Tahukah Kamu, Ilmuwan Muslim ini Mempunyai Pengaruh Penting di Dunia

0
82 views
seruni.id

Gulalives.co – Beberapa ilmuwan Muslim memiliki pengaruh yang kuat di mata dunia, mereka juga menjadi dasar pengetahuan ilmiah modern. Lantas, siapa saja ilmuwan muslim yang berkontribusi dalam dunia sains? Kenalkan, ini mereka:

Abu Bakar al Razi

Image result for Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al Razi
globalnews.co.id

Abu Bakar Muhammad bin Zakaria al Razi atau dikenal sebagai Abu Bakar al Razi atau Razhes, di dunia Barat merupakan seorang sarjana terkemuka dalam dunia Islam di masa-masa awal. Al Razi dapat disejajarkan dengan ilmuwan Muslim lainnya seperti Ibnu Sina. Dalam menghasilkan karyanya, Razi terpengaruh oleh kajian Hipokrates dalam bidang kedokteran Yunani klasik.

Dilaporkan Science Museum, Abu Bakar al Razi banyak menulis buku tentang berbagai mata pelajaran medis dan ilmiah. ‘Al Mansuri’ dan ‘Al Hawi’ merupakan buku Razi yang membahas mengenai kedokteran dan telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa. Buku miliknya telah menjadi teks rujukan bagi mahasiswa kedokteran Islam dan eropa selama berabad-abad. Selain melahirkan buku, ia juga dikenal sebagai pengamat dan juga peneliti yang andal.

Salah satu yang menjadi temuan terbesar Razi ialah perbedaan antara campak dan cacar. Melalui obervasi, ia menemukan bahwa keduanya merupakan penyakit yang berbeda, karena disebabkan oleh radang kulit dan ruam. Al Razi dilahirkan pada 854 CE di Teheran, Iran, dan meninggal dunia pada 932 CE di Rey, Iran.

Ibnu Khaldun

Related image
dunyabulteni.net

Sosok ilmuwan Muslim kedua yang berpengaruh di dunia bernama Ibnu Khaldun, terkenal dengan kitab ‘Muqaddimah’ yang menjadi sumber dari ilmu filsafat, sejarah, ilmu sosial, demografi, histografi, dan sejarah budaya. Ibnu Khaldun memiliki nama lengkap Abdurahman bin Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Al-Hasan bin Jabir bin Muhammad bin Ibrahim bin Abdurahman bin Ibn Khaldun.

Ia dilahirkan pada 27 Mei 1332 di Tunisia, dan dikenal sebagai ilmuwan Arab terbesar. Sepanjang hidupnya, ia telah berkelana ke berbagai negara seperti Maroko, Spanyol, Afika Selatan, dan Mesir. Ibnu Khaldun sempat dicurigai sebagai partisipan dalam pemberontakan, yang kemudian membuatnya dijebloskan ke dalam penjara. Setelah dua tahun, ia kemudian dibebaskan.

Karyanya yang terkenal yakni ‘Muqaddimah’ yang disusunnya selama berada di Aljazair, empat tahun lamanya. Ia mempelajari sejarah universal dan memberikan metode historis untuk memberikan kriteria dalam menentukan kebenaran sejarah, sebagaimana dilansir Britannica.

Al Farabi

Related image
dailysabah.com

Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi disingkat Al-Farabi adalah ilmuwan dan filsuf Islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan. Ia juga dikenal dengan nama lain Abu Nasir al-Farabi (dalam beberapa sumber ia dikenal sebagai Abu Nasr Muhammad Ibn Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzalah Al- Farabi, juga dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir). Sosok Al Farabi dikenal sebagai ilmuwan Muslim di bidang filosofi yang memisahkannya dari paham teologi. Pria ini lahir pada 870, dan wafat pada 950 Masehi.

Al Farabi menyelesaikan karier pendidikannya di Farab dan Bukhara. Namun, kemudian ia pindah ke Baghdad untuk pendidikan yang lebih tinggi. Hal itu terjadi saat ia memperoleh gelar master di bidang bahasa dan juga menguasai beberapa cabang pengetahuan lainnya, termasuk teknologi. Dilaporkan Famous Scientist, ia memiliki kontribusi dan jasa di bidang sains, filsafat, logika, sosiologi, pengobatan, matematika, dan musik. Hanya saja, yang menjadi bidang fokusnya adalah filsafat, logika, dan sosiologi yang juga dikenal sebagai ensiklopedis.

Baca Juga: Puisi B. J. Habibie, Bagai Alarm Agar Kita Senantiasa Bersyukur

Karena kecenderungannya terhadap pemikir Yunani Plato dan Aristoteles, Al Farabi dijuluki sebagai guru kedua oleh orang di sekitarnya. Ia percaya bahwa terdapat kekuatan mahatinggi yang telah menciptakan dunia melalui latihan kecerdasan yang seimbang. Karena pemikirannya tentang logika, Al Farabi memiliki perhatian khusus terhadap hal yang rasional dan menganggap logika sebagai bagian dari diri manusia yang abadi. Salah satu karya Al Farabi yang mengandung klasifikasi ilmu antara lain kitab Ihsa al Ulum yang terserap dari epistemologi aliran Neoplatonisme dan Aristoteles.

Al Farabi dianggap sebagai salah satu pemikir terkemuka dari era abad pertengahan. Selama hidupnya al Farabi banyak berkarya. Jika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan, karya-karya al- Farabi dapat ditinjau menjdi 6 bagian:

  • Logika
  • Ilmu-ilmu Matematika
  • Ilmu Alam
  • Teologi
  • Ilmu Politik dan kenegaraan
  • Bunga rampai (Kutub Munawwa’ah).

Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama) yang membahas tentang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara rejim yang paling baik menurut pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah Islam.

Itulah ilmuwan Muslim yang memiliki pengaruh di mata dunia, salam bangga dan salut untuk mereka dan semua ilmuwan Muslim yang mungkin akan kita bahas di lain kesempatan, ya.

LEAVE A REPLY