih lama dicerna tubuh sehingga tidak cepat menaikkan gula darah,” saran Aria.

ubi

Karbohidrat kompleks, jelas Aria, mengandung dua atau lebih molekul gula. Biasanya mengandung serat tinggi, vitamin, dan mineral. Serat tersebut akan membuatnya dicerna secara bertahap sehingga tidak cepat menjadi gula darah. Soalnya, gula darah yang cepat naik akan memicu tubuh memproduksi hormon insulin untuk menyimpan kelebihan gula darah ini di dalam hati (hepar). Nah, bahayanya, kalau keadaan ini sering terjadi, kemampuan pankreas memproduksi hormon insulin akan berkurang sehinga terjadilah penyakit diabetes.

“Karena itu, pilihlah karbohidrat kompleks, seperti beras putih, beras merah, ubi, singkong, pisang, wortel, oat, dan lain-lain,” tegas Aria.

Sedangkan karbohidrat sederhana, mengandung satu atau dua molekul gula dan tidak mengandung serat sehingga mudah dicerna tubuh. Karena mudah dicerna, maka akan cepat pula menjadi gula darah. Contohnya gula pasir, gula merah, dan madu.

Jadi, jangan abaikan pentingnya karbohidrat kompleks ya!(SY)

LEAVE A REPLY