Mengapa Umat Islam Tidak Perlu Merayakan Valentine?

Gambar Via: islamhashtag.com

Gulalives.co – Rasanya memang sudah tidak asing, kala pertengahan Februari, perayaan Valentine menjadi hal yang cukup populer. Apalagi bagi kamu muda. Karena masih saja banyak di antara mereka yang menyamakan 14 Februari sebagai Hari Kasih Sayang. Tapi apakah ketidak-asingan ini patut kita biarkan? Sementara jelas di dalam Islam tidak pernah ada yang namanya Valentine.

Image result for valentines day in islam

Menanggapi hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mengupayakan agar publik ingat, khususnya umat Islam, Valentine bukanlah tradisi Islam. Menurut Wakil Ketua Umum MUI, Prof. Yunahar Ilyas, seluruh kaum Muslimin, tidak perlu mengikuti kebiasaan merayakan Valentine, meskipun hari itu diklaim sebagai Hari Kasih Sayang. Karena, bukan kah kasih sayang seharusnya ada di setiap hari bahkan detik hidup kita?

Image result for Prof. Yunahar Ilyas
Prof. Yunahar Ilyas, Gambar Via: sabilillah.net

“Kita imbau, jangan (Valentine) diikuti bagi umat Islam. Karena ini bukan tradisi Islam,” kata Yunahar, Selasa (12/2).

Ulama kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat, itu juga menginginkan jika setiap pengurus masjid dan lembaga dakwah bisa menggelar acara alternatif pada saat momentum Hari Valentine.

Baca Juga: Alasan 8 Daerah Larang Kembang Api di Malam Pergantian Tahun

Tujuannya tak lain agar anak-anak muda Muslim punya pilihan yang jauh lebih baik untuk mengisi waktu luang mereka. Maka, dengan cara itu pula, kita bisa menggantikan perayaan tiap 14 Februari itu dengan kegiatan yang lebih Islami, serta pastinya bermanfaat.

“Kita anjurkan masjid dan lembaga dakwah untuk menggelar acara-acara alternatif yang bisa menyalurkan keinginan anak-anak muda, karena sebuah budaya itu tidak bisa dihapus kalau tidak ada budaya alternatif yang lebih baik,” papar tokoh Muhammadiyah itu.

Di sisi lain, Ustadz Fatih Karim pun memberikan penjelasannya mengenai Valentine’s Day dalam rubik Kata UFK, di channel YouTube Cinta Quran TV.

Image result for Ustadz Fatih Karim
Ustadz Fatih Karim, Gambar Via: youtube.com

“Hari kasih sayang itu sekarang bukan hanya dimaknai dengan sekadar tukeran cokelat, tapi setelah Valentine’s Day, selalu ada yang namanya pesta seks. Di mana penjualan kondom meningkat hingga 300 persen di tahun lalu, dan hotel-hotel pun full booked. Pertanyaan saya adalah ini cinta apa nista? Karena kalau cinta gak mungkin nista. Kalau laki-laki baik gak akan mau orang yang dia cintai dijebloskan ke neraka. Dia pasti (memilih) tanggung jawab dengan pernikahan. Jadi kalau nista sudah pasti bukan cinta. Anehnya, Valentine justru dijadikan budaya, dijadikan peradaban, seakan-akan masuk peradaban baru yang dinamakan liberalisme,” tutur Ust. Fatih Karim.

Berikut penuturan lengkap dari UFK, mengenai haramnya Valentine’s Day: Cinta atau Nista?

SHARE

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/gulalivesco/public/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 352

LEAVE A REPLY