Ini Alasan Makanan Cepat Saji tak Baik untuk Kesehatan

0
155 views

Gulalives.com, SEMARANG – Mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) sudah menjadi tradisi masyarakat urban di era modern seperti sekarang ini. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan seperti ini tidak baik untuk kesehatan.

Namun sayangnya, hal seperti itu tampaknya tidak digubris sama sekali, dan tetap saja masih banyak masyarakat yang rutin mengonsumsinya. Jika ingin sehat, Anda harus melupakan makanan cepat saji yang banyak mengandung sodium, gula dan lemak. Sebuah studi terbaru malah menemukan alasan lain mengapa kita harus jauh-jauh dari makanan cepat saji.

makanan cepat sajiMakanan cepat saji memang sangat nikmat selain rasanya yang enak juga cara penyajiannya pun sangat cepat tentu ini sangat cocok bagi orang yang sangat sibuk dan tidak ada waktu lama untuk makan. Di antaranya makanan cepat saji seperti pizza, burger, mie instan, fried chicken dan lain sebagainya.

Makanan cepat saji tersebut sangatlah berbahaya jika dikonsumsi terlalu sering, karena mengandung kadar garam, gula, lemak dan kalori yang sangat tinggi. Selain itu minuman bersoda yang biasa mendampingi makanan cepat saji juga sangat berbahaya. Efek soda bagi kesehatan lainnya adalah dapat menyebabkan kerapuhan tulang dan membuat pertumbuhan tulang tidak sempurna.

makananSelain itu, makanan tersebut diketahui mengandung bahan kimia phthalates (biasa ditemukan dalam plastik), yang berhubungan dengan masalah kesehatan seperti gangguan hormon dan berkurangnya jumlah sperma.

Studi terbaru yang dipublikasikan pada jurnal Environmental Health Perspectives, menemukan bahwa orang-orang yang sering mengonsumsi makanan cepat saji, memiliki kadar zat dua kali lebih tinggi. Memudahkan phthalates dan plastik lebih mudah terurai dalam tubuh dan akhirnya mengganggu hormon kita. 

fastfoodUntuk menemukan hasil penelitian itu, Ami Zota, pemimpin penelitian ini, beserta timnya melihat data 8.800 partisipan yang menjelaskan makanan apa saja yang mereka konsumsi selama 24 jam terakhir serta melihat hasil tes urine mereka.

Secara keseluruhan, sepertiga partisipan pada studi tersebut mengonsumsi makanan cepat saji sehari-hari. Dan ternyata, kadar phthaletes dalam tubuh mereka cukup banyak. “Jumlahnya sangat banyak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengemasan makanan cepat saji sangat berpengaruh pada kesehatan publik,” kata Ami, sebagaimana dilansir Gulalives.com dari laman CNN, Selasa (19/4/2016).

cepat sajiIa yakin, phthalate bisa masuk ke dalam makanan cepat saji saat sedang disiapkan atau dikemas. Sarung tangan plastik dan ban berjalan mungkin penyebab utamanya. Suhu panas saat memasak juga memudahkan bahan kimia plastik itu masuk ke dalam makanan.

Selanjutnya, para peneliti berharap penemuan mereka ini bisa memberikan pandangan bagaimana bahan kimia bisa masuk ke dalam tubuh kita dan menyebabkan kerusakan hormon. Penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk mengerti sepenuhnya apa efek yang akan diberikan bahan kimia ini ke depannya. (DP)

 

LEAVE A REPLY