Gulalives.com, Depok – Bila pasangan tak juga mengajak Sobat menikah, ini bukan karena ia antikomitmen. Cari tahu mengapa topik pernikahan tak pernah terlontar darinya!
Di Indonesia, mungkin tidak ada pria yang menganggap dirinya antikomitmen. Kalau pun ada, jumlahnya tidak banyak. Yang terjadi sebenarnya juga bukan antikomitmen, melainkan hanya menunda pernikahan. Apa yang menyebabkan si dia tak juga membicarakan rencana pernikahan dengan Sobat, cari tahu alasannya di bawah ini:

Si dia masih ingin flirting around

tunda11
Begitu pria memutuskan menikah, tentunya ia akan kehilangan kesempatan flirting atau mengencani wanita lain. Kebanyakan dari mereka berusaha mempertahankan kesempatan ini selama mungkin, khususnya ketika mereka tidak yakin apa yang mereka cari dari diri wanita.


Wanita lebih cepat matang daripada pria

tunda12
Tentu, hal ini tidak berlaku untuk semua orang. Namun pada umumnya, “mengikat diri” sama artinya dengan “menjadi dewasa” bagi sebagian pria. Hal inilah yang ditakuti kaum pria, karena menjadi dewasa menuntut tanggung jawab lebih besar. Karena itu mereka ingin menunda proses menjadi dewasa itu selama mungkin.

Ada wanita lain di hatinya

tunda2

Sulit bagi pria untuk terikat dengan satu wanita, jika pikirannya tertuju pada wanita lain. Tetapi hal ini tidak sulit dibayangkan, kok. Coba kalau Sobat sendiri yang mengalaminya. Sobat diminta menerima cinta seorang pria, padahal Sobat tertarik dengan pria yang lain?

Ia memiliki prioritas yang lain

tunda3
Entah karena memikirkan biaya pendidikan adik yang harus ditanggung, karier, hobi, atau apa pun, pria bisa memilih untuk menangguhkan dulu rencananya untuk menikah. Pria cenderung akan berkomitmen pada hal-hal lain yang lebih menuntut perhatiannya, dan memilih berusaha mengatasi persoalan cinta semampunya.

Ia kurang nyaman dengan kedekatan

tunda4
Sobat tak akan tahu apa yang menyebabkannya sulit berdekatan dengan wanita, kecuali Sobat sudah begitu mengenalnya. Mungkin ia memiliki pengalaman buruk dengan mantan kekasihnya, atau menjadi anak korban perceraian, sehingga ia bersikap ekstra hati-hati dengan ikatan pernikahan. Rasa sakit yang masih ada dalam hatinya dapat membuatnya enggan berkomitmen dengan wanita.

Khawatir perkawinan tidak akan berhasil

tunda5

Mengikat diri dengan orang lain tentu melibatkan risiko. Kedua belah pihak harus mau berkorban demi pasangannya, yang tentu saja menghabiskan energi. Bagi sebagian orang, perkawinan tidak layak dijalani, kecuali ada jaminan 100 persen akan berhasil untuk semua orang. Memang, kita tak bisa memastikan apakah jaminan itu betul-betul tidak mungkin diperoleh, namun sesuatu yang belum pasti inilah yang membuat pria mundur.

Ia hanya melakukannya untuk seks

tunda6
Ada sebagian pria yang memilih melajang karena ingin menaklukkan wanita. Mereka ingin meruntuhkan hati seorang wanita yang terkenal sulit dikejar, wanita yang lebih tua darinya, wanita lajang yang populer, dan lain sebagainya. Hati-hati, jika Sobat merasakan sesuatu yang tidak sreg saat berdua dengannya, lebih baik tak usah diteruskan. Jangan sampai Sobat hanya menjadi salah satu korbannya.

Si dia masih egois

tunda8
Mengikat diri dengan satu wanita saja tentu membuatnya harus mengorbankan kepentingannya, waktu dan energinya untuk orang lain. Sobat harus menghadiri pertemuan dengan orang-orang yang tak Sobat kenal, sementara Sobat masih ingin leyeh-leyeh sambil nonton bola di televisi. Coba, dimana letak kesenangan hidup berkomitmen bila hal ini yang harus selalu dihadapi? Suatu saat, si dia tentu tak akan seegois itu lagi, tetapi yang jelas bukan sekarang waktunya.

Dia enggak suka-suka amat dengan Sobat

tunda9
Ia mungkin menganggap Sobat orang yang menyenangkan untuk diajak bersenang-senang, namun belum tentu Sobat adalah sosok yang diinginkannya untuk hidup bersama selamanya. Sobat mungkin akan sulit memahaminya, tetapi bila Sobat berpikir sangat sederhana –he’s just not that into you- Sobat tentu bisa segera melupakannya. Ayolah, untuk apa sih mengharapkan pria yang tidak menginginkan Sobat?

Sobat terlalu mendesaknya untuk segera menikah

tunda7
Jika ingin dia berkomitmen, biarkan dia menemukan momen itu sendiri. Justru bila Sobat selalu saja melontarkan topik “kapan kita menikah?”, dia bisa terganggu dengan segala ide tentang menikah itu sendiri. Lagipula, Sobat tentu tidak ingin si dia menikahi Sobat karena terpaksa, bukan? Pikirkan bila hal ini terjadi pada Sobat.

Kombinasi dari berbagai alasan di atas bisa menyebabkan seorang pria bertahan untuk menunda pernikahan. Bila Sobat bersabar menunggu waktu yang tepat, bukan tak mungkin ia sendiri yang tak sabar untuk menikahi Sobat. Jika yang terjadi kemudian si dia malah nyaman dengan status pacaran tersebut selamanya, berarti dia memang bukan untuk Sobat.

LEAVE A REPLY